Sekalipun jam sudah menunjukkan pukul 10.55, nampaknya para peserta pestablogger 2007 masih cukup sabar menunggu pembukaan acara pestablogger yang sedianya akan dibuka pukul 10.30. Entah saking antusiasnya peserta atas gawe pertama blogger nasional, atau lagi semangat tukeran link, maka kemunduran acara seolah bukan merupakan hal yang penting.

Menunggu acara dibuka, berbagai komunitas nampak berkumpul di luar ruangan dan sejumlah lain nampak sibuk mencari-cari temannya. Saya sendiri pertama ketemu dengan Rony Yurizman, komandannya TDA (Tangan Di Atas), persis di pintu masuk Blitz. Dengan ramah dia mengenalkan saya dengan para member TDA yang lain. Saat ngobrol Rony sempat bercerita bahwa ia selalu mendorong semua anggota milis TDA untuk memiliki blog sendiri, dan jangan hanya menulis di milis TDA saja. Luar biasa, selain mendorong bangsa ini menuju era wirausaha, rupanya Rony juga mendorong budaya menulis melalui blog.
Saat bersama Rony sempat dikenalkan dengan Yodhia, seorang konsultan Strategic Management. Nambah kenalan baru nih, ini yang menarik dari acara ini. Yodhia yang bernama panjang unik Yodhia Antariksa ini nampaknya tidak memenuhi harapan orang tuanya untuk menjadi antariksawan, dan memilih berkarier di dunia konsultan strategi manajemen. Blognya keren, menyajikan ilmu strategi manajemen seperti keripik (enak dan mudah dikunyah).
Tak lama kemudian saya bertemu dengan RAB (Rahmadian Adi Broto), seorang penulis buku dan juga penulis tetap di www.pembelajar.com. RAB ini sangat luar biasa, di mana saya beredar, kok sering kali ketemu dengannya. RAB menceritakan mengenai aktivitasnya sekarang : mengajar di Sekolah Penulis Pembelajar bersama dengan Andreas Harefa. Salah satu judul kursusnya yang dahsyat : “Membuat Blog Menjadi Buku” mustinya kudu dihadiri oleh seluruh blogger Indonesia.
Saat saya kenalkan dengan para blogger lain, kontan saja flyer kursus menulis yang dibawa RAB ini langsung menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Seorang blogger baru bahkan langsung dengan terang-terangan ingin mengikuti acara kursusnya. Wah, laku juragan ini!
Yang paling seru saat bertemu Pak Wimar Witoelar (WW), beliau masih saja dengan gayanya yang sangat ramah dan bersahabat. Terakhir saya ketemu beliau tahun 2004 di acara workshop Perlindungan Anak di Unicef, saat itu saya sebagai fasilitator dan beliau narasumber. Saat bersalaman beliau mengenalkan saya pada tim www.perspektif.net -nya : “Ini dia orangnya, boss saya saat di Istana Presiden dulu. Dia kerja untuk salah satu presiden terbaik di Indonesia“.
Waduh, bisa-bisanya WW menyebut saya sebagai boss-nya di Istana. Sebenarnya dulu saya sempat diminta men-support di Tim Juru Bicara Istana sebagai Tim Media, jadi jelas bukan boss-nya WW dong… Namun saya memang lebih dulu satu tahun di Istana sebagai Staf Ahli Ibu Negara RI sebelum WW diminta Gusdur menjadi Juru Bicara.
Saya teringat suatu pengalaman unik sewaktu barengan WW ke salah satu negara, yang sekaligus merupakan perjalanan pertama WW sebagai Juru Bicara Persiden RI. Lucu sekali, posisinya sebagai Juru Bicara rupanya belum ada dalam struktur istana. Nah ini mengakibatkan ia dipersamakan dengan Juru Rias (make up Ibu Negara), Juru Foto (Fotografer Istana) dan juru-juru yang lain. Saya tidak tahu apakah ini berarti dipersamakan secara strata organisasi, berarti sama-sama Juru maka fasilitas yang dinikmati akan sama, misal uang saku, kelas kamar hotel, dll. WW pasti tidak akan melupakan pengalaman ini.
Salah satu kenalan baru pada acara ini, merupakan peserta sekaligus fasilitator diskusi paling favorit, yakni Maylaffayza. Seorang pemain violin berbakat, dan berpenampilan sangat menarik di hari itu. Silahkan lihat sendiri fotonya. Setiap kali ia tampil disorot kamera, sontak ruangan studio megablitz gemuruh dengan suitan-suitan. 
Saat saya mampir di blognya tertulis dengan indah dan besar namanya di atas dengan font gaya berlian (Diamond) seperti logo Fashion TV, dan di bawahnya ada tagline : “I play my violin like I make love“. Sungguh dahsyat tagline ini, menggetarkan bulu roma.
Jika ditinjau dengan NLP, tulisan tagline ini sarat dengan presuposition. Presuposisi ini bermakna demikian : Jika Anda tahu cara saya bermain cinta, seperti itulah cara saya bermain violin. Wiiiih, saya jadi tergelitik sedikit untuk menyelami tagline itu …. Saya harap Maylaffayza tidak keberatan jika saya mengutik-utik tagline-nya itu :
- Ia hebat saat make love, berarti permainan violinnya sama hebatnya.
- Ia asyik saat make love, berarti permainan violin-nya sama asyiknya.
- Ia dahsyat saat make love, berarti permainan violin-nya sama dahsyatnya.
- Ia ……… saat make love, berarti permainan violinnya sama ……….. -nya.
Silahkan Anda sendiri yang melanjutkannya….
Nah, tadi sudah kita tinjau dari NLP, bagaimana jika ditinjau dengan hypnosis? Secara ilmu hypnosis, tagline ini akan menimbulkan light trance dan ‘tds’ bagi yang membacanya. Ck ck ck…. bisa-bisanya Maylaffayza ini…
Saat acara berlangsung, sempat duduk di sekitar warga TDA, saya sempat bertemu Faif Yusuf pemilik usaha busana muslim di blog ini. Berkenalan juga dengan Hendy -anak muda- pemilik jaringan franchise terkenal Kebab Babarafi . Sungguh acara yang menarik, banyak orang terkenal di sini.
Ada hal menarik perhatian saya dalam acara ini. Di awal acara WW sempat meminta 2 orang untuk menyapa forum talkshow. Kedua orang ini berasal dari Poso, didaulat sebagai peserta yang datang dari lokasi paling jauh. Saat bicara, dia memulai dengan satu kalimat yang kurang lebih demikian “Saya sangat terharu dan bersyukur, bahwa saya yang berasal dari daerah kecil dan jauh, ternyata mendapat perhatian disini, Peace Poso!”. Hmmm, dalam kalimat pendek itu terasa suatu rasa syukur dan sekaligus ada ungkapan doa bagi perdamaian di Poso. Amien.
Kemudian ia lanjutkan kisahnya bahwa mereka berangkat dengan uang sokongan dari beberapa teman. Sempat menunggu lama di bandara, dan akhirnya mendapat tiket pesawat ke Jakarta dengan harga tiket lebih dari sejuta perak. Dengan polos diceritakan bahwa uang hasil sokongan teman-temannya itu ternyata habis hanya untuk berangkat saja, tapi dasar mereka niat, maka mereka nekat berangkat saja. Kisah ini disambut dengan tepuk tangan dan tawa gemuruh, masing-masing berintepretasi sendiri dengan kisah orang ini.
Untuk menutup tulisan ini, saya bisa katakan acara Pestablogger ini unik dan pantas diacungi jempol. Saya mendukung lebih jauh adanya impian, agar para guru se Indonesia memiliki blog, agar mempermudah murid sekolahnya dalam belajar. Saya juga ikut berbangga bahwa hari ini (27 Oktober) resmi dinyatakan sabagai Hari Blogger Indonesia oleh Pak Menteri!



Ron, it’s really nice to know you…..an expert in NLP. Next time, kalo ada klien saya yang minta training NLP, saya pasti akan kontak Anda. (Ini dia…..the law of attraction…..hehehehehe).l
Kang Yodhia, thanks kunjungannya…
Saya juga senang bisa kenal dengan Anda, fotonya keren tuh!
Ini saya pasang link juga ke blog Anda
Hi Mas Ronny,
thank you sudah memuat saya di blog mas Ronny dan menganalisa tag line saya:) Tag line tersebut sebetulnya filosofis. Dasar filosofinya, bahwa ‘make love’ itu adalah one of the greatest most beautiful give from God yang ada diturunkan dalam kehidupan manusia yang di wakili dalam bentuk kesatuan (unity) dari jiwa dan tubuh. Berdasarkan filosofi tersebut, saya menjalani hidup saya sebagai violinist. To be grateful of God’s greatest most beautiful gift kepada saya (musik,talent saya dalam bermusik, dalam memainkan biola) dimana saya menjalankannya dalam kehidupan saya (yang diwakili dengan karir saya dalam bermain biola), saya jalankan dengan totalitas unity/kesatuan dari jiwa dan raga.
Tag line saya di album saya sekarang, yang sudah release dari 2008 adalah:
Liberate Your Self!
Silahkan memaknai tag line tersebut:)
Have a liberating day, mas Ronny:)
Hai Maylaffayza
Thanks sudah mampir di sini…
Rupanya kita nyambung juga…
Saya setuju banget, bahwa ‘make love’ itu adalah one of the greatest most beautiful give from God…!
Nah untuk tag line barunya:
Liberate Your Self!
Pas banget ama NLP!
Ayo,kapan-kapan ketemu…