Kasus Lian Febriani, benarkah mengalami brainwashing?

11 April 2011 12:14 PM19 commentsViews:

Kasus Lian Febriani yang diduga sebagai korban pencucian otak (brainwashing) sangat mengusik perhatian publik, terutama semenjak dia diketemukan linglung di suatu Masjid di Puncak setelah menghilang 4 hari. Lian bekerja sebagai PNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, menghilang sejak pamit pada teman sekantornya, katanya mau ke Tanah Abang mau menemui seseorang.

Saat ditemukan 4 hari kemudian, Lian mengenakan burka, jilbab bercadar dan menginap di Masjid Ata’awwun Puncak, Bogor, seorang diri. Takmir Masjid menjadi curiga pada perempuan yang mengaku bernama Maryam ini, karena diajukan berbagai pertanyaan padanya , seperti “Siapa Nama Ibumu?” dan lain-lain, selalu dijawab “Tidak tahu “ dan “Lupa”.

Konon ia berkali-kali menyebut nama “Aisyah” sebagai ibu yang memandikannya, dan mengatakan bahwa kedatangannya ke Masjid itu mau berjidah. Takmir Masjid juga mendapati dirinya membawa dan membaca buku-buku Agama Islam terbitan lama yang bertema Jihad.

Setelah dipancing-pancing dengan angka-angka, ia bisa mengingat nomer telpon suaminya. Saat suaminya datang, dan dipertemukannya, ia sama sekali tidak mengenalnya, bahkan tidak kenal pula pada anaknya sendiri. Jelas-jelas ia mengalami fenomena amnesia berat (amnesia : lupa pada memori-memori kehidupan).

Pada saat saya menulis artikel ini, kasus Lian belum jelas dan masih diliputi kabut misteri, sebab ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi pada diri Lian. Apa benar Lian ini merupkan korban brainwashing alias cuci otak? Perlu dilakukan upaya forensik, dengan cara melakukan terapi untuk mengembalikan kondisi amnesia ini ke normal terlebih dahulu, sehingga kita tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. Jadi kita tidak akan berspekulasi apa yang terjadi pada Lian sebelum upaya remidi ini.

Nah, secara umum, kasus-kasus orang yang lupa (amnesia) dan menjadi ‘aneh’, bisa saja disebabkan oleh berbagai hal, kali ini kita akan tinjau 3 dari beberapa kemungkinan penyebabnya :

 

  1. Amnesia karena sebab fisik, misal kecelakaan atau kebentur sesuatu, sehingga mungkin terjadi “hubungan pendek” diantara memory yang tersimpan di dalam syaraf otak. Untuk point pertama ini, dokter dan ahli syaraf lebih bisa menjelaskan dengan baik dan benar.
  2. Amnesia karena tekanan psikologis : stress, banyak pikiran, bingung mempelajari ilmu yang mengandung filsafat ‘terlalu tinggi’, tidak kuat mengalami tekanan hidup, dll. Pada saat bingung ini, lantas yang bersangkutan melakukan ‘identifikasi diri’ dengan suatu keyakinan. Mungkin akibat yang dia pelajari dari suatu sumber. Ini sering berkaitan dengan yang disebut waham atau delusi. Salah satu rekan saya, mengira dirinya Nabi Muhammad SAW, dan mengartikan semua yang terjadi padanya adalah pembuktian bahwa dirinya Nabi Muhammad SAW..
  3. Amnesia karena dilakukan brainwashing dengan sengaja. Ini yang paling menimbulkan horor dan misteri bagi masyarakat. Artikel ini lebih lanjut akan membahas point yang ke 3 ini.

 

Amnesia karena Brainwashing

Ada berbagai kemungkinan kenapa orang mengalami brainwashing, setidaknya bisa kita akan tuliskan 3 kemungkinan di sini :

  1. Rekrutmen suatu Cult / Sekte Agama atau untuk Kelompok Militan tertentu. Umumnya mereka melakukan dengan cara membuat orang kecewa pada kehidupan saat ini, menunjukkan bahwa budaya dan jaman sudah terlalu bejat, terlalu berdosa dan sebagainya. Kekecewaan ini akan diutilisasi untuk proses brainwashing berikutnya. Untuk memisahkan diri dengan MASA KINI dah hidup di MASA DEPAN, maka umumnya mereka akan diberi identitas baru.
  2. Fitnah ke kelompok lain. Melakukan brainwashing dengan cara dilakukan seolah  dari kelompok lain tertentu. Biasanya keanehan akan muncul dari banyaknya “bukti kebetulan” yang bertebaran di sekitar si korban. Lantas bukti ini semuanya akan menyorot ke arah tertentu yang sangat jelas.
  3. Mengalami sial sebagai akibat orang iseng yang nyoba-nyoba ilmu brainwashing. Ini mungkin sekali terjadi, mengingat ilmu-imu semacam ini beredar bebas di internet, dan mungkin jatuh ke tangan orang iseng yang tidak bertanggung jawab.

Yang menarik adalah, fenomena ini sudah mendapatkan banyak sekali komentar yang penuh keyakinan, bahwa kasus Lian ini adalah akibat ini ataupun itu. Silahkan Anda cermati di Twitter, Facebook, dan media internet, yang menuliskan seolah sudah terbukti bahwa kasus Lian ini adalah upaya rekrutmen dari kelompok Islam ekstrim tertentu. Eksposisi ini kadang dituliskan terang-terangan, maupun secara implikatif dalam kalimatnya. Disinilah kita perlu berhati-hati berkomentar, benarkah ini memang dari aliran Islam tertentu? Atau benarkah ini dari Islam? Atau justru seperti di point ke dua, fitnah kepada Islam atau aliran Islam tertentu, agar bisa dikambinghitamkan atau diberantas? Saya tidak ingin membela siapapun, karena tulisan ini lebih pada kajian brainwashing sebagai salah satu bentuk ekstrim dari manipulasi bawah sadar manusia.

Nah, mari kita tunggu sama-sama upaya Polisi membongkar hal ini, semoga ada diantara mereka yang memiliki kepiawaian melakukan recovery kondisi amnesia berat semacam ini.

Jika memang benar ini merupakan brainwashing, dan efeknya belum terlalu dalam, kadang hal seperti ini bisa berangsur pulih dengan sendirinya, sejalan familiarisasi dengan orang-orang, benda-benda, dan kata-kata yang memiliki ikatan emosi dengannya. Karena memori selama 26 tahun, tentunya masih memiliki jejak yang kuat, hanya mungkin sudah dibolak-balik dan sempat amburadul.

Jadi, cara terbaik memulihkan amnesia semacam ini, tidak dengan cara mengisolasi si korban, namun justru dibawa dalam lingkungan yang dia familier dengannya.  Pertemuan korban dengan berbagai hal yang ia familier akan bisa memicu memorinya, kisah-kisah kehidupan, foto-foto, video, benda kesayangan, panggilan unik, dan lain-lain.

Dengan menggunakan pendekatan hypnotherapy dan NLP, upaya di atas bisa dilakukan dengan lebih baik, khususnya melalui pola age regression khusus yang aman dan terkontrol serta membangun jaring-jaring pengaman emosi untuk menghindari abreaction yang tidak perlu. Ahli-ahli hypnotherapy akan punya banyak cara untuk membantu proses pemulihan amnesia ini dengan cara-cara yang kreatif dan aman.

Untuk kasus yang amat berat, tidak ada janji akan pulih dengan cepat. Memang terkadang bisa saja recovery terjadi cepat dan mudah, namun bisa pula perlu waktu, karena terkadang upaya ini baru akan membuahkan hasil apabila kita berhasil menemukan suatu keyword yang dapat meng-undo proses pengrusakan memory yang dilakukan oleh pelaku. Mirip dengan upaya mencari password yang hilang. Di dunia software Anda pasti pernah dengar beredar software password recovery, yang dapat mengungkap ulang suatu password yang hilang /terlupakan. Nah, pola kerjanya mirip seperti itu. Sekali ketmu suatu password yang bisa mengenali memory tertentu, maka dari sini bisa bergerak perlahan untuk mengungkap memory yang lain.

Dari perkembangan berita yang ada, nampaknya kasus Lian tidak terlalu dalam efek amnesia-nya. Kita do’akan saja beliau cepat pulih kembali dengan baik, dan semoga Polisi bisa menuntaskan kasus ini dengan baik. Amien.

Jadi, sambil Anda mencermati dengan semakin baik apa yang saya maksudkan diatas, saya akan akhiri tulisan ini tips-tips menghindari upaya brainwashing atau perusakan memori diluar kehendak Anda.

Beberapa cara mencegah menjadi korban brainwashing adalah dengan memperhatikan beberapa hal berikut :

  1. Hindari (tanpa sengaja) memasukkan diri menjadi target / sasaran “rekrutmen” kelompok tertentu. Biasanya jika Anda terpancing atau terdeteksi banyak mengeluh mengenai kekecewaan Anda pada dunia MASA KINI. Ingat kata kuncinya adalah MASA KINI, inilah yang akan dipakai untuk dasar memberikan “janji-janji” kehidupan MASA DEPAN yang lebih baik. Kadang-kadang kekecewaan orang dapat dengan mudah terdeteksi dari Status-status di Facebook atau Twitter, hati-hati.
  2. Hindari orang yang mengajak Anda kenal, dan berusaha mengorek mengenai kekecewaan hidup Anda.
  3. Hindari orang yang mengajak berkenalan dan kemudian secara terus menerus menghubungi Anda dengan sangat intens, dan kemudian ia ingin memperkenalkan Anda dengan seseorang lain: Guru, Orang Tua, dan lain-lain.
  4. Berani mengatakan “Tidak mau!” pada ajakan orang yang Anda tidak kenal dengan baik untuk seuatu hal yang Anda tidak yakin dengan baik.

 

4 tips diatas, dapat membantu mencegah Anda untuk terjebak dalam hal-hal yang tidak Anda inginkan. Upaya lebih jauh dari hal di atas, pelajari NLP, khususnya Meta Model, yang akan membekali Anda keluar dari jebakan persuasi bawah sadar jenis apapun.

Selain itu, Anda bisa juga minta kepada para praktisi NLP atau hypnotherapist, untuk minta diprogramkan suatu “Brainwashing Shield”. Pilih praktisi yang berpengalaman baik, reputasi positif, dan memiliki sikap yang prudent (hati-hati) alias tidak sok jagoan.

Demikian, sementara Anda berdo’a pada Tuhan YME, agar terjauh dari hal-hal yang tidak Anda inginkan, Anda bisa memulai meniatkan ke bawah sadar Anda untuk waspada pada upaya-upaya semacam negatif seperti yang dipaparkan di atas.

19 Comments

  • -semoga bu Lian Febriani segera pulih dan berkumpul dengan keluarga tercinta Seperti Biasa.-

    Menjadi sebuah pelajaran & pengajaran bagi kita semua.

  • Wah sangat menarik sekali artikelnya Mas Ronny, mudah mudahan kasus ini bisa segera dituntaskan tanpa ada yang menjadi kambing hitam. Ditunggu sharing tulisanya yang membahas lebih detail mas ;)

  • Thanks Mas Ronny atas artikel yang menarik juga berikut Tipsnya, semoga kita semua bisa bersikap lebih hati hati lagi dalam menyikapi sesuatu yang belum jelas arah dan tujuannya.
    Sukses Selalu.

  • Setuju Mas Rizal,
    Semoga segera tuntas.

  • Sama-sama Mas Sugeng…
    Apakah ini Mas Sugeng Surabaya?

    Sukses selalu juga…

  • Selalu menjadi inspirasi..!
    thanks pak,
    mantaf artikel nya.. bravo pak ronny :)

  • Betul, Mas Ronny
    Sugeng Avatar from Surabaya.

  • Hmm….spt bermain game terorist dan counter terorist, dan Saya memilih bermain sbg counter terorist. Artikel yg sangat bermanfaat. Makasih Pak Ronny.

  • Thanks Pak Karsy,
    Senang mendapatkan bahwa artikel ini berguna dan menginspirasi.

    Salam sukses

  • Halo Pak Sugeng,
    Saya akhir-akhir ini nemenin anak2-anak saya nonton DVD avatar.
    Sekarang saya mengerti kenapa Anda ng-fans Avatar.

    Salam

  • Pak Jenry,

    Waah, suka main game ya Pak.
    Asyik juga utk latihan “associates”

    Gimana bisnis hotelnya, smoga makin sukses.

    Salam

  • Mas Ronny,
    Wah sekarang jadi nonton Avatar juga nih he..he..
    ada beberapa ilmu NLP maupun Hypnosis di film Avatar tsb, misal bagaimana si Ang dengan ke polosan nya sebagai anak kecil menanyakan sesuatu maupun menjawab dengan meta model, juga saat dia sudah tidak dapat berpikir maka dia keluar dari kesadarannya alias masuk ke unconcious.
    Btw sukses selalu.

  • like.. be carefull with lazy language, pelajari meta model.. mas ronny, portal nlp kenapa tidak bisa di buka?

  • ijin copy paste di facebook teknik mencegah brainwashing…..

  • Mas Sugeng..
    Bener banget.
    Saya jadi iutan suka melihat Avatar…
    Keren

  • Mas Rendy,

    Silahkan kalau mau copy paste, tentu saja pasti disebutkan sumbernya…
    PoertalNLP.com bisa dibuka kok mas…

    Salam sukses

  • idzma mahayattika

    aku tertarik proses brain washing-nya.ustadzku pernah nangani santrinya yg kena.katanya, ketika diajak ngobrol perekrutnya, dlm 2 jam si santri langsung berubah. ga cuma berubah, tapi juga bisa digerakkan.konon, imam samudra, punya keahlian ini.menarik kan ilmunya?:D

  • wah.. ini baru analisis keren nggak kacangan kayak pengamat2 di Tipi… makasih Mas Ronny

  • Mas Ronny setelah 16 bulan saya ikut sumbang saran. Orang lain sudah lupa, tetapi saya justru baru ngeh masalahnya.
    Saran untuk menghindari hal semacam itu sangat betul.
    Hidup manusia tentu ada yang menjaga secara Roh. Nah pendapat saya sipenjaga Roh – Nur Illahi itu yang seyogyanya tetap diberdayakan melalu zikir atau menyebut asma Allah sepanjang waktu, sepanjang jalan, sepanjang nafas. baik sendirian maupun berjamaah. Nah sebelum semua terjadi Nur Illahi akan menghindarkan segala hal yang jahat.
    Salam mas.
    Y. Subiyanto HS

Leave a Reply