Metart fozporn Metropolis 2008 porn adult Meture porn Mexican gay porn Mexican girls porn Mexican porn Mexican porn gallery Mexican teen porn Mexicanas porno Mexico porn site Mf tranny porn free Mff porn Mff porn free movies Michelle bieth porn Mickey james porn Mickie james porn movie Mickie james porn vid Middleschool porn Midget porno Midget tranny porn Midgets porn pictures Midgit porn Miget porn Migit porn Mikayla porn videos Milf lesbian porn Milf porno Milf stockings free porn Milf pornography Milfs free porn xxx Military men porn Military porn site Mimi mcpherson porn Mind blowing porn Mindy vega famous pornstars Mini opera porn videos Mini porn clips oral Ministers in gay porn Minnesota based porn Minor porn Miranda cosgrove porn Miss cleo porn Miss u s a video drunk porn Missionary milf porn vids Missy porn bloopers Missy stone full scene porn Mistress of the dark porn video Mlf porn Mmm gay gay porn Mms porn clips Moaning porn movies Mobile phone porn Mobile porn sites Mobile porn videos Models pornstars Mom and boy porn Mom and boy porn picture galleries Mom and daughter porn movie gallery Mom and girl porn movie gallery Mom daughter incest porn Mom hardcore porn boy Mom on teen porn Mom onteen porn Mom porn Mom porn sites Mom takes advantage of boy porn Moms like it big porn Moms over 50 porn videos Moms porn Moms porn movies Moms rate porn Momspornvideo Mongolian porn pic Monica lyons porn star Monique black free porn videos Monk natalie sex stories porn Monkey business porn Monster porn Monster white dick porn More pornstars Morepornstars Morgan march porno Mortal kombat porn Most expensive porn move Most famous pornstar Most famous pornstars Most popular pornstar Most popularfree porn sites Most seeded porn torrents Mother and daughter porn Mother and girl porn movies Mother and son insest porn Mother and son porn Mother daughter porn Mother daughter porn threeway Mother fucking porn video Mother son incest porn videos Movie porn young lolita Movie shark porn Movies gold porn Mp4 free porn Mp4 porn Mp4 porn free Mp4 porn movie Mpeg 4 porn Mpeg 4 porn videos Mpeg4 porn Mpegs free porn Mr long porno party Mr something porn site Mr t and mr 18 inchs porn stars Mr pinks and similar porn search sites Mrs emma starr free porn Ms cleo porn Ms flame gets pounded porn Multiple breast porn Mum teaching daughter sex porn Muscle porn Muscular girls porn video Muslim arab porn Muslim porn Muslim porn video My adult porn review My amteur porn My boyfriends mom porn My favorite pornstar My mum is a pornstar My nude pornstars My porn bodybuilder girls My porn collection My porn pictures My sisters hot friend porn Myamateurhomeporn Myfreepornsite Myporn Myspace porn grphics Mythbusters porn Naked african women porn Naked gay porn Naked porn stars Naked women porn Names of porn stars Names of pornstars Names of shemale porn stars Naomi porn Napster of porn Napster porn Naruto free porn in englis Naruto gay porn Naruto hinata porn Naruto hot sexy dirty porn Naruto porn free Naruto porn mangas Naruto porn video Naruto porn videos Naruto porno Naruto shippuden porn Narutoporn Nasty porn Nasty porn rat Nasty porn sites Nasty rat porn Nasty sex porn Native indian porn Natsumi hinata porn Naughty amatuer porn Naughty america porn pass Naughty america pornstars Naughty amiture porn films Naughty nurse porn Navy porn Nazi porn Neat vid porn free Neighbour porn Neighbourhood porn Neighbourhood watch porn Nerd girl tranny porn Netflix porn Netherlands porn Netporn New asian porn dvd New porn sites New pornographers New pornstars New zeland porn Newer pornstars Newest pornstars Nibbles from flavor of love porn Nice big rack pornstar Nicholette sheridan porn Nick porn Nickelodian porn Nicktoon porn Nicole kidman porn Nicole mason porn actress Niece porn Nifty porn archive Nigeria porno Nigerian porn Nigerian porn clips Nigga girl porn Nikki alexander porn Nikki benz pornstars like it big Nikki carlisle porn Nikki nova porn Nikki nova porn vids Nikki reed pornstar Nikole porn Nina hartley porn clips Nina porn Ninja porn Nintendo toad porn Nippon porn No cost porn No cost porn videos No membership downloadable gay porn No pop up porn No porn support Nokia 6233 porn themes Non corporate porn Non downloadable lesbian porn Non nude porn Non porn clitoral stimulation Non pornographic sexy pictures Norwegian porn Nostalgia porn Not dog porn filter with cracker Not leagel porn Novo porn Nubile nude illegal teen porn pics Nude celebrity porn Nude kiddie porn Nude porn chil Nude porn stars Nude porno girl pics Nude teen porn Nude teens kiddy porn pics Nude tenn porn Nude video contest porn hardcore Nude virgin porn Nudeist porn Nudist art lolitas free porn Nudist porn Nudity porn Nuns and priest porn Nurse porn Nuse porn Nylon porn Nz amatuer porn Obese porn Octavia black pornstar Octavia pornstar Office porn thumbs Office sex porn Ohio law on internet porn addiction Old and young porn Old duck porn Old er wife porn Old farts young tarts porn video thumbs Old folks porn Old german porn movies Old granny porn Old hags porn Old ladies porn sites Old lady porn Old lesbian porn Old man porn Old on young mature vs young sex porn Old porn movies Old porn pics Old porn videos Old time porn Old woman porn Old women porn Older mistress younger man porn Older porn Older women fucking dogs porn movies Older women porn Oldest porn film Oldlady porn Olive porn Oliver twink porn movie Olsen twins toon porn Olympia porn sex Oma porn Omar british male porn star Ome porn Omega porn One piece porn One piece porno xxx One two porn Onetwoporn Online gay porn games Online lesbian porn Online porn mega sites Online porn movies Online porn sites Online porn videos Online pornographic pics Online pornstars

Ambiguity, anchor, dan future pacing: kombinasi yang mematikan

Written by ronnyfr on 12 January 2008 – 8:47 pm - 866 kali dibaca.

Dalam training atau seminar, saya biasanya mengatakan bahwa NLP memang merupakan ilmu yang lain dibandingkan ilmu yang mempelajari jiwa, ilmu bahasa ataupun ilmu programming pikiran. Lucunya trainee atau peserta seminar saya juga suka mengatakan bahwa “…ikutin seminar/training NLP dari Pak Ronny, lain lho rasanya, pendekatannya lain dan berbeda dengan trainer NLP yang pernah diikuti sebelumnya” :-). Sekarang, di sini kita akan kita kupas bagaimana NLP melihat secara lain suatu yang dianggap biasa oleh orang pada umumnya.

Mari kita mulai dari sebuah cerita :

Seorang Guru SD terperanjat saat pelajaran di kelas muridnya menjawab dengan jawaban yang sangat aneh. Hari itu Bu Guru sedang menjelaskan mengenai jenis-jenis makanan di dunia ini. Untuk membuat kelas menjadi seru guru kemudian menanyakan pada murid-muridnya, apa makanan favorit mereka, juga makanan foavorit dari orang tua mereka.

Saat tiba giliran si Badu, ia menjawab “Saya sebenarnya suka es krim Bu Guru, karena maemnya bisa dijilat-jilat, kan enak….” Bu Guru menjawab “Oh gitu, terus apa makanan yang digemari oleh orang tuamu?” Tanpa berpikir panjang di Badu menjawab “Itulah Bu Guru, saya jadi mikir-mikir juga, untuk menyukai ‘maem lampu’ karena orang tua saya suka maem dan menjilatin lampu“. Keruan Bu Guru bingung dengan jawaban itu. Lantas Bu Guru mengejar jawaban si Badu yang nampaknya nggak masuk akal itu “Dari mana kamu tahu orang tuamu suka makan dan njilatin lampu…, emang pernah melihat sendiri?”

Si Budi menjawab dengan ngotot, “Belum pernah lihat sendiri sih Bu Guru…, namun sering kali di malam hari Budi mendengar Mama atau Papa bilang gini ‘Sayang…, cepetan lampunya dimatiin, ntar kujilatin deh kan enak banget…’

Wow…, jangan horor! Jangan marah ke saya kok nulis kisah itu… Mungkin aja lho, orang tua si Badu memang keturunan pemain jathilan, yang suka makan lampu…. Nah, saya kan sudah bilang, ini bakal lain. Hehehehe!

Well, kenapa Anda bisa ketawa saat mendengar kisah itu? Kenapa fantasi menjadi liar saat mendengar atau membaca lelucon itu? Inilah yang akan kita bahas secara NLP…

Itulah yang para ahli ilmu bahasa katakan sebagai makna konotatif. Suatu gejala bahasa yang menunjukkan bahwa manusia akan cenderung mencari suatu makna lain yang relevan baginya selain makna gramatikalnya. Aduh, kayak kok jadi seperti pelajaran bahasa tata bahasa Indonesia nih…

Nah, ahli bahasa di sana boleh saja yang menemukan gejala bahasa itu, kemudian menyebutnya dengan istilah makna konotatif. Nah, di sinilah, ada ahli ilmu lain, yang jenius, yang mengubah pengetahuan ini menjadi suatu ilmu yang aplicable. Ilmu ini disebut sebagai ilmu ericksonian, atau di NLP dikenal sebagai Milton Model.

Melalui belajar secara ekstensif dan pengamatan yang luar biasa kepada pakar hypnotism bernama Milton H. Erickson, Richard Bandler dan John Grinder mendapati pemahaman bahwa jika suatu kalimat dibuat menjadi sedemikian general, istilahnya cukup vague. Dilakukan dengan cara melakukan proses yang disebut chunk up, maka kalimat itu akan memiliki makna hypnotic. Kalimat semacam itu akan bisa relate dengan siapapun yang mendengarnya. Setiap orang akan mencari dan mendapatkan sekeping makna yang sesuai dengan dirinya, dan pasti akan selalu sesuai karena level bahasanya sangat vague.

(BTW, jika ada yang sedikit bingung dengan penjelasan di atas, gak papa. Welcome-lah pada kebingungan… Karena kebingungan menandakan suatu situasi dimana seseorang ingin memahami suatu ilmu, namun resources belum mencukupi. Jadi ayo cari tambahan resources di pelatihan yang baik, agar menjadi mencukupi.)

Kembali pada kisah lucu di atas, gejala hypnotic muncul dalam dua level, level pertama adalah pada si Anak, level ke dua pada pembaca cerita ini. Luar biasa bukan…, kelihatannya cuman sebuah cerita namun punya kekuatan hypnotic. Perhatikan bahwa baik si Anak maupun Anda sendiri mengambil makna yang berbeda atas makna kataSayang…, cepetan lampunya dimatiin, ntar kujilatin deh kan enak banget…’ Makna apapun yang diambil, akan selalu relate dengan latar belakang, pemahaman, dan abstraksi dari pendengarnya.

Dalam NLP, gejala di atas disebut sebagai syntactic ambiguity, apa artinya? Artinya adalah susunan syntax kalimat itu sangat ambigu, tidak jelas katakujilatin itu mengacu pada objek yang mana dalam kalimat itu. Sehingga pendengar akan mencari sendiri korelasi kalimat itu berdasarkan pemahaman yang paling masuk diakalnya masing-masing. Syntactic ambiguity ini muncul sebagai akibat dari proses deletion, di mana kata kujilatin dihilangkan objeknya sehingga pikiran akan melengkapinya sendiri.

Inilah keajaiban proses pikiran manusia, atau di sisi lain juga bisa dilihat juga ke rentanan pikiran manusia. Tergantung dari mana kita melihatnya dulu. Akan menjadi rentan jika proses diatas dilakukan dengan sengaja dengan suatu kalimat yang well crafted, seperti yang dilakukan para penipu yang melalui SMS. Nah, ini kapan-kapan saya akan bahas di tulisan lain.

 

 

Efek Buruk

Mari kita menyelam lebih dalam lagi ke arah yang lebih riil, supaya lantas membumi dengan kehidupan sehari-hari. Berikut akan saya kisahkan lagi omongan Bu Guru di suatu sekolahan, namun ini kisah nyata dari keluarga sahabat saya.

Suatu hari, sahabat saya dipanggil oleh Bu Guru ke sekolah anaknya yang masih kelas 4 SD, diminta untuk mendiskusikan sesuatu. Setelah bertemu, Bu Guru menyatakan bahwa si Putri (nama samaran), kok selalu maunya duduk di bangku belakang di kelas, tidak mau dan bahkan menangis keras jika disuruh duduk di depan kelas. Saat di selidiki lebih jauh oleh Bu Guru, si Putri menjawab bahwa ayahnya yang melarang hal itu. Tentunya Bu Guru bingung dan ingin tahu kenapa Bapaknya melarang anaknya duduk di bangku depan kelas.

Ayah dan Ibu si Putri bingung, dan nggak habis pikir, karena mereka merasa tidak pernah melarang anaknya duduk di bangku depan. Mereka akhirnya sepakat, agar secara pelan-pelan orangtua itu mencari tahu penyebabnya apa.

Setelah beberapa hari berlalu, mereka belum juga berhasil mendapat jawaban dari anaknya soal itu. Anaknya tidak mau menjawab dan marah marah atau nangis dan berlari jika ditanya hal itu. Aduh pusing benar si Bapak Ibu ini.

Suatu hari minggu, si Bapak dan Ibu sedang menonton TV di rumah bersama adiknya si Putri yang masih kelas 2 SD, anggap saja namanya Dinda (samaran), sedangkan si Putri sedang bermain di tetangga sebelah. Sebagaimana anak kecil lainnya, saat nonton TV acara anak yang menarik perhatiannya, maka ia maju ke depan dan menonton TV dengan sangat dekat. Keruan saja si Bapak dan Ibu tanpa dikomando berteriak keras “Dinda!!! Jangan duduk di depan terlalu dekat!!! Duduk terlalu depan da terlalu dekat itu nggak baik!!! Mau dicubit!!!?”.

Jegreng! “Heii, kamu ketahuan…., kok marah lagi… dengan anaknya…”

Inilah rupanya penyebab perilaku si Putri di kelas.

Saat orang tua itu berteriak, detik itu pula sontak mereka tersadar bahwa kalimat yang sama itulah yang dipahami si Putri di kelas sehingga ia tidak mau duduk di kursi depan kelas, karena akan terlalu dekat! Tertegunlah ke dua orang itu, dan langsung menelepon saya, menceritakan dan bertanya bagaimana cara menyelesaikan hal ini… Ya ampuuuuun…

Sekali lagi, rupanya si Putri memahami kalimat orang tuanya secara salah, karena adanya sintactic ambiguity dalam kalimat itu. Kalimat orang tuanya telah men-delete objek larangan itu. Orang tuanya mengasumsikan bahwa seharusnya si Putri tahu bahwa larangan itu maksudnya adalah jangan terlalu dekat dengan TV. “Kan larangan itu konteksnya sedang menonton TV…“, kilah orang tuanya.

Kring…, kring…, halo Bapak Ibu…. Hallllooooooooo?, HIndari mengasumsikan anak seharusnya SUDAH TAHU maksud kita. Hindari mengasumsikan anak bisa memahami konteks kalimat yang kita katakan. Kitalah yang seharusnya SUDAH TAHU bahwa mereka masih anak-anak, mereka masih belajar memahami bahasa. Bahkan ilmu mengenali asumsi adalah soal belajar seumur hidup, lha buktinya sampai sekarang saja orang nggak sadar atas asumsi apa yang diambil orang lain atau dirinya sendiri kok.

Sesungguhnya ini bukan hanya gejala syntactic ambiguity saja, ini juga menjelaskan bagaimana anchor bekerja. Karena si ortu selalu mengucapkan kalimat itu dengan nada marah, ini menimbulkan rasa takut si Anak. Kita sudah tahu bahwa rasa takut dan sejenisnya, jika berada dalam kondisi peak, dan pada saat yang sama ada stimulus yang datang dan terfokus padanya maka stimulus itu akan menjadi anchor atas rasa takut itu. Apalagi hal ini diulang oleh orang tuanya berkali-kali, maka bisa dibayangkan seberapa kuat kata-kata menancap di kepala si Anak. Berapa lama anchor merusak ini akan bertahan di kepala si anak? Jika belum memahami anchor, silahkan membaca artikel ini dan artikel ini. Anchor bisa terjadi karena pengulangan atau karena situasi yang peak emotion. Nah, bisa dibayangkan siatuasi si Putri ini, sudah berada di kondisi peak emotion, bahkan kejadiannya berulang-ulang, maka bisa dibayangkan seberapa kuat anchor itu…

Anyway…., beberapa tahun yang lalu saya pernah juga menangani suatu klien yang kata-kata sahabatnya menjadi anchor dan baru terpicu saat ia sudah dewasa (set anchor by futured pacing). Inti ceritanya adalah ada seorang bapak mengajak istrinya ke saya, seorang wanita ayu yang punya masalah besar, suka mengumpat secara tak terkontrol dan berteriak-teriak keras jika marah.

Wanita ini rupanya dulu sat muda sangat benci pada ibunya yang sangat galak bukan main. Marah-marah, mencerca, mengumpat dan memukul adalah hal yang tiap hari dilakukan ibunya, sampai-sampai ayahnya pernah mengajak minggat si Anak karena takut ama ibunya itu. Anehnya, peristiwa ini seolah tidak berdampak buruk apapun saat masih remaja, namun begitu ia menikah, tiba-tiba saja ia memiliki perilaku seperti ibunya, perilaku galak dan suka mengumpat secara tak terkontrol jika ia sedang marah… persis seperti ibunya dulu.

Klien perempuan ini adalah sehari-hari seorang yang halus budi bahasa, ayu dan cenderung pendiam. Saat remaja ia punya sahabat perempuan tempatnya curhat. Suatu hari saat ia tidak tahan dengan perilaku ibunya, ia curhat menangis penuh benci di depan temannya itu. Seraya menasehati, teman itu berkata “Hati-hati lho, kalau kamu terlalu benci pada ibumu, ntar kalau kamu udah menikah malah jadi seperti ibumu! Kan gawat….”

Jegreng! “Heiii, kamu ketahuan…., masang future pacing… dengan temannya…”

Aduh, kawan kita ini tidak tahu bahwa ia sedang mengeset suatu anchor dengan cara future pacing. Yakni membawa seseorang berimajinasi ke depan, seraya menunjukkan apa yang akan terjadi nanti saat ada situasi spesifik (menikah) di masa yang akan datang. Perkataan temannya ini dilakukan tepat saat ia sedang hopeless, sedang marah dan benci sekaligus (peak), sehingga menjadi anchor, yang akan terpicu di masa depan. Kenapa di masa depan, karena di set demikian oleh temannya “Nanti kalau kamu menikah….“. Saat itu kata-kata temannya masih tidak relate dengan situasinya (ia belum menikah), maka kalimat itu ditelan saja sebagai ambiguity di kepalanya. Namun ambiguitu ini memiliki sifat anchor.

Hebatnya lagi yang mengeset anchor adalah sahabatnya, figur yang ia percaya, yang kata-katanya sangat ia dengarkan, sekaligus tempatnya bercurhat. Maka bisa dibayangkan kekuatan hypnotic dari anchor ini. Anchor yang dilakukan oleh orang yang lebih kuat, diperacaya dan disukai, akan memiliki kekuatan yang amat kuat.

Perempuan ini saat remaja dan dewasa hampir tidak pernah marah, bahkan manis budi bahasanya. Baru setelah ia menikah, tiba-tiba perangainya berubah. Menjadi pemarah luar biasa suka berteriak keras-keras jka mengumpat, sampai-sampai suami bahkan tetangganya saja kebingungan. Luar biasanya, hal ini adalah di luar kontrol si wanita ini. Bahkan saat mau terapi ia sempat mengatakan “Mas, jika setelah saya menceritakan kisah saya ini cuma kemudian dinasehatin oleh Anda, mendingan saya pulang dari sekarang. Saya tidak butuh nasehat moral apapun, saya sudah tahu kalau mengumpat itu berdosa. Ini terjadi semua di luar kontrol saya, rasanya saya seperti kemasukan gitu, saya juga sudah ke dukun dan paranormal, tapi nggak ada hasilnya. Jadi yang saya butuhkan bukan nasehat dari Anda, tapi terapi yang membuat saya berubah.”

Well, itulah suatu contoh anchor yang luar biasa, yang diset secara tepat waktu dan unik oleh teman curhatnya. Sayang sekali, sebagaimana semua stimulus phobia/trauma yang lainnya. Anchor hebat ini bekerja untuk tujuan yang negatif dan merusak. Bayangkan jika orang bisa membuat anchor sedahsyat ini untuk tujuan baik dan bermanfaat.

Singkat cerita, maka terapi dilakukan untuk menghancurkan, meng-collaps anchor ini sehingga tidak memiki kekuatan yang akan mengambil alih kesadaran normatif wanita ini lagi. Alhamdulillah, masalah bisa diselesaikan dengan baik.

Sementara kita simpulkan dulu kisah-kisah di atas:

  • Ambiguity, termasuk di dalamnya syntactic ambiguity memiliki kekuatan hypnotic karena efek multi interpretation dan akan selalu cocok pada pendengarnya. Ini akan menjadi sangat merusak sekali apabila efek interpretasinya negatif, disempowering, bahkan menganjurkan perbuatan keliru / bodoh / destruktif. Jika terjadi pada anak yang masih naif, maka anak akan memilih makna yang paling relate baginya, atau akan menelan begitu saja kalimat ini secara ambigu, sampai ia menemukan makna di suatu hari nanti.
  • Anchor memiliki kekuatan pemicu yang luar biasa, terutama apabila di set dengan timing yang tepat (peak emotion), dengan stimulus unik. Keukuatan ini akan berlipat ganda jika di lakukan perulangan (compounding). Sehingga jika anchor ini dipicu, maka seseorang akan langsung terbawa di luar kontrol. Apalagi jika yang mengeset anchor adalah figur dominan, terpercaya, disukai…. wah akan lebih kuat efeknya.
  • Future pacing adalah suatu kekuatan permograman pikiran untuk tujuan jangka panjang, di mana suatu perilaku akan bisa dibangkitkan di masa yang akan datang. Kenapa bisa terjadi, karena melalui future pacing seseorang akan menciptakan jejak dalam sirkuit neurologis di otaknya. Jejak dalam sirkuit neurologis ini berbentuk sama dengan jejak riil yang terjadi akibat proses pengalaman. Otak tidak membedakan antara pengalaman riil dan visualisasi (termasuk future pacing), jejak yang ditinggalkan di dalam sirkuit otak akan melalui jalur yang sama.

Nah, bagaimana jika ketiga hal itu digabungkan? Jika dilakukan dengan sengaja akan sungguh-sungguh merupakan hasil kerja yang jenius! Ilmu yang amat berbahaya, namun perlu diketahui karena akan sangat berguna bagi terapi juga. Bagaimana bisa melakukan terapi apabila struktur berhaviornya saja kok tidak tahu?

 

Oke, saya tidak ingin menimbulkan ide untuk melakukan hal itu, saya hanya ingin mengajak Anda merenungkan berbagai kejadian di rumah, di kehidupan, di sekolah, di perkerjaan. Apakah mungkin pernah terjadi pada kita, terutama anak-anak kita, bahwa secara tidak sadar kita sudah melakukan ketiga hal itu di atas? Astaghfirulloh!

Sebagai penutup, saya ingin Anda menilai sendiri suatu fenomena ini, dengan menggunakan ilmu di atas yang baru saja kita bahas. Fenomena ini adalah suatu iklan yang sempat ngetop sekali dan sampai saat ini masih dipakai.

Salah satu deterjen kawakan, yang dulu dipakai keluarga saya juga memiliki suatu jingle iklan yang berbunyi “Berani kotor itu baik…!

Iklan ini terus menerus diputar di mana-mana, di televisi, di radio, tertempel di poster, baliho, maupun neon sign besar sepanjang jalan. Bahkan rasanya masih kurang, dibuatkan pula aktivitas below the line berbentuk experiential game di berbagai kota. Menggunakan seorang tokoh iklan yang akrab dengan dunia anak, makin dahsyat kekuatan iklan ini.

Nah, pembaca yang budiman, silahkan Anda tinjau iklan itu dengan ke tiga point yang suah saya paparkan di atas, apakah terpenuhi? Apa kira-kira efeknya nanti?

Mari kita amati anak-anak yang saat iklan ini diputar mereka masih seusia SD. Entah, bagaimana setelah dewasa nanti anak seangkatan ini (cohort) akan berprilaku? Bagaimana saat nanti mereka menjadi orang tua, pemimpin, presiden, DPR, pebisnis atau karyawan. Apakah makna yang akan paling relate atas kata-kata ini nantinya?

OK, mari kita pilih tontonan bagi anak kita, permainan bagi anak kita. Mereka masih naif, mereka belum bisa kontekstual. Deletion hanya akan membingungkan mereka. Akibatnya…?

Anda bisa menilai sendiri….

Catatan
Kawan…, mari berbagi manfaat!
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…

Ronny F. Ronodirdjo.


Beritahu teman Anda tentang artikel ini
Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Posted in Education, Family and Parenting, Hypnosis/therapy |

20 Comments to “Ambiguity, anchor, dan future pacing: kombinasi yang mematikan”

  1. Teddi Says:

    Artikel yang menarik, menggelitik, dan sangat sangat fun!

    Baru saja tak kirim pe psikogama Mas. He..he..

    Salam,

    Teddi

  2. ronnyfr Says:

    Hai Ted, terima kasih atas apresiasinya..
    Tulisanmu yang terbaru mengenai Membaca manusia keren loh!
    BTW, moga-moga teman psikologi senang dengan posting NLP….
    Sukses untuk semuanya

  3. Fuad Muftie Says:

    Tulisan Pak Ronny memang beda, dibanding baca buku-buku NLP terjemahan mending nungguin tulisan2 Pak Ronny berikutnya. Lebih membumi dan langsung nancep di otak :-)

    Wassalam
    Fuad Muftie

  4. Ronny FR Says:

    Halo Pak Fuad Mufti, salam kenal …
    Terima kasih kunjungannya, tadi saya juga udah mampir ke blognya.
    Inspratif lho!

  5. bambang setiawan Says:

    jegreng! heyy, kamu ketahuan… bikin artikel bagus, dan bermanfaat.. terima kasih..

    bambang stw

  6. Ronny FR Says:

    Wahahaha,
    Jegren… Heyyy kamu ketahuan ninggalin comment kok lucu banget…….

    Pak Bambang bisa aja….

  7. Arlin Says:

    Mas ronny thanks banget, saya jadi tambah ngerti tentang ambiquity…
    soo bisa praktek nih….. tpi untuk yang positif tentunya…
    Mas ronny saya laki2x bukan Mbak ha…ha…, inget NLP4 Trainer di Sofyan Cikini (Arlin-Padang)

  8. Ronny FR Says:

    Oalaaaaah,
    ini mas Arlin yang jago firewalk ya….
    Maaf ya, kukira Mbak… hehehehe

  9. trijoko Says:

    Pak Ronny,

    Artikel ini terasa renyah dan gurih. Sangat applicable.
    Sampai sekarang positive peak emotion pada anak selalu saya manfaatkan sebagai anchor .
    God Bless U

  10. Ronny FR Says:

    Luar biasa Pak Joko…
    Salam untuk Ratri ya…

    BTW, kapan blognya mulai aktif?

  11. otty Says:

    Saya ini mulanya gak suka baca-2 ; tapi setelah ikut baca , kayaknya jadi ketagihan nih.Pak Ronny harus bertanggung jawab lo.Ha ha ha.Hebat deh.
    Lanjuuuuut !

  12. eko andi Says:

    Mas Ronny,
    Membaca artikel ini sekali lagi, saya kemudian mengamati semua orang yang ada disekitar saya, mulai dari istri, anak, ortu, adik, teman, mahasiswa, tetangga,.. Ternyata hampir semuanya memiliki ‘kebiasaan2 yang tidak efektif’ akibat respon bawah sadar, seperti takut uler, garuk2, cuil kuku, mlongo, marah2, sakit perut saat stress, sedih tanpa sebab,dan bahkan ada yang misuh-misuh kalo lagi marah ataupun senang.
    Kadang saya itu sedih sendiri karena gak bisa bantu mereka. Makanya saya pingin banget bisa terapi NLP dan sejenisnya seperti EFT, SEFT, Time-Line.
    But, Effort will be more due to my profession as a Civil Engineer, far away from this field.
    Thanks atas artikelnya yang luar biasa ini !

    ekoandi

  13. Ronny F R Says:

    Mas/Mbak Otty..

    Ketagihan belajar khan baikk…
    Hehehe…,ayo kita sama-sama belajar seumur hidup…
    Karena hidup ini hanyalah belajar

  14. Ronny F R Says:

    Mas Eko Andi,

    Nggak papa kok…
    Bandler juga tidak memiliki background di bidang psikologi apapun… Ia murni seorang programmer komputer saat awal belajar NLP. Jadi mari kita bebaskan belenggu pikiran, termasuk belenggu masa lalu kita

  15. Tanto Says:

    Pak Ronny,
    Kayaknya saya ketinggalan jauh nih. Baru baca sekarang tulisan pak Ronny. Rrruaarrr biasaaa…sangat inspiratif dan “mematikan”. Boleh aku adopsi ide-idenya kan pak ? Saya kan juga trainer, baru kecil-kecilan sih, ibaratnya masih level play group lah.. di intansi pemerintah pula ! Matur nuwun mas…

  16. Wahyu Dewanto Says:

    Mohon maaf sebelumnya kalau lama jawabnya pak Ronny

    Broken link itu kalo pak Ronny mencantumkan link atau tujuan URL ke alamat internet lain, tapi tujuan link itu sudah tidak ada.

    Broken link nya ada di artikel yang berjudul “ambiguity anchor dan future pacing kombinasi yang mematikan”

    Ketika sampai pada kalimat “Jika belum memahami anchor, silahkan membaca artikel ini dan artikel ini.” Pak Ronny menaruh link pada kata “artikel ini”. Kata “artikel ini” yang kedua itulah yang mengandung broken link.

    Jika penjelasan saya kurang jelas, mohon di konsultasikan kembali

    Terima Kasih

  17. Ronny FR Says:

    Mas Tanto,
    Terima kasih sudah mampir…
    Nggak ketinggalan kok, karena kita juga masih jalan terussss…
    Silahkan mampir lagi dan share pengalaman Anda di sini.

    Sukses!

  18. Ronny FR Says:

    Ya Mas Wahyu,
    Terima kasih sekali atas info lengkapnya.
    Saya perbaiki deh..

  19. krisno kw Says:

    Mas Ronny Sekses !!!!,
    Artikel yang mas tulis sangat bagus, bahkan semakin memacu anchor saya pribadi untuk lebih giat belajar NLP karena membuka wacana menarik tentang bagaimana menjadi person yang baik di semua lingkungan (masyarakat, keluarga, kantor dll). Utamanya lingkungan keluarga karena seringkali tanpa kita sadari saya sebagai ayah menciptakan syntactic ambiguity, anchor & future pacing yg yg negative kepada anak2 kita. Sekali lagi Sukses & selalu Sehat untuk Mas Ronny.

  20. Ronny FR Says:

    Terima kasih Mas Krisno!

    Komentar Anda juga makin memicu saya untuk berkarya dan berbagi.

    Saya doakan Anda sekeluarga juga senantiasa sehat, penuh berkah, berkelimpahan dan sukses bahagia… Amien

Tulis Pendapat Anda Di Sini

RSS

  • TRAINER SAYA


    Kiri : John Grinder
    (Co-Founder NLP - USA)

    Kiri : Steve Boyley
    (The Performance Institute of NLP - Canada)

    Kiri : Michael Losier
    (Author : Law Of Attraction Book)

    Kiri : Dr. Will Horton
    (NF-NLP - USA)

    Kanan : Andrew Bryant
    (NS-NLP Self-Leadership Australia)

    Kiri : Lee Sheng Wah (AsiaNLP - Taiwan)

    Kiri : Allan Pease
    (US Body Language Master Trainer)
  • ShoutBox

    1264 spams blocked
    Last Message 7 hours, 4 minutes ago
    • Info : Mohon jawab soal matematika dibawah ini sebelum kirim pesan, anti spam nih...
    • midi : topbgt :smile:
    • Guest_1815 : :P :P
    • rio_cell : thx uda bagi ilmu di seminar unstopable, ilmunya TOP BGT. klo ada lg tlg diundang ye...tak tunggu info2nya... :D :D
    • tubbies : salam kenal
    • Guest_1138 : Sorry..belum semapt nulis nama saya bang..Iyung :D
    • Guest_1138 : Ass..Bang Ronny, mat kenal..wah,aku jadi malu..sdh 2 hari buka blog ini, baru sekarang bekenalan..asyik banget Bang,untuk seorang motivator. Saya mau belajar banyak dengan Bang Ronny,sekalian minta ijin nich, artikelnya saya cetak.
    • Guest_1754 : C'est bon, j'aime votre blog. j'espere que il y aura bcp de personne d'etre succes
    • Agus Supriyanto : Salam kenal mas Roni, wah. rupanya Mas Roni TDa juga toh.. Kapan-kapan kita ketemu di Forum Jum'at Sore mas :)
    • muhib_puter : kenapa bahasa indonesia blm ad undang2x ? :cry:
    • Guest_2485 : NPL it ap ?
    • Ronny R F : Mas Zenu, untuk kuliah di Fakultas Psikologi sejauh ini belum ada jurusan NLP. Namun beberapa Perguruan Tinggi yang ada Fak Psikologi memang sudah membuka diri pada disiplin ini, bbrp diantaranya dari Psi UGM dan UI. Mungkin di masa yad, akan ada NLP di Fapsi.
    • zenu : assalamualaikum, pak ronny, bulan-bulan ini kan saya mau daftar kuliah, dan ingin masuk jurusan psikologi,(ya karena saya demen banget sama psikologi) tapi saya sekarang bingung?? soalnya bidang psikologi cakupanya sangat luas sekali, yang psikologi islam lah, psikologi perkembangan lah, saya jadi bingung! tapi yang saya inginkan psikologi yang ada kaitanya dengan nlp itu kira-kira apa ya??? mohon bantuanya,??? dan terima kasih sebelumnya, sukses selalu buat anda! 8-)
    • zenu : assalamualaikum,
    • Ronny F R : Maksud Mas Zenu Bukunya Ibrahim Elfikry? Menurut saya bagus juga sebagai dasar..., memang agak disayangkan terjemahannya banyak yang istilahnya menjadi tidak tepat. Kalau sekolah/kuliah khusus NLP belum ada di Indonesia Mas. Kursus sih ada banyak..., tinggal browse internet khan..
    • zenu : mas ronny mau nanya nih? tanggapan anda tentang Dr. Ibrahim elfiky tu gmn ? dan juga kalau mau sekolah atau kuliah yang khusus nlp di indonesia kira-kira ada nggak? makasih sebelumna!javasc ript:appendSmile y(':smile:') :smile: :smile:
    • Ronny F R : Halo Mas Hardy, tunggu ya BUku saya lagi di susun nih.. wah masih kebanyakan pergi terus nihhh
    • Guest_3896 : :lol:
    • Guest_3796 : saya hardi, saya sangat senang dgn nlp, hypnosys dan hal2 yg berhubungan dengan psikologi. pak ronny apakah anda menulis buku, dan apa namanya agar saya bisa membandingkannya dgn buku DR. IBRAHIM ELFIKY DAN PAK ADIWGUNAWAN. THANK'S
    • Guest_2041 : :lol:
    • Ronny F.R. : Buat bukan siapa2, silahkan memperkenalkan diri dengan nama asli...
    • Ronny F.R. : Halo Ferry, prinsipnya bisa saja belajar hypnotis lewat buku atau lewat apapun, yang terpenting Anda mengerti dan berani praktek, kemudian meningkatkan kemampuan berdasarkan hasil praktek (behavior flexibility)
    • Bukan sapa2 : Diajarin juga donk antivirus program hipnosys yang berisi perintah jahat buat kita
    • ferry : halo om , salam kenal, kalo saya mau belajar hipnotis lewat buku, bisa tidak ? :D
    • Ronny F.R. : Halo Dwi, silahkan mendaftar milis di bagian atas
    • Ronny F.R. : Helo Inaz, silahkan bergabung
  • 10 ARTIKEL POPULER

  • PENDAPAT TERBARU

  • SPAM TERTANGKAP