Kapal Apung : Merenungkan 4 tahun Tsunami Aceh

Awal minggu ini memenuhi undangan Plan International, saya pergi ke Aceh untuk melakukan pelatihan Komunikasi Persuasif , tentunya berbasis NLP. Tiba sehari sebelumnya menyisakan waktu luang yang cukup banyak, jadi saya setuju saja saat diajak Pak Burhan (Plan International) untuk melihat fenomena suatu kapal besar yang terdampar di tengah kota Banda Aceh.

CIMG1473

Luar biasa,
Kapal ini sedemikian besarnya, bernama Kapal PLTD Apung, yang tadinya berada di lepas pantai kira-kira 500 meter dari pinggir pantai. Kapal pembangkit listrik ini berkapasitas 10 Mega watt, beratnyapun lebih dari 3000 ton. Mungkin besarnya kira-kira kurang lebih seperempat lapangan bola. Bandingkan saja ukurannya dengan melihat foto di atas, dibandingkan dengan ukuran mobil di sekitarnya.

Lantas, saat Tsunami terseret ke daratan, di Desa Punge Blang Cut di Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh, sehingga bejarak lebih dari 2 km dari pantai Ulee Lheu, dan nangkring di tengah-tengah kota, di antara rumah penduduk! Dan konon di bawahnya ada rumah penduduk yang sudah ringsek ditindih olehnya.

Entah berapa bangunan yang sudah dihajar hingga hancur, saat kapal ini terseret ke daratan. Entah pula berapa korban jiwa yang tergilas kapal ini. Menurut kisah, awak kapal yang meloncat turun saat terseret, malah meninggal. Sedangkan awal kapal yang berada di dalam, malah justru selamat.

Sungguh, saya tak mampu berkata apa-apa saat membayangkan bagaimana kapal ini terseret gelombang Tsunami. Hanya terbayang betapa kalut dan ngerinya orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan menilik dari besarnya ukuran kapal ini, dapatlah dibayangkan berapa besar, kuat dan tinggi gelombang ombak yang membawanya. Lha kalau kapal sebesar ini saja terseret, apalagi manusia yang kecil ukurannya.

Alloh SWT memang Maha Kuasa dan Maha mengetahui, hanya Beliau yang tahu mengenai kenapa ada bencana Tsunami. Kita sebagai manusia hanya bisa memetik hikmah dan membangun “makna” yang dapat memberdayakan para korban dan diri kita.

Di internet, berbagai makna dan pendapat tentang bencana Tsunami berserakan dan dengan mudah diketemukan. Namun, kita semua juga dapat membangun makna dan pelajaran atas peristiwa itu. Kita di sini dapat menggunakan reframing, demikian juga untuk membantu kawan-kawan yang sempat menjadi korban bencana Tsunami. Bantu mereka dan kita sendiri untuk me-reframe bencana Tsunami ini menjadi pelajaran yang sarat makna.

Ya Alloh SWT.
Berikan derajat sebagai Suhada bagi para korban Tsunami, limpahkanlah ampunan sepenuhnya bagi mereka, dan lipatkanlah pahala atas amal perbuatan mereka.

Amien, amien, amien.

About the Author