Reframing gaya Bo Derek
Written by ronnyfr on 20 December 2007 – 12:28 pm - 680 kali dibaca.Beberapa saat yang lalu, saat sedang di Senayan City, saya berjalan di salah satu counter/toko tertentu yang tengah direnovasi. Seperti biasa, toko yang sedang direnovasi ditutup dengan tripleks agar tidak terlihat aktivitas pembangunan dan agar tidak terkesan berantakan. Yang menarik, papan tripleks penutup itu tidak dibiarkan terpajang melompong, tapi dipasangi tulisan-tulisan unik. Salah satunya adalah sebagai berikut : “Whoever said money can’t buy happiness, simply didn’t know where to go shopping“, Bo Derek.
Dalam bahasa Indonesia kurang lebih adalah demikian “Barangsiapa mengatakan bahwa UANG TIDAK DAPAT MEMBELI KEBAHAGIAAN, jelas-jelas orang itu tidak tahu kemana musti pergi berbelanja”, Bo Derek.
Wahahaha, saat membaca itu saya tak tahan untuk langsung tertawa terpingkal-pingkal. Cerdas, lucu dan berani menantang pameo yang sudah populer “Uang tidak bisa membeli kebahagiaan”… Langsung saja saya abadikan dengan hp cdma saya, jadi maklum jika gambarnya agak kurang tajam.
Saya paling senang melihat kecerdasan jalanan seperti ini. Bahkan tak saya sangka, Bo Derek seorang bom seks di tahun 90-an pernah mengucapkan kalimat yang bisa dikategorikan sebagai reframing yang berhasil dengan baik. Tentu saja pihak-pihak shopping mall yang diuntungkan dengan adanya quotes semacam ini.
Dalam NLP, reframing adalah proses melakukan pembingkaian ulang (pemaknaan ulang) pada suatu hal yang tadinya sudah memiliki frame yang lain (preframe). Tujuan dari reframing bisa bermacam-macam, intisarinya adalah memberikan choice atau pilihan, supaya orang tidak terikat oleh makna yang membelenggu tanpa disadari. Orang bisa saja melakukan reframing untuk diri sendiri agar tidak stress, namun juga bisa untuk membantu orang lain agar lebih berdaya. Salah satu bentuk reframing yang terkenal adalah yang di dunia awam disebut sebagai berpikir positif. Namun berfikir positif tidak sama dengan reframing, ia hanyalah salah satu bentuk saja dari reframing. Melakukan reframing bisa saja untuk mendapatkan pikiran negatif, tergantung outcome-nya apa dulu.
Dalam hal pameo si Bo Derek ini, preframe-nya adalah, kebahagiaan tidak berasal dari kondisi apakah anda memiliki uang atau tidak. Memiliki uang atau tidak bukanlah penyebab orang bisa menjadi bahagia ataupun tidak. Memang sih, banyak orang kaya yang memilik begitu banyak uang memang terbukti tidak berbahagia. Banyak jutawan yang kesepian, banyak jutawan yang hidupnya berakhir tragis dengan narkoba atau bunuh diri sebagai pelarian hidup.
Yang agaknya kita lupa adalah, menjadi miskin tidak juga lantas berbahagia. Banyak juga orang miskin bunuh diri dan stress. Ada juga yang narkoba, namun karena narkoba mahal akhirnya merembet ke kejahatan untuk mendapatkan modal beli narkoba.
Kita memang tidak bisa menutup mata bahwa ada banyak orang miskin dan tidak punya uang yang berbahagia. Mereka senang, gembira, menikmati hidupnya. Sederhana tapi asyik adanya…. Namun jangan lupa juga, banyak orang kaya hidupnya juga sangat berbahagia. Bisa mendapatkan segala macam apapun yang diinginkan di dunia ini. Jadi memang uang bukan penentu kebahagiaan, namun uang dapat membantu kita mendapatkan kebahagiaan. Jelas dong!
Ada banyak cara orang mendapatkan kebahagiaan, mendekatkan diri dengan Tuhan, berusaha selalu makan enak, berhubungan cinta dan seks, pergi shopping, berolah raga, atau sekedar nongkrong melamun. Beberapa artis perempuan Indonesia pernah menyatakan bahwa daripada stress dan kemudian ‘ngabisin duit ke ahli jiwa, mendingan duitnya dipakai buat shopping. Stressnya hilang dan dapat berbagai macam benda bagus malahan. Hahaha, ada-ada saja cara orang membolak balik makna.
Reframing berbasis pada suatu presuposisi : The map is not the territory, and we always respond to the territory. Nah, apabila kita mengalamai masalah dalam hidup, dan masalah itu sendiri tidak bisa di apa-apakan. Anda tidak punya daya untuk mengubah masalah itu, misal itu dipengaruhi keputusan politis, dilingkupi oeraturan perusahaan yang sudah baku, atau dilakukan oleh tetangga yang lebih preman dari Anda dan sebagainya. Maka, saat seperti itu, dimana Anda tidak bisa mengubah situasi (territory), maka ubahlah langsung map Anda. Ubahlah cara Anda mengartikan peristiwa itu, situasi itu. Buat makna baru dengan menggunakan reframing, bisa reframing content, atau reframaing context.
Reframing content dipergunakan untuk mengubah langsung suatu makna, dengan cara mengajukan pertanyaan : “Makna lain apa yang bisa saya ambil dari peristiwa/situasi ini, yang berguna buat saya?”. Sedangkan reframing context dilakukan dengan mengajukan pertanyaan “Dalam konteks lain apa, situasi/persoalan ini bisa dipandang sebagai menguntungkan/baik buat saya?”
Sebagai penutup, saya kutipkan lagi satu quote tentang uang dari Neil Simon : “Money brings happiness. But after a certain point, it just brings more money .”
Wuallllah! Salam penuh makna!
Catatan
Kawan…, mari berbagi manfaat!
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…
Ronny F. Ronodirdjo.
Cetak Artikel Ini
Posted in NLP |












January 3rd, 2008 at 5:52 am
Mas ronny,..Mungkin kita bisa mengubah frame dari suatu kejadian,yang menjadi pertanyaan bagi saya mas…Kalau suatu teritory yang ingin kita ubah itu terjadi berulang ulang dan pemicunyapun sangat banyak bagaimana ya mas kita menjaga atau mempertahankan frame yang baru kita pasang…O…Iya mas ronny kasih tips cara memodel keunggulan orang lain donk mas…Makasi…Mas ronny
January 3rd, 2008 at 11:44 pm
Ya, benar Mas,
Kita bisa paka teknik collapsing anchor, misal swish pattern. Jadi semua stimulus dari luar kita hancurkan kekuatannya, sehingga tidak memicu lagi respons apapun pd kita.
Utk modelling, pembahasannya panjang, saya usahakan untuk menulis di artikel saja.
Salah satu adalah :
Modelling excellence dengan cara memodel keunggulan orang lain dari 3 aspek :
1. Belief system
2. Mental Sequence (dgn strategy elicitation)
3. Fisiology
Jadi kalau mau memodel keunggulan Presiden Soekarno dalam berorasi, pastikan Anda bisa mendapatkan informasi mengenai bgmn ke tiga hal diatas dimiliki/dilakukan oleh beliau (yg berhubungan dengan orasi), maka akan mudah memodel keunggulannya P Soekarno.
Semoga membantu…
January 7th, 2008 at 12:35 am
Pak ronny, saya sangat tertarik dengan teknik collapsing anchor
bisa dijelaskan sedikit pak caranya seperti apa?
January 8th, 2008 at 12:35 am
Ide collapsing anchor artinya menghancurkan kekuatan suatu anchor, sehingga tidak lagi punya kekuatan pada subjek itu.
Cara yang mudah dimengerti adalah dengan cara memicu 2 buah anchor secara bersamaan. Jika salah satu anchor lebih kuat, ia akan meng-collaps yang lainnya.
Anchor juga bisa dicollaps dengan teknik swish pattern, karena teknik ini sebenarnya derivasi dari collapsing anchor. Dengan cara menimpa cue image dengan desire image.
Cara lain adalah dengan mengedit submodality anchor, sehingga anchor tidak lagi memiliki representasi yang kuat dalam map ybs.
Semoga membantu Pak Arief.
Thanks