Mengarahkan State Of Mind Peserta Pelatihan

Written by ronnyfr on 16 January 2008 – 11:28 am - 1,452 kali dibaca.

State of mind is everything“, kata Richard Bandler dalam suatu NLP Trainer’s Training, seraya menunjukkan pentingnya kondisi pikiran seorang dalam proses belajar. Kondisi pikiran seorang trainee akan mempengaruhi kemauan dan kemampuannya dalam mempelajari sesuatu. Dalam kondisi pikiran yang buruk, seorang trainee akan sulit menyerap informasi, bahkan informasi itupun akan berasosiasi dengan hal yang buruk, seburuk state of mind-nya.

Sebagai contoh, pada umumnya orang cenderung kurang suka mengikuti suatu acara seminar / training yang layout meja kursi-nya seperti susunan bangku sekolah dulu. Karena layout seperti itu akan memicu kembali memorinya (menjadi anchor) pada perasaan saat sekolah yang serba searah, harus duduk diam, tidak boleh bertanya, menegangkan dan sebagainya. Nah bayangkan, dalam state of mind seperti itu, apakah suatu training akan bisa efektif?

Tulisan ini dimaksudkan untuk situasi pembelajaran baik training, kursus, sekolah, dan lainnya. Untuk menyederhanakan tulisan ini, kita akan selalu menuliskan dalam situasi pelatihan, pengajar/fasilitator disebut trainer dan pesertanya adalah disebut trainee. Jadi tergantung sikon Anda, silahkan ganti kata pelatihan dengan pelajaran sekolah, trainer diganti dengan guru/dosen, dan trainee diganti dengan murid atau mahasiswa, dan sebagainya.

Opening State
Pada saat datang ke pelatihan terutama yang inhouse, biasanya state of mind peserta akan berbeda-beda. Sejumlah kecil peserta merasa siap belajar, sebagian yang lain sedang merasa overload (non receptive), dan sejumlah besar lainnya akan freeze (wait and see). Rasanya cukup naif, jika seorang trainer, speaker, dosen atau guru di sekolah menganggap bahwa saat setiap kelas akan dimulai, maka setiap trainee sudah seharusnya siap menerima pelajaran.

Kita sebagai trainer-lah yang seharusnya mengerti bahwa mereka belum berada dalam kondisi siap belajar yang paling optimum. Kita-lah yang membantu mereka menjadi siap, ini adalah bagian dari tugas kita, memfasilitasi.

Nah, sebenarnya kenapa ada peserta yang pikirannya overload? Mereka ini biasanya sedang ada pikiran lain, pekerjaan yang tertunda, tugas yang menanti, dan lainnya. Beban pikiran ini menggelayut di otaknya (conscious), sehingga hanya tersisa sedikit bahkan mungkin tidak ada ruang lagi untuk masukknya informasi baru secara proporsional. Sementara beberapa peserta lain datang ke pelatihan karena terpaksa, mungkin dikirim oleh atasannya karena dianggap tidak kompeten atau terpaksa datang karena udah terlanjur mendaftar dan keluar uang, padahal tiba-tiba ada urusan lain yang mendesak. Mereka ini amat fragile, mudah berubah perilakunya menjadi kurang akomodatif, sebagai manifestasi rasa kesal.

Mengapa juga ada peserta yang freeze? Mereka ini sebenarnya adalah peserta yang emosinya rata-rata, dan jumlah mereka yang paling banyak. Mereka ini menunggu bersikap, menilai dulu kira-kira akan mendapatkan apa di pelatihan ini, baru akan bereaksi. Jika mendapatkan yang mereka inginkan, mereka akan bersikap positif, jika tidak mendapat yang diinginkan, mereka mudah terpengaruh oleh kelompok fragile tadi.

Nah, tentu saja kita dengan mudah bisa menjawab pertanyaan : Apakah kondisi pikiran yang semacam itu akan berdampak positif bagi proses pelatihan? Tentu saja tidak! Jadi bagaimana caranya membawa kondisi pikiran supaya berdamak positif pada pelatihan?

Set Up

Dalam pendekatan NLP, di awal suatu training / session, seorang trainer harus melakukan suatu set up. Apanya yang di set-up? Kondisi pikiran trainee-lah yang di set-up, agar siap dan berada pada kondisi paling optimal untuk proses akusisi pengetahuan, ketrampilan dan sikap baru.

Jika Anda sebagai trainee, dan boleh disuruh memilih, kondisi pikiran apa yang Anda butuhkan saat belajar, kira-kira Anda memilih apa? Tentunya kondisi pikiran yang paling memiliki daya serap tertinggi. Dalam pelatihan NLP for Trainer atau For Teacher, saya sering mengajukan pertanyaan itu?

Umumnya, jawaban para trainee adalah sebagai berikut :

  • Fun state (santai / menyenangkan)
  • Relaxed State (santai, tidak tegang)
  • Curiosity state (ingin tahu)
  • Interest State (berminat)
  • Receptive State (berdaya serap)
  • Dst

Nah, kondisi diatas, akan membawa trainee ke suatu kondisi yang dikenal sebagai accelerated learning state (kondisi percepatan belajar). Pada kondisi ini, otak akan memiliki kinerja yang amat optimal, sehingga belajar bisa dipercepat, daya serap tinggi, dan juga DDT (Daya ‘Dhong’ Tinggi, lawannya DDR: Daya ‘Dhong’ Rendah).

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana caranya mencapai kondisi percepatan belajar ini?

CARA BIASA

Trainer umumnya menggunakan musik dan layout ruangan sebagai cara mempengaruhi state of mind traineenya. Lay out ruangan dibuat bersahabat, tidak kering seperti siatuasi kelas / kuliah dengan bangku berjejer seram. Sedangkan penggunaan musik merupakan cara yang paling sering dipergunakan para trainer di kelas, menggunakan musik klasik berirama barock, sehingga gelombang otak menjadi turun ke alpha.

Banyak yang keliru menjelaskan bahwa penggunaan musik dimaksudkan untuk mematikan peran otak kanan supaya tidak mengembara. Salah kaprah ya, otak kanan dalam pembelajaran harusnya jangan dimatikan.
Penggunaan musik seyogyanya menggunakan kualitas sound system yang prima.

Hindari volume yang terlampau keras, gunakan volume yang cukup lembut, dan akan sangat membantu jika speaker kanan dan kiri berfungsi dengan baik. Sehingga bisa menggunakan musik yang bersifat brain-entrainment atau binaural beat, yang memberikan efek di telinga kana dan kiri secara berbeda. Tertarik dengan musik seperti ini, silahkan di googling saja. Buku-buku semacam Quantum Teaching dan Quantum Learning membahas cara-cara mengorkestrasi situasi pelatihan seperti ini dengan sangat baik.

CARA NLP

Cara ini bekerja secara berbeda dengan kedua cara di atas, cara ini menggunakan skill dari trainernya untuk mempengaruhi state of mind dari traineenya. Lha, berarti lebih sulit dari cara yang di atas dong? Bukan, ini justru lebih berguna dari cara di atas, karena tidak mengandalkan peralatan apa-apa kecuali diri kita sebagai trainer. Di artikel ini kita akan membahas salah satu metode yang paling penting, yakni penggunaan metaphor, yakni penggunaan kisah atau cerita.

Metaphor boleh saja berupa kisah fiktif seperti fabel atau kisah negeri dongeng lainnya, namun jauh lebih baik jika kisah ini merupakan kehidupan nyata, pengalaman manusia riil. Kisah riil memiliki kemiripan elemen yang lebih dekat dengan situasi riil, karena pelakunya sama-sama manusia, bukan hewan, atau benda-benda dongeng lainnya yang terkadang harus melibatkan imajinasi yang terlalu rumit agar bisa tercipta asosiasi.

Di tangan dingin para pakar NLP, metaphor bisa menjadi suatu alat yang sangat ampuh dalam melakukan suatu pembelajaran, bahkan untuk membuat suatu perubahan, termasuk di dalamnya perubahan sikap. Tokoh yang menginspirasi para praktisi NLP dalam menggunakan metaphor tentu saja adalah Milton H Erickson, dan kemudian di kodifikasi oleh jenius Richard Bandler. Hasilnya, kita semua akhirnya bisa belajar lebih mudah.

Menggunakan metaphor, kita bisa melakukan set-up agar state of mind peserta pelatihan tergiring ke arah tertentu, misal rasa ingin tahu. Kemudian lakukan upaya untuk mengamplifikasi dari state itu sehingga menjadi rasa sangat ingin tahu, lantas tambahkan kekuatannya sehingga menjadi rasa penasaran banget ingin tahu! Nah, pada saat sudah mencapai titik puncak ini, lakukan anchor! Anchor ini bisa dipicu lagi sewaktu-waktu dibutuhkan, asyik sekali bukan?

Penggunaan metaphor yang baik akan digabungkan dengan kemampuan melakukan tonality marking. Yakni memberi tanda-tanda tonality di tempat tertentu sehingga kisah itu bisa memiliki efek hypnotic yang multi layer. Sehingga bisa dilakukan suatu command compounding (menumpuk perintah) yang sangat-sangat subtle (tidak kentara). Benar-benar conversational hypnotic….

Lebih dahsyat lagi bila si trainer sudah bisa menggunakan seluruh gerakan badan (gesture, dll) sebagai bagian dari proses hypnotic itu sendiri. Istilahnya adalah economy of movement, yakni setiap gerakan tubuh sebisanya memiliki nilai ekonomi, dalam hal ini nilai yang berkaitan dengan tujuan komunikasi itu sendiri.

Wow, tentunya lebih mudah melihat contoh langsung dalam pelatihan, dibandingkan saya uraikan melalui kalimat di sini. Akan terlalu panjang lebar jka saya harus mendeskripsikan bagaimana cara kita menceritakan suatu metafora dengan tonality marking di sana-sini dan disertai dengan gerakan gesture yang sesuai. Efeknya? Dramatically hypnotic! Inilah yang menjadi ilmu favorit para peserta pelatihan NLP for Trainer baru-baru ini.

Di level NLP yang lebih advanced, biasanya akan diajarkan lebih jauh lagi yang namanya chaining metaphor, yakni merangkaikan beberapa metaphor sehingga bisa membawa trainee dari satu state of mind ke state of mind yang lain. Salah satu variasi dari chaining metaphor ini adalah yang terkenal dengan nested loops. Yakni merangkaikan berbagai metaphor dengan tujuan membuka suatu loop di pikiran. Ini adalah suatu proses instalasi sikap mental yang bagus bagi pembelajar : loop dalam pikiran yang sengaja dibuka, agar tercipta rasa belum selesai belajar, dan rasa ingin mempelajari lebih jauh lagi!

Catatan
Kawan…, mari berbagi manfaat!
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…

Ronny F. Ronodirdjo.


Beritahu teman Anda tentang artikel ini
Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Posted in Education, Hypnosis/therapy, NLP, Training / Pelatihan |

13 Comments to “Mengarahkan State Of Mind Peserta Pelatihan”

  1. Rahmadsyah Says:

    Pak Ronny…
    Artikel nya luar biasa pak…minggu depan akan saya coba praktikan,walau saya belum melihatnya langsung.Mudah-mudahan berhasil.Kalau minggu kemarin saya melakukan dengan cara,pada sesi pembukaan saya putarkan Trailer Ost Ayat-ayat cinta,trainee antusias,kemudian saya bilang diakhir pertemuan nanti kita akan nonton trailer movie nya berdurasi 3-7 menit.apakah ini termasuk pak..?

  2. Ronny FR Says:

    Bagus sekali, itu termasuk metafor yang bersifat open loop, sekalipun belum di chained…
    Sukses untuk Anda!

  3. Teddi Says:

    Mas…

    Boleh privat kah???

    Salam,

    Teddi
    -yang lagi mupeng…-

  4. Ronny FR Says:

    Hahaha
    Ikutan ke NLP For Trainer Surabaya aja Mas Teddy…
    Gunakan Milton Model supaya bisa dapat subsidi dari kantor…., hehhehe

  5. eko andi Says:

    Mas ronny, maaf, tonality marking itu contohnya gimana ya ? (wah, saya jadi getun sering ke toilet saat NLP 4 Trainer di Sby dulu, jadinya ada yang gak ngerti. ha ha ha. hus)

  6. eko andi Says:

    OOOooo, iya saya ingat sekarang, mengatur TONE suara sehingga menjadi anchor emosi tertentu bagi trainee. Betul ya?!

  7. Ronny FR Says:

    Wekekekek…
    Lagi bocor to Mas waktu itu? Ada peribahasa Jawanya itu “Toilet agawe mikire lelet…” hehehe

    Oke, begini penjelasannya Mas:

    Tonality marking artinya memberi mark tanda) pada suatu kata/frasa/ anak kalimat, dengan mengubah tonality.

    Tujuannya macem-macem, bisa untuk menempelkan perintah (embedded command), menimbulkan efek homofon, membuat kesan “kalimat ini bukan berasal dari saya”, dll.

    Nanti tanggal 1-2 boleh datang untuk refreshment Mas, minta aja ke Mas Bobby. Paling ama Mas Bobby hanya diminta nyumbang untuk biaya makan atau semacam itu… Yang penting nyumbang cerita, pengalaman mempraktekkan ilmu yg lalu. Oke…?
    Asyik khan…

  8. ekoandi Says:

    Alhamdulillah, kalo bisa datang.
    Thanks ya mas, nanti ketemu di sby.
    Minta dibawakan apa dari malang ? kripik nangka apa kripik apel ? he he

  9. Ronny FR Says:

    Hahahaa, ‘Oleh-oleh in double binding saja…, ini atau itu ya…

  10. Fadhil Z.A Says:

    Ass wr wb

    Bener mas Rony..

    metode cerita paling efektif untuk menyampaikan pesan kepada trainer. 70 % Al Qur’an juga isinya cerita. Saya kalau lagi ceramah lihat jama’ah nya ngantuk kalau saya kasih cerita, apalagi cerita pengalaman hidup , kontan matanya pada melek. Metode cerita sangat efektif untuk semua umur, dari anak2 sampai kakek-nenek.

  11. Ronny F R Says:

    Sepakat Mas Fadzil,
    Kekuatan cerita adalah mampu menciptakan gambar dalampikiran pendengarnya.

  12. ninjafar Says:

    info-sharring: teori ilmu tentang mindset atau pikiran hanya berguna bagi mereka yang pikirannya sedang atau sering kacau alias tidak bisa menguasai pikiran (pikirannya lemah) akibatnya sikapnya pun negatif dan biasanya suka berpikir negatif.

    tetapi bagi orang yg sudah overload dengan teoiri maka otomatis dia akan bosan dengan teori sebagus apapun, karena pikirannya sudah menset bahwa teori itu tidak berguna dan omong kosong.

    memang ada benarnya juga sih…
    apalagi ditambah sekarang ini banyaknya orang yang hanya bisa teori doang dan kaburo maktan,,, alaias dia bicara begini dan begitu padahal dia sendiri tidak menjalankan apa yg dia katakan dan sengaja hanya untuk omong kososong dengan tidak bermakasud membuat orang sukses alias dia hanya memikirkan keuntungan dengan ceramahnya itu..

    mungkin hal ini juga pernah kita alami, semoga tidak lagi terjadi dan semogha tujuan kita memberikan ilmu adalah untuk berbagi ilmu dan untuk benar-benar kesejahteraan orang lain.

    omong-omong
    ada yg tau tentang cara menggunakan loa dengan 90% pasti berhasil ???

  13. Ronny F R Says:

    Halo Bang Ninjafar…,

    Terima kasih atas info-sharing-nya…

    Ya, saya setuju juga dan kasihan dengan orang-orang yang pikirannya kacau…, mereka memang perlu dibantu untuk urusan mindset-nya… Ayo kita gulung lengan baju kita untuk membantu mereka…

    Namun, jikalau saya renung-renungkan, rasanya saya justru lebih kasihan lagi pada orang yang merasa overload dengan teori, karena ilmu di dunia ini begitu luas, dan teori hanyalah salah satu cara kita berikhtiar untuk mendapatkan/memahami ilmunya Alloh SWT.

    Seperti kata pepatah :
    “Jika kita merasa hijau, kita akan mematang…, Jika kita merasa matang, kita akan membusuk…”

    Saya sih berharap, agar saya dijauhkan dari kondisi pikiran kacau / lemah, namun juga dijauhkan dari kondisi pikiran (merasa) overload teori… Saya juga ingin dijauhkan dari mindset bahwa teori itu tidak berguna dan hanya omong kosong.

    Saya ingin terus di dekatkan dengan sumber ilmu, apakah itu teori (mindset), apakah itu berdasarkan pengalaman, apakah itu berdasarkan eksperimentasi, atau berdasarkan firman-firman dan berdasarkan hal lain yang mungkin belum kita ketahui… Saya open mind saja…, saya ingin selalu hijau agar terus bertumbuh… Saya berdoa agar otak dan pikiran saya selalu ada ruang yang cukup untuk dimasuki oleh ilmu baru…

    Demikianlah, saya juga setuju dengan Anda dengan tujuan membagi ilmu untuk kesejahteraan bersama. Dan memang blog ini juga bermaksud membagikan sedikit ilmu yang baru saya ketahui pada teman-teman yang mungkin membutuhkan.

    Salam sukses Bang Ninjafar…!

Tulis Pendapat Anda Di Sini

RSS






  • ShoutBox

    1665 spams blocked
    Last Message 11 hours, 44 minutes ago
    • Info : Mohon jawab soal matematika dibawah ini sebelum kirim pesan, anti spam nih...
    • Tony : Pro Buk Ida Hari ini saya masih di kampung dengan keluarga jadi belum sempat ngefax bukti transferan. Tapi, form dan jawaban pertanyaannya OK kaN?
    • Tony : Buk Ida formnya sudah sari kirim lewat attachment email. Bukti transfer belum saya fax mudah2an Senin.
    • Tony : Aloha..
    • Guest_2299 : bagus kok dikit bngts sih artikelnya?
    • Henry : Minal Aidzin Walfaidzin tuk semua, juga Mas Ronny. Persiapan tuk NLP Pract juga email ke saya ya Mas. Skrg saya lagi dengar Personal Enhancement, tapi kok ngantuk melulu ya. Suaranya juga remang2, sehingga harus maksa otak kerja keras dengar apa yang dikatakan oleh RB. Tapi dengar musiknya jadi ngantuk. Wajarkah?
    • Ronny F R : Halo M Tony, nanti saya kirimkan ke email Anda, persiapannya atau saya tuliskan di blog ini... Persiapan untuk Practitioner! Yang jelas, siap-siap belajar dengan Have Fun
    • Ronny F R : Halo Mas Tony,
    • Ronny F R : Haloksa, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat ingin berhenti merokok. Ada baiknya Anda kirim email saja ke saya, atau nanti saya tuliskan artikelnya saja di sini
    • Ronny F R : Halo Mas Aksa,
    • Ida MK : Halo Mas Tony, boleh tahu nama panjang Mas Tony siapa ya? BTW, fax boleh dikirim ke 021-83702422.
    • Tony : Malam Mas Ronny, Alhamdulillah tadi siang saya sudah transfer investasi untuk NLP prac. Untuk memaksimalkan penyerapan 'ilmu' NLPnya apa yang harus saya siapkaN? Form dan slip transfer blm saya kirim karena ktnya faxnya lg error.
    • bow : selamat malam.. keren banget NLP nya.. salam kenal.. www.bowothea.blo gspot.com
    • Tony : Udah buk Ida. Insya Allah Senin saya transfer lewat bank mandiri. Form dan bukti transfernya juga akan saya fax hari senin. Selamat merayakan kemenangan dan ber Idul Fitri bersama orang2 tercinta. Maaf lahir bathin.
    • aksa 20th : ass..mas,, sy susah bgt untuk bisa berhenti merokok. mungkin bukan cuma saya saja yg punya masalah dg ini. tolong kasih tau caranya. :???:
    • Ida M K : Halo Mas Tony, boleh tahu mengirim email di alamat yang mana ya? Soanya saya cek di alamat email yang «email» tidak ada kiriman dari Pak Tony. Boleh kirim ulang?
    • Tony : Buk Ida koq email saya belum di balas?
    • Roni_malang : alow mas. beberapa hari ini aku mengalami dejavu.bisa dibantu untuk menjelaskannya dari perspektif NLP, mas? tx.
    • Reinds : Ini dia weblog yg saya cari ... thanks ; «link» :idea:
    • Reinds : Ini diaa weblog yang saya cari ...
    • Reinds : Ini dia weblog yang saya cari...
    • Teddi : Halo Ferdynando! NLP Talks digawangi oleh Indonesia NLP Society. Untuk mengikutinya, silakan hubungi Mbak Henny di 0815-118-9799. Sampai jump! 8-)
    • Ferdynando : NLP Talks nya dmana?
    • Guest_4713 : Selamat malam rekan-rekan pecinta NLP, tanggal 20 September ID NLP Society akan mengadakan event NLP Talks dengan sobat berbagi Mas Ronny F Ronodirdjo adapun materi yang akan dibahas tentang "NLP itu mudah dan mumudahkan". Jadi rasanya sayang sekali untuk di lewatkan, terlebih lagi bagi rekan-rekan yang penasaran ingin mengenal lebih dekat dengan mas Ronny dan bertanya-tanya langsung ke mas Ronny seputar pelaksanaan class practitioner NLP oktober mendatang. Segera daftarkan diri sekarang denga
    • Tony : Dear Pak Rony, tentang saya, tadi malam saya sudah kirim email ke Ida.
    • Ronny fr : Saya pakai mindSPA yang sya beli waktu Training dengan Dr. Richard Bandler, kalau gak salah ada di web hastens.com, produknya bagus sekali. Kalau jaman dulu, tahun 99-an saya pakai bwgen.
  • 10 ARTIKEL POPULER

  • PENDAPAT TERBARU

  • SPAM TERTANGKAP