Melihat Law Of Attraction dari sisi Quantum Ikhlas
Written by ronnyfr on 25 October 2007 – 6:49 pm - 1,799 kali dibaca.Halo semuanya,
Selasa malam yang lalu, saya jadi barengan tampil dengan Mas Nunu (Erbe Sentanu) membawakan “Seminar Hidup di Alam Vibrasi”. Alhamdulillah, berlangsung dengan sukses, dihadiri sekitar 80-an peserta sekalipun sebenarnya Jakarta sempat diguyur hujan dari sore.
Secara nama, saya sudah mengenal Mas Nunu semenjak memiliki buku “Piece Of Mind ” yang diterjemahkannya dan mendapat kasetnya beberapa tahun yang lalu. Tidak disangka-sangka akhirnya pada selasa kemarin diminta tampil bersama oleh Panitia Seminar. Pertemuan dengan Mas Nunu sendiri saya anggap sebagai bagian dari LoA itu sendiri, karena waktu saya membeli buku Quantum Ikhlas di Trimedia 2 bulan yang lalu, saya sempat berfikir untuk mengenalnya lebih jauh… dan bertukar pikiran mengenai LoA dari sudut pandang masing-masing… Eh gubrak, tiba-tiba 2 minggu yang lalu diminta oleh Mbak Budi untuk tampil bersama dalam satu forum.
Di mata saya acara malam itu merupakan kombinasi yang unik, dimana Mas Nunu membahas LoA dari sisi Quantum Ikhlas, dan saya membahasnya dari disiplin NLP tentunya. Dan luar biasa, dalam usia lebih dari kepala 4, Mas Nunu masih terlihat muda lho.
Bagi siapa diantara Anda yang sudah menonton Film “The Secret” biasanya digelitik oleh suatu pikiran kenapa dalam film ini ada beberapa hal yang dirasa mengganjal. Misal kenapa permintaan kita akan direspon oleh alam semesta seperti permintaan Alladin yang menggosok lampu ajaib yang selalu direspon oleh Jin di dalamnya dengan kata “Your wish is my command!”. Selain itu ganjalan lain, kok dibagian akhir disebut bahwa Tuhan sama dengan Energi, dan Tuhan berada di dalam diri kita atau kita sendiri adalah Tuhan. Beberapa hal itu akan dirasa menggelitik atau justru membuat sejumlah orang merasa risih dan sampai merasa menolak “konsep” LoA.
Saya sendiri melihat film ini lebih secara esensial, bahwa kita diingatkan untuk selalu feel happy, bersyukur dan merasa berkelimpahan. Beberapa hal yang saya anggap tidak cocok ya sudah ditinggalkan saja. Toh kita punya filter agama dan pikiran yang cukup.
Mas Nunu sendiri mengaku kerap ditanya oleh pembaca bukunya, dimana diletakkan Tuhan YME dalam film The Secret atau dalam “konsep” LoA itu? Saya setuju, bahwa LoA ‘hanyalah’ suatu istilah untuk menjelaskan adanya suatu fenomena attraction (tarik menarik) di level kuanta (quantum) di setiap benda. Dan jelas semua benda berserta perilaku dan sifat-sifatnya adalah ciptaan Beliau YME.
Di setiap benda padat, jika kita telaah lebih jauh, digunakan mikroskop elektron dan seterusnya maka akan dijumpai bahwa didalamnya adalah medan energi quanta yang memiliki vibrasi tinggi. Jauh lebih tinggi dari vibrasi benda padat manapun yang bisa kita raba. Dan sebenarnya di “kedalaman” setiap benda padat sebenarnya tersusun oleh energi quanta yang sama. Dan ternyata energi quanta ini melingkupi semua hal yang ada di alam semesta ini. Jadi di level quanta semua hal, mahluk hidup, benda di alam semesta ini berhubungan satu sama lain. Inilah kenapa suatu vibrasi akan menyebabkan vibrasi di tempat lain, atau dengan kata lain terjadi resonansi. Ini adalah ilmu pengetahuan, demikian ditegaskan oleh Mas Nunu.
Mendengar ulasan dari Mas Nunu, mengingatkan waktu tahun 2005 saya melihat film “What The Bleep Do We Know“. Film mengenai fisika kuantum yang dibuat dengan cara kontemporer, sehingga orang awam mudah mengerti. Film itu secara jelas memvisualisasikan hal yang dijelaskan oleh Mas Nunu dengan ilmu Fisika Kuantumnya itu.
Dengan cepat pula segera terlintas artikel Alam Semesta Sebagai Hologram yang pernah saya muat di blog ini. Sejajar, mirip, berhubungan. Sifat kuanta yang berhubungan satu sama lain, dijelaskan oleh Pribram sebagai sifat holografis, suatu hal berada di setiap hal secara bersama-sama.
Secara ringkas, saya bisa mengatakan bahwa Mas Nunu dengan Quantum Ikhlasnya bisa menjawab secara mendasar kegelisahan kita yang beragama dalam melihat fenomena The Secret atau mekanisme LoA ini. Selamat ya Mas Nunu, suatu pencapaian yang luar biasa.
LoA dalam Perspektif NLP
Perspektif NLP yang saya usung seperti biasanya berangkat dari suatu premis, jika ada orang lain atau diri kita sendiri bisa melakukan suatu hal, maka hal itu seharusnya bisa dimodel untuk direplikasi.
Jika kita pernah mengalami persitiwa yang kita anggap kebetulan, seperti sedang melamunkan sesuatu, eh kok terjadi. Sedang membayangkan seseorang, eh dia menelepon. Sedang menginginkan sesuatu, eh ada teman yang nawarin. Fenomena seperti itu begitu sering terjadi dan dinafikkan oleh sebagian besar manusia sebagai suatu yang bukan kebetulan. Dalam istilah LoA disebut sebagai Indeliberate Intention. Nah pertanyaannya adalah, bagaimana caranya itu direplikasi, dijadikan deliberate intention?
Bagaimana caranya jika kita sedang menginginkan sesuatu, supaya sesuatu itu bisa “di-attract” dengan sengaja. Jika kita merindukan seseorang, maka orang itu bisa “di-attract” untuk menelepon kita dan seterusnya. Inilah semangat NLP. Kata sepupu ABG saya, ihhhh NLP bangets!
Nah, salah satu trainer LoA yang terkenal dimana saya belajar adalah Michael Losier (www.lawofattractionbook.com). Ia adalah trainer LoA yang menggunakan NLP. Klop! Jadi apa hubungan NLP dan LoA? NLP sebagai ilmu modelling, membantu kita mempelajari LoA agar bisa dimodel sehingga cocok dan works untuk kita. Asyik deh…
Pertanyaan terakhir :
Jika sukses bisa dicapai melalui dua cara, cara mudah dan cara sulit…, Anda memilih yang mana?
Catatan
Kawan…, mari berbagi manfaat!
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…
Ronny F. Ronodirdjo.
Cetak Artikel Ini
Posted in Law Of Attraction |












October 27th, 2007 at 5:37 am
Alhamdulillah ya mas, acaranya bisa berjalan dengan baik dan sukses
October 27th, 2007 at 1:56 pm
Ya Mbak Henny Budi,
Tentunya juga berkat usaha dan upaya Mbak Budi ..
Sukses selalu
January 23rd, 2008 at 7:40 am
Makin banyak membaca tulisan Mas Ronny, saya makin terkagum-kagum oiii…. matur nuwun Mas. aku ingin serap dulu infonya, baru setelah itu tanya-tanya
sukses untuk semua
January 25th, 2008 at 2:29 am
Masa Adjie,
Memang, saya juga terkagum-kagum dengan bagaimana Tuhan menciptakan semua ini secara beraturan dan luar biasa.
Tinggal kita yang ikhtiar untuk memanfaatkan apa yang sudah Tuhan sediakan bagi kita…
January 26th, 2008 at 6:35 pm
Hmm… Gimana caranya..??
January 29th, 2008 at 3:38 am
SubhanAllah, Ia create segala sesuatunya berdasarkan SUATU SISTEM YANG RAPI DAN TERINTEGRASI, bukankah Ia pernah berujar, AKU BERDASARKAN PERSANGKAAN HAMBA-KU, MAKA BERSANGKALAH DENGAN-KU. So, yang Mas Nunu dan Mas Ronny kasih tau ke kita itu adalah sebuah PENEGASAN dan BUKTI dari keagungan-Nya. Always feel happy with Him and semoga terus bisa mencahayai banyak orang. Amin
January 31st, 2008 at 12:54 am
Mas Yusf abd Mas Hafidz, thanks kunjungannya.
Untuk Mas yusf, caranya bisa dibaca di artikel terkait.
Untuk Mas hafidz, saya setuju sekali
February 29th, 2008 at 10:24 am
Just want to say “God bless you all”
March 2nd, 2008 at 2:11 pm
Thanks Pak Made,
Namaste
March 25th, 2008 at 1:36 am
Ass wr wb
Salam kenal mas Rony
Pertanyaan yang menggelitik adalah ” Dimana posisi Tuhan YME dalam LOA? ” Saya cukup lama menggunakan hukum ketertarikan ini sepanjang hidup saya. Hukum ketertarikan adalah sunnatullah, hukum alam sama sepertihukum gravitasi.
Sayang penulis LOA hanya menggunakan nya untuk kesuksesan dunia mereka akan bertemu dengan s.Al Israak ayat 18, yang mengatakan siapa yang ingin dunia akan diberi dunia saja , diakhirat …..masuk jahannam. Hati hatilah LOA berlaku sepanjang zaman didunia dan akhirat. Ayat Qur’an banyak sekali yang mendukung teori LOA ini .
Kalau mas ada kesempatan saya ingin sekali mendiskusikan masalah ini dengan mas atau teman lainnya . Bagi rekan yang ingin tahu hubungan LOA dengan Qur’an silahkan mampir ketempat saya
wasalamualikum wr wb
March 30th, 2008 at 11:53 pm
Wa’alaikum salam Mas Fadzil,
Salam kenal kembali, thanks atas kunjungannya…
Saya sudah mengunjungi blog Anda dan saya sangat respek atas 3 prinsip hidup Anda. Blog Anda juga menarik!
Mengenai pertanyaan Anda, sebenarnya semua sudah terjawab dalam tulisan saya yang lain. Semua di alam semesta / galaksi in iterjadi karena atas ijin Beliau Tuhan YME / Alloh SWT.
Demikian Mas Fadzil
Semoga kita selalu dalam ampunan Beliau YM Pengampun.
Amien