Metart fozporn Metropolis 2008 porn adult Meture porn Mexican gay porn Mexican girls porn Mexican porn Mexican porn gallery Mexican teen porn Mexicanas porno Mexico porn site Mf tranny porn free Mff porn Mff porn free movies Michelle bieth porn Mickey james porn Mickie james porn movie Mickie james porn vid Middleschool porn Midget porno Midget tranny porn Midgets porn pictures Midgit porn Miget porn Migit porn Mikayla porn videos Milf lesbian porn Milf porno Milf stockings free porn Milf pornography Milfs free porn xxx Military men porn Military porn site Mimi mcpherson porn Mind blowing porn Mindy vega famous pornstars Mini opera porn videos Mini porn clips oral Ministers in gay porn Minnesota based porn Minor porn Miranda cosgrove porn Miss cleo porn Miss u s a video drunk porn Missionary milf porn vids Missy porn bloopers Missy stone full scene porn Mistress of the dark porn video Mlf porn Mmm gay gay porn Mms porn clips Moaning porn movies Mobile phone porn Mobile porn sites Mobile porn videos Models pornstars Mom and boy porn Mom and boy porn picture galleries Mom and daughter porn movie gallery Mom and girl porn movie gallery Mom daughter incest porn Mom hardcore porn boy Mom on teen porn Mom onteen porn Mom porn Mom porn sites Mom takes advantage of boy porn Moms like it big porn Moms over 50 porn videos Moms porn Moms porn movies Moms rate porn Momspornvideo Mongolian porn pic Monica lyons porn star Monique black free porn videos Monk natalie sex stories porn Monkey business porn Monster porn Monster white dick porn More pornstars Morepornstars Morgan march porno Mortal kombat porn Most expensive porn move Most famous pornstar Most famous pornstars Most popular pornstar Most popularfree porn sites Most seeded porn torrents Mother and daughter porn Mother and girl porn movies Mother and son insest porn Mother and son porn Mother daughter porn Mother daughter porn threeway Mother fucking porn video Mother son incest porn videos Movie porn young lolita Movie shark porn Movies gold porn Mp4 free porn Mp4 porn Mp4 porn free Mp4 porn movie Mpeg 4 porn Mpeg 4 porn videos Mpeg4 porn Mpegs free porn Mr long porno party Mr something porn site Mr t and mr 18 inchs porn stars Mr pinks and similar porn search sites Mrs emma starr free porn Ms cleo porn Ms flame gets pounded porn Multiple breast porn Mum teaching daughter sex porn Muscle porn Muscular girls porn video Muslim arab porn Muslim porn Muslim porn video My adult porn review My amteur porn My boyfriends mom porn My favorite pornstar My mum is a pornstar My nude pornstars My porn bodybuilder girls My porn collection My porn pictures My sisters hot friend porn Myamateurhomeporn Myfreepornsite Myporn Myspace porn grphics Mythbusters porn Naked african women porn Naked gay porn Naked porn stars Naked women porn Names of porn stars Names of pornstars Names of shemale porn stars Naomi porn Napster of porn Napster porn Naruto free porn in englis Naruto gay porn Naruto hinata porn Naruto hot sexy dirty porn Naruto porn free Naruto porn mangas Naruto porn video Naruto porn videos Naruto porno Naruto shippuden porn Narutoporn Nasty porn Nasty porn rat Nasty porn sites Nasty rat porn Nasty sex porn Native indian porn Natsumi hinata porn Naughty amatuer porn Naughty america porn pass Naughty america pornstars Naughty amiture porn films Naughty nurse porn Navy porn Nazi porn Neat vid porn free Neighbour porn Neighbourhood porn Neighbourhood watch porn Nerd girl tranny porn Netflix porn Netherlands porn Netporn New asian porn dvd New porn sites New pornographers New pornstars New zeland porn Newer pornstars Newest pornstars Nibbles from flavor of love porn Nice big rack pornstar Nicholette sheridan porn Nick porn Nickelodian porn Nicktoon porn Nicole kidman porn Nicole mason porn actress Niece porn Nifty porn archive Nigeria porno Nigerian porn Nigerian porn clips Nigga girl porn Nikki alexander porn Nikki benz pornstars like it big Nikki carlisle porn Nikki nova porn Nikki nova porn vids Nikki reed pornstar Nikole porn Nina hartley porn clips Nina porn Ninja porn Nintendo toad porn Nippon porn No cost porn No cost porn videos No membership downloadable gay porn No pop up porn No porn support Nokia 6233 porn themes Non corporate porn Non downloadable lesbian porn Non nude porn Non porn clitoral stimulation Non pornographic sexy pictures Norwegian porn Nostalgia porn Not dog porn filter with cracker Not leagel porn Novo porn Nubile nude illegal teen porn pics Nude celebrity porn Nude kiddie porn Nude porn chil Nude porn stars Nude porno girl pics Nude teen porn Nude teens kiddy porn pics Nude tenn porn Nude video contest porn hardcore Nude virgin porn Nudeist porn Nudist art lolitas free porn Nudist porn Nudity porn Nuns and priest porn Nurse porn Nuse porn Nylon porn Nz amatuer porn Obese porn Octavia black pornstar Octavia pornstar Office porn thumbs Office sex porn Ohio law on internet porn addiction Old and young porn Old duck porn Old er wife porn Old farts young tarts porn video thumbs Old folks porn Old german porn movies Old granny porn Old hags porn Old ladies porn sites Old lady porn Old lesbian porn Old man porn Old on young mature vs young sex porn Old porn movies Old porn pics Old porn videos Old time porn Old woman porn Old women porn Older mistress younger man porn Older porn Older women fucking dogs porn movies Older women porn Oldest porn film Oldlady porn Olive porn Oliver twink porn movie Olsen twins toon porn Olympia porn sex Oma porn Omar british male porn star Ome porn Omega porn One piece porn One piece porno xxx One two porn Onetwoporn Online gay porn games Online lesbian porn Online porn mega sites Online porn movies Online porn sites Online porn videos Online pornographic pics Online pornstars

The Secret dan “Alam Semesta Sebagai Hologram”

Written by ronnyfr on 16 June 2007 – 10:07 am - 5,001 kali dibaca.

Periode tahun 1997 - 1999, saya lupa tepatnya kapan, yang jelas saya masih bekerja di suatu perusahaan, adalah awal mula saya menjadi pembelajar NLP melalui literatur-literatur. Saya belum belajar melalui training apapun mengenai NLP, jadi yang saya lakukan adalah mencari buku dan mencari sumber melalui internet yang waktu itu masih cukup langka. Saat itu, saya berkorespondensi dengan salah satu pakar fisika di ITB menggunakan email. Saya memforward salah satu tulisan mengenai Pengantar NLP padanya, dan beliau membalas balik mengirimkan artikel berjudul Alam Semesta Sebagai Sebuah Hologram. Dalam dataran wacana, artikel itu cukup menggetarkan paradigma saya, sekalipun pada sat itu pengaruhnya dalam dunia realitas saya belum terasa.

Aneh, tadi malam saya mendapati di maibox nongol suatu email yang berisikan artikel yang sama. Tidak pernah dituliskan secara jelas siapa yang menulis artikel ini, yang jelas artikel ini menarik sekali jika Anda senang memikirkan mengenai hakekat alam semesta, prinsip spiritualitas dan hal-hal bathin.

Sudah pernah saya ceritakan di artikel yang dimuat di pembelajar.com bahwa sejak dulu saya senang mendalami prinsip-prinsip yang relevan dengan LOA (Law Of Attraction) secara serius. Saya mengenal konsep-konsep sejenis LOA ini sudah sangat lama, semenjak masih mahasiswa di Yogyakarta, di mana kita belajar bahwa melalui kekuatan bathin bisa dilakukan proses materialisasi. Waktu itu, saya sempat merasa mentok, karena jarang sekali, saya mengalami kesuksesan dalam men-create materialisasi. Waktu itu, saya akhirnya berpikir bahwa diperlukan suatu bakat tertentu dan suatu ilmu bathin yang amat tinggi untuk dapat mempraktekkan hal-hal semacam LOA ini.

 

Yang menarik adalah, setelah cukup lama mempelajari NLP, dan khususnya mendalami modelling (proses penduplikasian keunggulan manusia), saya dipertemukan dengan konsep The Secret yang mengusung prinsip yang sama (LOA). Saya katakan menarik karena dengan pemahaman NLP saat ini, konsep LOA menjadi lebih mudah dipahami. Banyak sekali hal-hal yang saya anggap dulu adalah berkah, bakat, perlu “ngelmuâ€Â, kegaiban dan seterusnya menjadi gampang dimengerti dan diduplikasi / direplikasi. Hadirnya email ini lagi semalam dalam mailbox saya seolah mengingatkan saya untuk mengaitkan lagi pemahaman mengenai The Secret dengan konsep Alam Semesta Sebagai Hologram.

Silahkan Anda simak artikel berikut, yang ditulis di awal tahun 90-an, Anda akan menemui bahwa dengan melihat Alam Semesta Ini sebagai Suatu Hologram, maka konsep The Secret (LOA) menjadi lebih mudah dijelaskan. Silahkan dikunyah secara nikmat bagian yang menjelaskan mengenai kuanta / kuantum. Berikut ini artikelnya :

ALAM SEMESTA SEBAGAI HOLOGRAM

(Penulis Tidak Diketahui)

Pada tahun 1982 terjadi suatu peristiwa yang menarik. Di Universitas Paris, sebuah tim peneliti dipimpin oleh Alain Aspect melakukan suatu eksperimen yang mungkin merupakan eksperimen yang paling penting di abad ke-20. Anda tidak mendapatkannya dalam berita malam. Malah, kecuali Anda biasa membaca jurnal-jurnal ilmiah, Anda mungkin tidak pernah mendengar nama Aspect, sekalipun sementara orang merasa temuannya itu mungkin akan mengubah wajah sains.

Aspect bersama timnya menemukan bahwa dalam lingkungan tertentu partikel-partikel subatomik, seperti elektron, mampu berkomunikasi dengan seketika satu sama lain tanpa tergantung pada jarak yang memisahkan mereka. Tidak ada bedanya apakah mereka terpisah 10 kaki atau 10 milyar km satu sama lain.

Entah bagaimana, tampaknya setiap partikel selalu tahu apa yang dilakukan oleh partikel lain. Masalah yang ditampilkan oleh temuan ini adalah bahwa hal itu melanggar prinsip Einstein yang telah lama dipegang, yakni bahwa tidak ada komunikasi yang mampu berjalan lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Oleh karena berjalan melebihi kecepatan cahaya berarti menembus dinding waktu, maka prospek yang menakutkan ini menyebabkan sementara ilmuwan fisika mencoba menyusun teori yang dapat menjelaskan temuan Aspect. Namun hal itu juga mengilhami sementara ilmuwan lain untuk menyusun teori yang lebih radikal lagi.

Pakar fisika teoretik dari Universitas London, David Bohm, misalnya, yakin bahwa temuan Aspect menyiratkan bahwa realitas obyektif itu tidak ada; bahwa sekalipun tampaknya pejal [solid], alam semesta ini pada dasarnya merupakan khayalan, suatu hologram raksasa yang terperinci secara sempurna. Untuk memahami mengapa Bohm sampai membuat pernyataan yang mengejutkan ini, pertama-tama kita harus memahami sedikit tentang hologram. Sebuah hologram adalah suatu potret tiga dimensional yang dibuat dengan sinar laser. Untuk membuat hologram, obyek yang akan difoto mula-mula disinari dengan suatu sinar laser. Lalu sinar laser kedua yang dipantulkan dari sinar pertama ditujukan pula kepada obyek tersebut, dan pola interferensi yang terjadi (bidang tempat kedua sinar laser itu bercampur) direkam dalam sebuah pelat foto.

Ketika pelat itu dicuci, gambar terlihat sebagai pusaran-pusaran garis-garis terang dan gelap. Tetapi ketika foto itu disoroti oleh sebuah sinar laser lagi, muncullah gambar tiga dimensional dari obyek semula di situ. Sifat tiga dimensi dari gambar seperti itu bukan satu-satunya sifat yang menarik dari hologram. Jika hologram sebuah bunga mawar dibelah dua dan disoroti oleh sebuah sinar laser, masing-masing belahan itu ternyata masih mengandung gambar mawar itu secara lengkap (tetapi lebih kecil).

Bahkan, jika belahan itu dibelah lagi, masing-masing potongan foto itu ternyata selalu mengandung gambar semula yang lengkap sekalipun lebih kecil. Berbeda dengan foto yang biasa, setiap bagian sebuah hologram mengandung semua informasi yang ada pada hologram secara keseluruhan. Sifat “keseluruhan di dalam setiap bagian” dari sebuah hologram, memberikan kepada kita suatu cara pemahaman yang sama sekali baru terhadap organisasi dan order. Selama sebagian besar sejarahnya, sains Barat bekerja di bawah prinsip yang bias, yakni bahwa cara terbaik untuk memahami fenomena fisikal –baik seekor katak atau sebuah atom– adalah dengan memotong-motongnya dan meneliti bagian-bagiannya. Sebuah hologram mengajarkan bahwa beberapa hal dari alam semesta ini mungkin tidak akan terungkap dengan pendekatan itu. Jika kita mencoba menguraikan sesuatu yang tersusun secara holografik, kita tidak akan mendapatkan bagian-bagian yang membentuknya, melainkan kita akan mendapatkan keutuhan yang lebih kecil.

Pencerahan ini menuntun Bohm untuk memahami secara lain temuan Aspect. Bohm yakin bahwa alasan mengapa partikel-partikel subatomik mampu berhubungan satu sama lain tanpa terpengaruh oleh jarak yang memisahkan mereka adalah bukan karena mereka mengirimkan isyarat misterius bolak-balik di antara satu sama lain, melainkan oleh karena keterpisahan mereka adalah ilusi. Bohm berkilah, bahwa pada suatu tingkat realitas yang lebih dalam, partikel-partikel seperti itu bukanlah entitas-entitas individual, melainkan merupakan perpanjangan [extension] dari sesuatu yang esa dan fundamental.

Agar khalayak lebih mudah membayangkan apa yang dimaksudkannya, Bohm memberikan ilustrasi berikut: Bayangkan sebuah akuarium yang mengandung seekor ikan. Bayangkan juga bahwa Anda tidak dapat melihat akuarium itu secara langsung, dan bahwa pengetahuan Anda tentang akuarium itu beserta apa yang terkandung di dalamnya datang dari dua kamera televisi: yang sebuah ditujukan ke sisi depan akuarium, dan yang lain ditujukan ke sisinya. Ketika Anda menatap kedua layar televisi, Anda mungkin menganggap bahwa ikan yang ada pada masing-masing layar itu adalah dua ikan yang berbeda. Bagaimana pun juga, karena kedua kamera diarahkan dengan sudut yang berbeda, masing-masing gambar ikan itu sedikit berbeda satu sama lain. Tetapi sementara Anda terus memandang kedua ikan itu, akhirnya Anda akan menyadari bahwa ada hubungan tertentu di antara kedua ikan itu.

Kalau yang satu berbelok, yang lain juga membuat gerakan yang berbeda tapi sesuai; jika yang satu menghadap kamera, yang lain menghadap ke suatu sisi. Jika Anda tidak menyadari seluruh situasinya, Anda mungkin menyimpulkan bahwa kedua ikan itu saling berkomunikasi secara seketika, tetapi jelas bukan demikian halnya.

Menurut Bohm, inilah sesungguhnya yang terjadi di antara artikel-partikel subatomik dalam eksperimen Aspect itu. Menurut Bohm, hubungan yang tampaknya “lebih cepat dari cahaya” di antara partikel-partikel subatomik sesungguhnya mengatakan kepada kita bahwa ada suatu tingkat realitas yang lebih dalam, yang selama ini tidak kita kenal, suatu dimensi yang lebih rumit di luar dimensi kita, dimensi yang beranalogi dengan akuarium itu. Tambahnya, kita memandang obyek-obyek seperti partikel-partikel subatomik sebagai terpisah satu sama lain oleh karena kita hanya memandang satu bagian dari realitas sesungguhnya.

Partikel-partikel seperti itu bukanlah “bagian-bagian” yang terpisah, melainkan faset-faset dari suatu kesatuan (keesaan) yang lebih dalam dan lebih mendasar, yang pada akhirnya bersifat holografik dan tak terbagi-bagi seperti gambar mawar di atas. Dan oleh karena segala sesuatu dalam realitas fisikal terdiri dari apa yang disebut “eidolon-eidolon” ini, maka alam semesta itu sendiri adalah suatu proyeksi, suatu hologram. Di samping hakekatnya yang seperti bayangan, alam semesta itu memiliki sifat-sifat lain yang cukup mengejutkan. Jika keterpisahan yang tampak di antara partikel-partikel subatomik itu ilusif, itu berarti pada suatu tingkat realitas yang lebih dalam segala sesuatu di alam semesta ini saling berhubungan secara tak terbatas.

Elektron-elektron di dalam atom karbon dalam otak manusia berhubungan dengan partikel-partikel subatomik yang membentuk setiap ikan salem yang berenang, setiap jantung yang berdenyut, dan setiap bintang yang berkilauan di angkasa. Segala sesuatu meresapi segala sesuatu; dan sekalipun sifat manusia selalu mencoba memilah-milah, mengkotak-kotakkan dan membagi-bagi berbagai fenomena di alam semesta, semua pengkotakan itu mau tidak mau adalah artifisial, dan segenap alam semesta ini pada akhirnya merupakan suatu jaringan tanpa jahitan.

Di dalam sebuah alam semesta yang holografik, bahkan waktu dan ruang tidak dapat lagi dipandang sebagai sesuatu yang fundamental. Oleh karena konsep-konsep seperti lokasi’ runtuh di dalam suatu alam semesta yang di situ tidak ada lagi sesuatu yang terpisah dari yang lain, maka waktu dan ruang tiga dimensional –seperti gambar-gambar ikan pada layar-layar TV di atas– harus dipandang sebagai proyeksi dari order yang lebih dalam lagi.

Pada tingkatan yang lebih dalam, realitas merupakan semacam superhologram yang di situ masa lampau, masa kini, dan masa depan semua ada (berlangsung) secara serentak. Ini mengisyaratkan bawah dengan peralatan yang tepat mungkin di masa depan orang bisa menjangkau ke tingkatan realitas superholografik itu dan mengambil adegan-adegan dari masa lampau yang terlupakan.

Apakah ada lagi yang terkandung dalam superhologram itu merupakan pertanyaan terbuka. Bila diterima –dalam diskusi ini– bahwa superhologram itu merupakan matriks yang melahirkan segala sesuatu dalam alam semesta kita, setidak-tidaknya ia mengandung setiap partikel subatomik yang pernah ada dan akan ada — setiap konfigurasi materi dan energi yang mungkin, dari butiran salju sampai quasar, dari ikan paus biru sampai sinar gamma. Itu bisa dilihat sebagai gudang kosmik dari “segala yang ada”.

Sekalipun Bohm mengakui bahwa kita tidak mempunyai cara untuk mengetahui apa lagi yang tersembunyi di dalam superhologram itu, ia juga mengatakan bahwa kita tidak mempunyai alasan bahwa superhologram itu tidak mengandung apa-apa lagi. Atau, seperti dinyatakannya, mungkin tingkat realitas superholografik itu “sekadar satu tingkatan”, yang di luarnya terletak “perkembangan lebih lanjut yang tak terbatas.”

Bohm bukanlah satu-satunya peneliti yang menemukan bukti-bukti bahwa alam semesta ini merupakan hologram. Dengan bekerja secara independen di bidang penelitian otak, pakar neurofisiologi Karl Pribram dari Universitas Stanford, juga menerima sifat holografik dari realitas. Pribram tertarik kepada model holografik oleh teka-teki bagaimana dan di mana ingatan tersimpan di dalam otak. Selama puluhan tahun berbagai penelitian menunjukkan bahwa alih-alih tersimpan dalam suatu lokasi tertentu, ingatan tersebar di seluruh bagian otak.

Dalam serangkaian penelitian yang bersejarah pada tahun 1920-an, ilmuwan otak Karl Lashley menemukan bahwa tidak peduli bagian mana dari otak tikus yang diambilnya, ia tidak dapat menghilangkan ingatan untuk melakukan tugas-tugas rumit yang pernah dipelajari tikus itu sebelum dioperasi. Masalahnya ialah tidak seorang pun dapat menjelaskan mekanisme penyimpanan ingatan yang bersifat “semua di dalam setiap bagian” yang aneh ini.

Lalu pada tahun 1960-an Pribram membaca konsep holografi dan menyadari bahwa ia telah menemukan penjelasan yang telah lama dicari-cari oleh para ilmuwan otak. Pribram yakin bahwa ingatan terekam bukan di dalam neuron-neuron (sel-sel otak), melainkan di dalam pola-pola impuls saraf yang merambah seluruh otak, seperti pola-pola interferensi sinar laser yang merambah seluruh wilayah pelat film yang mengandung suatu gambar holografik. Dengan kata lain, Pribram yakin bahwa otak itu sendiri merupakan sebuah hologram. Teori Pribram juga menjelaskan bagaimana otak manusia dapat menyimpan begitu banyak ingatan dalam ruang yang begitu kecil. Pernah diperkirakan bahwa otak manusia mempunyai kapasitas mengingat sekitar 10 milyar bit informasi selama masa hidup manusia rata-rata (atau kira-kira sebanyak informasi yang terkandung dalam lima set Encyclopaedia Britannica).

Demikian pula telah ditemukan bahwa di samping sifat-sifatnya yang lain, hologram mempunyai kapasitas untuk menyimpan informasi — hanya dengan mengubah sudut kedua sinar laser itu jatuh pada permukaan pelat film, dimungkinkan untuk merekam banyak gambar berbeda pada permukaan yang sama.

Telah dibuktikan bahwa satu sentimeter kubik pelat film dapat menyimpan sebanyak 10 milyar bit informasi. Kemampuan mengagumkan dari manusia untuk mengambil informasi yang diperlukan dari gudang ingatan yang amat besar itu dapat lebih dipahami jika otak berfungsi menurut prinsip-prinsip holografik. Jika seorang teman minta Anda mengatakan apa yang terlintas dalam pikiran ketika ia menyebut “zebra”, Anda tidak perlu tertatih-tatih melakukan sorting dan mencari dalam suatu file alfabetis raksasa dalam otak untuk sampai kepada suatu jawaban. Alih-alih, berbagai asosiasi seperti “bergaris-garis”, “macam kuda”, dan “binatang dari Afrika” semua muncul di kepala Anda dengan seketika.

Sesungguhnya, salah satu hal paling mengherankan tentang proses berpikir manusia adalah bahwa setiap butir informasi tampaknya dengan seketika berkorelasi-silang dengan setiap butir informasi lain– ini merupakan sifat intrinsik dari hologram. Oleh karena setiap bagian dari hologram saling berhubungan secara tak terbatas satu sama lain, ini barangkali merupakan contoh terbaik dari alam tentang suatu sistem yang saling berkorelasi. Penyimpanan ingatan bukan satu-satunya teka-teki neurofisiologis yang lebih dapat dijelaskan dengan model otak holografik Pribram.

Teka-teki lain adalah bagaimana otak mampu menerjemahkan serbuan frekuensi-frekuensi yang iterimanya melalui pancaindra (frekuensi cahaya, frekuensi suara, dan sebagainya) menjadi dunia konkrit dari persepsi manusia. Merekam dan menguraikan kembali frekuensi adalah sifat terunggul dari sebuah hologram. Seperti hologram berfungsi sebagai semacam lensa, alat yang menerjemahkan frekuensi-frekuensi kabur yang tak berarti menjadi suatu gambar yang koheren, Pribram yakin bahwa otak juga merupakan sebuah lensa yang menggunakan prinsip-prinsip holografik untuk secara matematis mengubah frekuensi-frekuensi yang diterimanya melalui pancaindra menjadi persepsi di dalam batin kita. Sejumlah bukti yang mengesankan mengisyaratkan bahwa otak menggunakan prinsip-prinsip holografik untuk menjalankan fungsinya.

Sesungguhnya, teori Pribram makin diterima di kalangan pakar neurofisiologi. Peneliti Argentina-Italia, Hugo Zucarelli, baru-baru ini memperluas model holografik ke dalam fenomena akustik. Menghadapi teka-teki bahwa manusia dapat menetapkan sumber suara tanpa menggerakkan kepalanya, bahkan jika mereka hanya memiliki pendengaran pada satu telinga saja, Zucarelli menemukan prinsip-prinsip holografik dapat menjelaskan kemampuan ini. Zucarelli juga mengembangkan teknologi suara holofonik, suatu teknik perekaman yang mampu mereproduksi suasana akustik dengan realisme yang mengagumkan. Keyakinan Pribram bahwa otak kita secara matematis membangun realitas “keras” dengan mengandalkan diri pada masukan dari suatu domain frekuensi juga telah mendapat dikungan sejumlah eksperimen. Telah ditemukan bahwa masing-masing indra kita peka terhadap suatu bentangan frekuensi yang jauh lebih lebar daripada yang dianggap orang sebelum ini. Misalnya, para peneliti telah menemukan bahwa sistem penglihatan kita peka terhadap frekuensi suara, bahwa indra penciuman kita sebagian bergantung pada apa yang sekarang dinamakan “frekuensi osmik”, dan bahkan sel-sel tubuh kita peka terhadap suatu bentangan luas frekuensi.

Temuan-temuan seperti itu menandakan bahwa hanya di dalam domain kesadaran holografik saja frekuensi- frekuensi seperti itu dipilah-pilah dan dibagi-bagi menjadi persepsi konvensional. Tetapi aspek yang paling membingungkan dari model otak holografik Pribram adalah apa yang terjadi apabila model itu dipadukan dengan teori Bohm. Oleh karena, bila kekonkritan alam semesta ini hanyalah realitas sekunder dan bahwa apa yang ada “di luar sana” sesungguhnya hanyalah kekaburan frekuensi holografik, dan jika otak juga sebuah hologram dan hanya memilih beberapa saja dari frekuensi-frekuensi yang kabur dan secara matematis mengubahnya menjadi persepsi sensorik, apa jadinya dengan realitas yang obyektif?

Secara sederhana, realias obyektif itu tidak ada lagi. Seperti telah lama dinyatakan oleh agama-agama dari Timur, dunia materi ini adalah Maya, suatu ilusi, dan sekalipun kita mungkin berpikir bahwa kita ini makhluk fisikal yang bergerak di dalam dunia fisikal, ini juga suatu ilusi. Kita ini sebenarnya adalah “pesawat penerima” yang mengambang melalui suatu lautan frekuensi kaleidoskopik, dan apa yang kita ambil dari lautan ini dan terjemahkan menjadi realitas fisikal hanyalah satu channel saja dari sekian banyak yang diambil dari superhologram itu.

Gambaran realitas yang baru dan mengejutkan ini, yakni sintesis antara pandangan Bohm dan Pribram, dinamakan paradigma holografik, dan sekalipun banyak ilmuwan memandangnya secara skeptik, paradigma itu menggairahkan sementara ilmuwan lain. Suatu lingkungan kecil ilmuwan –yang jumlahnya makin bertambah– percaya bahwa paradigma itu merupakan model realitas yang paling akurat yang pernah dicapai sains.

Lebih dari itu, sementara kalangan percaya bahwa itu dapat memecahkan beberapa misteri yang selama ini belum dapat dijelaskan oleh sains, dan bahkan dapat menegakkan hal-hal paranormal sebagai bagian dari alam. Banyak peneliti, termasuk Bohm dan Pribram, mencatat bahwa banyak fenomena para-psikologis menjadi lebih dapat dipahami dalam kerangka paradigma holografik. Dalam suatu alam semesta yang di situ otak individu sesungguhnya adalah bagian yang tak terbagi dari hologram yang lebih besar dan segala sesuatu saling berhubungan secara tak terbatas, maka telepati mungkin tidak lebih dari sekadar mengakses tingkat holografik itu. Jelas itu jauh lebih mudah dapat memahami bagaimana informasi dapat berpindah dari batin individu A kepada batin individu B yang berjauhan, dan memahami sejumlah teka-teki yang belum terpecahkan dalam psikologi. Khususnya, Grof merasa bahwa paradigma holografik menawarkan model untuk memahami banyak fenomena membingungkan yang dialami orang dalam keadaan “kesadaran yang berubah” [altered states of consciousness].

Pada tahun 1950-an, ketika melakukan penelitian terhadap anggapan bahwa LSD adalah alat penyembuhan psikoterapi, Grof mempunyai seorang pasien wanita yang tiba-tiba merasa yakin bahwa dia mempunyai identitas seekor reptil betina prasejarah. Selama halusinasinya, dia tidak hanya menguraikan secara amat mendetail tentang bagaimana rasanya terperangkap dalam wujud seperti itu, melainkan juga mengatakan bahwa bagian anatomi binatang jantan adalah sepetak sisik berwarna pada sisi kepalanya.

Yang mengejutkan Grof ialah bahwa, sekalipun wanita itu sebelumnya tidak mempunyai pengetahuan tentang hal-hal itu, suatu percakapan dengan seorang ahli zoologi belakangan menguatkan bahwa pada beberapa spesies reptilia tertentu bagian-bagian berwarna dari kepala memainkan peran penting untuk membangkitkan birahi. Pengalaman wanita itu bukan sesuatu yang unik. Selama penelitiannya, Grof bertemu dengan pasien-pasien yang mengalami regresi dan mengenali dirinya sebagai salah satu spesies dalam deretan evolusi. Tambahan pula, ia mendapati bahwa pengalaman-pengalaman seperti itu sering kali mengandung informasi zoologis yang jarang diketahui yang belakangan ternyata akurat. Regresi ke dalam dunia binatang bukanlah satu-satunya fenomena psikologis yang menjadi teka-teki yang ditemukan Grof. Ia juga mempunyai pasien-pasien yang tampak dapat memasuki alam bawah sadar kolektif atau rasial. Orang-orang yang tidak terdidik tiba-tiba memberikan gambaran yang terperinci tentang praktek penguburan Zoroaster dan adegan-adegan dari mitologi Hindu. Jenis pengalaman yang lain adalah orang-orang yang memberikan uraian yang meyakinkan tentang perjalanan di luar tubuh, atau melihat sekilas masa depan yang akan terjadi, atau regresi ke dalam inkarnasi dalam salah satu kehidupan lampau.

Dalam riset-riset lebih lanjut, Grof menemukan bentangan fenomena yang sama muncul dalam sesi-sesi terapi yang tidak menggunakan obat-obatan [psikotropika]. Oleh karena unsur yang sama dalam pengalaman-pengalaman seperti itu tampaknya adalah diatasinya kesadaran individu yang biasanya dibatasi oleh ego dan/atau dibatasi oleh ruang dan waktu, Grof menyebut fenomena itu sebagai “pengalaman transpersonal”, dan pada akhir tahun 1960-an ia membantu mendirikan cabang psikologi yang disebut “psikologi transpersonal” yang sepenuhnya mengkaji pengalaman-pengalaman seperti itu.

Sekalipun perhimpunan yang didirikan oleh Grof, Perhimpunan Psikologi Transpersonal [Association of Transpersonal Psychology], menghimpun sekelompok profesional yang jumlahnya semakin bertambah, dan telah menjadi cabang psikologi yang terhormat [di kalangan sains], selama bertahun-tahun Grof maupun rekan-rekannya tidak dapat memberikan suatu mekanisme yang dapat menjelaskan berbagai fenomena psikologis aneh yang mereka saksikan. Tetapi semua itu berubah dengan lahirnya paradigma holografik.

Sebagaimana dicatat Grof baru-baru ini, jika batin memang bagian dari suatu kontinuum, suatu labirin yang berhubungan bukan hanya dengan setiap batin lain yang ada dan yang pernah ada, melainkan berhubungan pula dengan setiap atom, organisme, dan wilayah di dalam ruang dan waktu yang luas itu sendiri, maka fakta bahwa batin kadang-kadang bisa menjelajah ke dalam labirin itu dan mengalami hal-hal transpersonal tidak lagi tampak begitu aneh. Paradigma holografik juga mempunyai implikasi bagi sains-sains “keras” seperti biologi. Keith Floyd, seorang psikolog di Virginia Intermont College, mengatakan bahwa jika realitas yang konkrit tidak lebih dari sekadar ilusi holografik, maka tidak benar lagi pernyataan yang mengklaim bahwa otak menghasilkan kesadaran.

Alih-alih, justru kesadaranlah yang menciptakan perwujudan dari otak — termasuk juga tubuh dan segala sesuatu di sekitar kita yang kita tafsirkan sebagai fisikal. Pembalikan cara melihat struktur-struktur biologis seperti itu menyebabkan para peneliti mengatakan bahwa ilmu kedokteran dan pemahaman kita mengenai proses penyembuhan juga dapat mengalami transformasi berkat paradigma holografik ini. Jika struktur yang tampaknya fisikal dari badan ini tidak lain daripada proyeksi holografik dari kesadaran, maka jelas bahwa masing-masing dari kita jauh lebih bertanggung-jawab bagi kesehatan diri kita daripada yang dinyatakan oleh pengetahuan kedokteran masa kini.

Apa yang sekarang kita lihat sebagai penyembuhan penyakit yang bersifat “mukjizat” mungkin sesungguhnya disebabkan oleh perubahan-perubahan dalam kesadaran yang pada gilirannya mempengaruhi perubahan-perubahan dalam hologram badan jasmani. Demikian pula, teknik-teknik penyembuhan baru yang kontroversial, seperti visualisasi, mungkin berhasil baik oleh karena dalam domain pikiran yang holografik gambar-gambar pada akhirnya sama nyatanya dengan “realitas”. Bahkan berbagai vision dan pengalaman yang menyangkut realitas yang “tidak biasa” dapat dijelaskan dengan paradigma holografik.

Dalam bukunya “Gifts of Unknown Things”, pakar biologi Lyall Watson menceritakan pertemuannya dengan seorang dukun perempuan Indonesia yang dengan melakuan semacam tarian ritual, mampu melenyapkan sekumpulan pepohonan. Watson mengisahkan, sementara ia dan seorang pengamat lain terus memandang perempuan itu dengan takjub, ia membuat pepohonan itu muncul kembali, lalu melenyapkannya dan memunculkannya lagi beberapa kali berturut - turut. Sekalipun pemahaman saintifik masa kini tidak mampu menjelaskan peristiwa-peristiwa seperti itu, berbagai pengalaman seperti ini menjadi lebih mungkin jika realitas “keras” tidak lebih dari sekadar proyeksi holografik.

Mungkin kita sepakat tentang apa yang “ada” atau “tidak ada” oleh karena apa yang disebut “realitas konsensus” itu dirumuskan dan disahkan di tingkat bawah sadar manusia, yang di situ semua batin saling berhubungan tanpa terbatas. Jika ini benar, maka ini adalah implikasi paling dalam dari paradigma holografik, oleh karena hal itu berarti bahwa pengalaman-pengalaman sebagaimana dialami oleh Watson adalah tidak lazim hanya oleh karena kita tidak memprogram batin kita dengan kepercayaan-kepercayaan yang membuatnya lazim.

Di dalam alam semesta yang holografik, tidak ada batas bagaimana kita dapat mengubah bahan-bahan realitas. Yang kita lihat sebagai ‘realitas’ hanyalah sebuah kanvas yang menunggu kita gambari dengan gambar apa pun yang kita inginkan. Segala sesuatu adalah mungkin, mulai dari membengkokkan sendok dengan kekuatan batin sampai peristiwa-peristiwa fantastik yang dialami oleh Castaneda selama pertemuannya dengan dukun Indian. Jadi sebenarnya bahkan sihirpun tidak lebih dan tidak kurang adikodratinya daripada kemampuan kita menghasilkan realitas yang kita inginkan ketika kita bermimpi.

Sesungguhnya, bahkan paham-paham kita yang paling mendasar tentang realitas patut dipertanyakan, oleh karena di dalam alam semesta holografik, sebagaimana ditunjukkan oleh Pibram, bahkan perisitiwa yang terjadi secara acak [random] harus dilihat sebagai berdasarkan prinsip holografik dan oleh karena itu bersifat determined. ‘Sinkronisitas’ atau peristiwa-peristiwa kebetulan yang bermanfaat, tiba-tiba masuk akal, dan segala sesuatu dalam realitas harus dilihat sebagai metafora, oleh karena bahkan peristiwa yang paling kacau mengungkapkan suatu simetri tertentu yang mendasarinya.

Apakah paradigma holografik Bohm dan Pribram akan diterima oleh sains atau tenggelam begitu saja masih akan kita lihat, tetapi pada saat ini agaknya dapat dikatakan bahwa paradigma itu telah berpengaruh terhadap pemikiran sejumlah ilmuwan. Dan bahkan jika kelak terbukti bahwa model holografik tidak memberikan penjelasan terbaik bagi komunikasi seketika yang tampaknya berlangsung bolak-balik di antara partikel-partikel subatomik, setidak-tidaknya, sebagaimana dinyatakan oleh Basil Hiley, seorang pakar fisika di Birbeck College di London, temuan Aspect “menunjukkan bahwa kita harus siap mempertimbangkan paham-paham baru yang radikal mengenai realitas.”

Note : Bagi penggemar Harun Yahya, ada artikel yang sangat erat hubungannya dengan tulisan diatas, silahkan ikuti link ini : http://www.harunyahya.com/indo/artikel/077.htm

Catatan
Kawan…, mari berbagi manfaat!
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…

Ronny F. Ronodirdjo.


Beritahu teman Anda tentang artikel ini
Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Posted in Hypnosis/therapy, Law Of Attraction, Mind-Power, NLP |

22 Comments to “The Secret dan “Alam Semesta Sebagai Hologram””

  1. Ikhwan Sopa Says:

    Wow… luar biasa sekali mas Ronny.

    Sebagian pertanyaanku juga terjawab. Selama ini, aku mencoba meyakini bahwa alam semesta ini, “hanyalah” sebuah film yang diputarkan untuk kita. Isinya mirip-mirip dengan yang dijelaskan oleh Stephen Hawking, The History of Time.

    Luar biasa banget deh artikel Mas Ronny kali ini.

    Aku nggak tahu Mas Ronny sudah punya ebooknya atau belum, tapi yang dua ini juga patut jadi referensi. Ada ebooknya dan ada DVD-nya:

    MATTER: The Other Name for Illusion
    http://www.harunyahya.com/download/download.php?id=14664

    THE SECRET BEYOND MATTER
    http://www.harunyahya.com/m_video_secret_beyond_matter.php

    NB: Sorry, pendekatannya agak keagamaan, tapi kalo open mind pasti ada hikmah dan manfaatnya.

    Sukses selalu,

    Ikhwan Sopa
    Trainer E.D.A.N.
    http://milis-bicara.blogspot.com

  2. Agus S Says:

    Pak Ronny, Artikel ini mengingatkan saya kepada satu nama saat saya masih “nyantrik” dulu yaitu Damarjati Supajar. dalam beberapa kali sesi diskusi arau ceramah dalam komunitas yang tidak begitu banyak beliau pernah menyatakan analalogi photo/gambar yang bersifat 2 dimensional dan kita yang 3 dimensional. Suatau statement yang masih saya ingat adalah dengan kamera kita bisa memuat gambaran 2 dimensional dari alam kita yang 3 dimensional, maka jangan-jangan kita ini adalah alam 3 dimensional dari alam lain yang lebih tinggi lagi. Alam apa itu ? wallahu alam bi sawab.
    Artikel ini sangat menarik dan mencerahkan. Saya masih perlu mengulang membacanya berkali-kali lagi agar lebih paham apa maknanya.
    salam
    Agus Sudarmawan
    di Bandung

  3. icha manurung Says:

    Dear Mas Ronny, sejak ketemu setaun yang lalu barengan anak anak alumni UGM yang selalu merindukan training mas Ronny saya ga pernah ketemu lagi. Sukses selalu ya Mas!!! training nya bener bener as sharp as we can cut the world.

  4. Ronny FR Says:

    Halo Mas Agus S, dan Mas Ikhwan Sopa
    Thanks respon-nya. Saya setuju dengan Pak Damarjati (saya penggemar pengajian beliau, saat saya masih di Yogya dulu). Salah satu ayat Qurán kurang lebih mengatakan “Dan sesungguhnya semua di dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu”. Bagi saya itu adalah hologram / ilusi dunia. Karena semuanya adalah hanya persoalan otak kita menterjemahkan sinyal listrik dalam syaraf saja.
    Ini ada di film “Secret Beyond Matters” dari Harun Yahya seperti yang di sitir oleh Mas Sopa. Boleh juga jika nonton lagi Matrix 1, disitu juga dijelaskan mengenai apa makna realitas itu. Realitas hanyalah cara otak kita menterjemahkan sinyal listrik di syaraf yang berasal dari indra kita.
    Oke, Mas, sekian dulu… Tunggu buku saya “Quantum NLP : Apllying The Law of Attraction”

  5. Ronny FR Says:

    Halo Icha, terima kasih atas kunjungan dan tanggapannya.
    Ayo kapan lagi ngumpul sama teman alumni, masih banyak yang bisa disharingkan…
    Saya tunggu kabarnya.

  6. Nyoman Trimantara Says:

    Puji syukur bisa menemui mas Ronny lewat dunia “maya”/(internet), .
    Banyak hal mengenai dunia hologram dan “pikiran manusia” ini telah ditulis dalam kitab-kitab agama Hindu, namun dalam istilah-istilah yg berbeda. Dan dalam kitab2 agama selalu dituntut masalah “kepercayaan” sementara ilmuwan Barat selalu mencoba “membuktikan” dan melahirkan teori2 baru agar terlihat lebih ilmiah.
    Manusia jaman sekarang lebih diasah “otak-nya” dan melupakan kemampuan “alam bawah sadar” yang sebenarnya sudah disiapkan kemampuannya ketika kita lahir sebagai manusia. Mengasah / pendidikan otak adalah hasil budaya “Barat” sementara mengasah kemampuan bawah sadar adalah produksi budaya “Timur”. Manusia jaman sekarang “otak-nya” diasah dulu untuk bisa menciptakan handphone, mereka mempelajari bagaimana teori gelombang atau frekuensi,dsbnya. yang akhirnya baru bisa menciptakan handphone utk berkomunikasi. Padahal kalau kita tidak melupakan kemampuan “bawah sadar” ada ilmu telepati yg lebih canggih dari handphone. Kenapa tidak semua orang bisa melakukan ilmu telepati ini? krn manusia semakin besar usia-nya semakin dididik atau di-asah “otak-nya” oleh berbagai ilmu pengetahuan yg mengandalkan bukti dan teori ilmiah yg memang lebih methodologist.
    Semakin maju pendidikan yg bertujuan mengasah “otak” semakin materialistis dunia ini, karena “otak” selalu berpikir dan meminta bukti fisik.
    Mohon maaf sekiranya tulisan saya kurang dipahami krn ketidakmampuan saya dalam menguraikan pikiran-pikiran saya dalam bentuk tulisan yg juga telah mengalami lebih banyak pengasahan “otak” ala Barat.

  7. Ronny FR Says:

    Benar sekali Mas.
    Banyak salah kaprah pemahaman kita atas kehidupan.
    Kita ini bukanlah mahluk fisik yang mempelajari hal spiritual. Yang benar adalah kita ini adalah mahluk siritual yang sedang belajar untuk keluar dari ‘penjara’ di dunia fisik.

    Salam sukses untuk Anda!

  8. fahlevi Says:

    artikel yang sulit dimengerti, tapi sungguh menginspirasi, mungkin butuh pengkajian lebih dalam, sukron.
    assalamualaikum.

  9. Ronny FR Says:

    Ya Mas, memang perlu dibaca berkali2 lho…
    Ini akan makin seru jika dikaitkan dengan fisika kuantum…
    Jadi makin jelas…

  10. cy Says:

    hmmm….
    akhirnya scientific dan spiritual bertemu dalam khidmat yg agung..
    sejak dua tahun belakangan ini saya punya “aspirasi’ yg sama persis dg apa yg “hendak dikatakan” artikel ini ….
    good good good.. konektifitas yang baik..
    im a truth seekers in hologram aspect :-)
    maka semakin benarlah apa yg sering dikatakan oleh spiritualitas dunia timur ..
    mulai dari I-ching sampai pelaku kontemporer spt SM.Ching hai :-)
    HIDUP Al-Quran — allahu Akbar !!

    salam kenal (anak baru)

  11. Ronny FR Says:

    Mas/Mbak Cy,

    Waduh, senangnya bertemu orang seperti Anda disini. Ayuk, ceritain dikit dong, hasil perjalanan spiritual Anda di dunia hologram….

    Wa mal khayaatu dunyaa illamata ‘ul ghuruuur. (QS Ar Rahmaan)
    Dan sesungguhnya dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu.

  12. Ronny FR Says:

    Saya mendapatkan tambahan artikel dari seorang teman, saya copy-paste langsung saja di sini. Saya rasa akan menambahkan beberapa hal mengenai dunia yang kita pikir kita sudah tahu ini…. Silahkan disimak, langsung dari aslinya :

    ——————————————————————————————–
    Berikut ini ada kutipan lain, tapi saya tidak tahun sumber aslinya.
    Buku “The Holographic Universe” yang ditulis oleh Michael Talbot yang dipublikasikan pada tahun 1991, juga mengetengahkan catatan dari kasus-kasus Dr. Moody. Pada satu kasus, seorang wanita meninggalkan tubuhnya pada saat operasi. Dia mengambang ke ruang resepsi dan melihat anak perempuannya, yang mana selendangnya tidak rapi. Sebenarnya, pembantu mereka di rumah dengan terburu-buru mendandani anak perempuan ini dan lalai dalam membenahi selendangnya. Pembantu ini sangat terkejut ketika dia mendengar wanita ini berkata begitu ketika dia terbangun, karena pada hari itu dia tidak bertemu dengan anak perempuannya. Pada kasus lain, seorang wanita meninggalkan tubuhnya dan memasuki koridor dari rumah sakit itu, dan mendengar saudara iparnya mengatakan pada salah seorang temannya bahwa ia akan membatalkan perjalanan bisnisnya untuk menghadiri pemakamannya. Setelah wanita itu sembuh, dia mengatakan pada saudara iparnya agar jangan mengatakan hal-hal yang tidak baik karena dia belum akan mati. Saudara iparnya kaget mendengarnya.

    Kenneth Ring, seorang professor psikolog pada Universitas Connecticut, mempublikasikan sebuah buku penelitian tentang NDE (Near Death Experience - pengalaman mendekati kematian, seperti matisuri) pada tahun 1980 yang disebut Kehidupan Setelah Mati. Professor Ring menemukan bahwa orang dengan pengalaman NDE sering mengatakan bahwa mereka seperti memasuki dunia lain yang penuh dengan warna warni. Konsep-konsep ruang dan waktu duniawi sudah tidak ada lagi. Mereka bertemu dengan makhluk-makhluk yang memancarkan cahaya kebijaksanaan. Buku Holographic Universe juga mengungkapkan beberapa penemuan dari peneliti lainnya, banyak yang pengalamannya mengatakan bahwa ketika mereka meninggalkan tubuh dalam bentuk bola-cahaya. Juga dapat berubah menjadi wujud manusia, sesuai dengan keinginan. Setelah meninggalkan tubuh, seseorang bisa melihat kembali pada kehidupannya sendiri dalam bentuk hologram. Setiap detil, setiap perasaan dapat diingat sekaligus, jelas dan dengan terang.

    Tidak hanya masa lalu seseorang telah terekam, tapi juga masa depan telah diatur. Banyak orang-orang dengan pengalaman NDE diberitahu bahwa belum waktunya bagi mereka, sehingga mereka dikembalikan ke dunia manusia. Profesor Ring mengemukakan bahwa kehidupan manusia telah ditentukan. Terkadang, ketika seseorang berada pada dunia lain, dia diperbolehkan untuk melihat kehidupannya di masa mendatang. Buku Holographic Universe mengemukakan sebuah kasus yang dikoleksi oleh Professor Ring. Seorang anak mengalami kejadian di mana dia dapat melihat sekelumit kehidupannya di masa mendatang secara mendetil, termasuk bahwa dia akan menikah pada usia 28 tahun, dengan 2 orang anak nantinya. Dia bahkan melihat dirinya sebagai seorang dewasa, duduk bersama anak-anaknya pada suatu ruangan. Dia melihat sebuah benda aneh yang tidak diketahuinya, menggantung di dinding. Dia kembali ke dunia manusia dan tumbuh dewasa. Semua yang dia lihat selama masa kecilnya menjadi kenyataan. Ketika dia dewasa, pada suatu hari dia menyadari bahwa pemandangan yang ada di depannya adalah sama persis dengan apa yang dia lihat ketika dia masih anak-anak. Benda aneh yang menggantung di dinding ternyata adalah radiator pemanas, yang mana belum ditemukan pada masa dia masih anak-anak.

    Pada kasus lain, seorang wanita diberitahu tentang nama dan foto dari Dr. Moody ketika dia sedang mengalami NDE. Dia diberitahu bahwa ketika waktunya tiba dia harus mengatakan pada Dr. Moody tentang pengalamannya ini. Pada waktu itu adalah tahun 1971 dan buku Dr. Moody belum dipublikasikan. Pada waktu itu nama dan foto dari Dr. Moody tidak ada artinya bagi wanita ini, tetapi 4 tahun kemudian keluarga Dr. Moody pindah ke jalanan tempat wanita ini tinggal. Pada malam Halloween tahun itu, anak Dr. Moody pergi ke rumah wanita itu untuk “trick or treat”. Ketika dia mengetahui nama dari anak ini, dia mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan ayahnya.

  13. cy Says:

    :-)
    makasih mas Ronny …saya juga telah beberapa kali punya pengalaman yang sama…
    …lucu banget dunia ini yah ?…. menurut hemat kami pola pendidikan kita ini harus regresi, sehingga hal hal seperti ini tidak tampak aneh … sebenarnya mulai dari multipel inteligence sampai konsep Quantum ikhlas merupakan pemutakhiran metode metode kuno para bijak bestari jaman baheula……bagaimana menurut anda mas Ronny ?

  14. cy Says:

    we’re in LoA bung ! so keep in mind we’re on relationship ..
    bung Ronny :-) bagilah ilmu anda — bisa jadi itu adalah misi anda dalam masa hidup anda sekarang .. PEACE ;-)…BTW saya lagi nyiapin buku GRATIS ttg LoA.. untuk di sebarin ke banyak orang di luar sana…..biar jaman makin indah ;-)

  15. ronnyfr Says:

    Mas Cy,
    Saya mendukung penulisan uku gratis ttg LoA itu. Salut!
    Sediakan dalam e book juga, nanti saya link di sini….

  16. Endi Says:

    Hallo Mas Ronny,

    Saya sangat klop dengan apa yang mas ronny uraikan, alam semesta (alam dunia ini) adalah hologram, fatamorgana, ada tapi sebenarnya tidak ada, hanya sesuatu yang dipancarkan dalam dan pada “diri” kita. Banyak manusia yang mengaggap tampilan ini benar adanya dan alam ini adalah alam nyata. Itu semua salah, alam yang tampil ini bukan alam nyata tapi hanya sebuah “gambar” yang dipancarkan dalam dan pada “diri” kita di alam yang sebenarnya, yang disebut alam akhirat. Alam akhiratlah alam yang sebenarnya. Dan kita sedang dan sudah berada di alam akhirat, namun lagi di “uji” dengan alam yang dipancarkan ini. (Mohon maaf bila beda dan mudah-mudahan bisa dipahami).

    Mengapa saya menulis pernyataan seperti itu? Banyak referensi yang mendukung, diantaranya :
    1. Al-Qur’an dan Hadits, banyak isi Al-Qur’an dan Hadits yang menguraikan dengan lengkap tentang apa sebenarnya dunia ini.
    2. Ilmu Pengetahuan, seperti yang berhasil ditemukan oleh Alain Aspect bersama timnya dalam sebuah penelitian di Universitas Paris, dan karya-karya yang ditulis Harun Yahya
    3. Pengalaman pribadi saya. Ya…, pengalaman pribadi saya bukan pengalaman orang lain. (bolehkah saya menulis pengalaman pribadi saya tentang alam ini ?).

    Singkatnya begini,

    Lebih kurang sejak kelas IV sekolah dasar saya sudah dikenalkan dengan alam yang beda dengan alam yang tampil ini. Dimulai dari dipertemukannya dengan makhluk yang sangat besar yang mendekati saya lalu saya lari karena takut, (mungkin baru pertama kali). Selanjutnya saya sering diajak main (atau lebih tepatnya dipermainkan), saya digelitik, saya dipeluk, saya ditindih oleh makhluk yang besar namun kali ini tidak memperlihatkan diri. Permainan yang sangat menakutkan adalah permainan mencabut diri saya dari “tubuh” ini. Yah, beberapa kali saya ditarik untuk keluar dari “tubuh” ini. Awalnya takut dan menolak, namun lama kelamaan jadi pasrah, ah biar mungkin sudah waktunya untuk “mati”. Saya biarkan diri ini untuk keluar dan saya keluar, mengambang dengan tubuh yang sangat ringan tanpa beban dan saya lihat “tubuh” saya yang saya tinggalkan sedang berbaring. Dan ternyata saya dikembalikan lagi ke “tubuh” saya. Kejadian ini terjadi beberapa kali. Lama kelamaan jadi tidak takut.

    Kejadian yang lebih “aneh” lagi ketika habis sholat ashar sekitar jam empat sore, tiba-tiba dalam pandangan saya hilang alam ini terganti dengan alam yang sangat cerah, terang, rapi, indah, ada istana yang megah, taman-taman yang indah. Kejadian tersebut berlangsung cukup lama dan hilang secara perlahan tergantikan lagi oleh alam yang biasa dilihat, alam yang kumuh, acak-acakan sangat jauh dari alam yang tadi terlihat dan sesaat saya termenung. Apa yang sebenarnya telah terjadi ? pikir saya.

    Demikian pengalaman saya untuk sementara.

    Hikmahnya, dari pengalaman saya tersebut saya menjadi sangat yakin dengan keberadaan alam yang disebut alam ghaib, dan saya menjadi pemberani tidak takut dalam menjalani kehidupan ini kecuali takut pada Allah. Saya pikir, apa yang perlu ditakutkan dalam hidup ini ? Toh, kejadian terparah dalam hidup ini adalah kematian, sedangkan kematian kalau modelnya seperti yang teralami sungguh sangat menyenangkan, tubuh menjadi ringan bisa bergerak kesana-kemari dengan sangat supercepat.

    Dan yang saya yakini juga bahwa jangan-jangan makna ilah (tuhan) pada kalimah syahadah, laa ilaaha illallah, adalah juga diantaranya menunjuk kepada keberadaan alam ini (alam dunia ini) sebab orang sering menjadikan segala yang ada di dunia ini sebagai ilah (tuhan). Jika demikian halnya, berarti kalimah laa ilaaha illallah bisa dimaknakan, tidak ada “dunia” (dunia yang dianggap nyata ini) tidak ada apa-apa kecuali Allah. Allahuakbar!

    Demikian dari saya, mudah-mudahan menjadi pencerahan bagi saya dan bagi semuanya dalam menjalani kehidupan di dunia tidak nyata ini.

    Terima kasih.

  17. Ronny FR Says:

    Halo Mas Endi,
    Yang Anda alami itu luar biasa, “spontaneous psychic”. Saya sudah bertemu dengan beberapa orang yang seperti itu. Dan memenag betul begitulah yang terjadi Mas.
    Kami tunggu kisahnya yang lain! Moga-moga kita juga bisa bertemu darat!

  18. Aleysius HG Says:

    Selamat malam, Mas Ronny.

    Terima kasih atas informasi artikelnya. Mudah-mudahan saya jadi lebih memahami mengenai pengertian proyeksi hologram ini.

    Berikut ini informasi lain yang kelihatannya cocok dengan teori proyeksi hologram ini. Menurut informasi dari literatur filsafat Timur, dunia phisik ini memang merupakan proyeksi. Alam Rohani diproyeksikan ke Alam Kausal, Alam Kausal diproyeksikan lagi ke Alam Astral, dan Alam Astral diproyeksikan lagi ke Alam Phisik.

    Ketika jiwa turun dari Alam Rohani ke Alam Kausal, agar bisa menjalankan fungsinya di sana (atau istilah artikel ini, memproyeksikan dirinya), jiwa memperoleh kendaraan berupa tubuh Kausal dan Pikiran Kausal. Ketika jiwa turun ke bawah lagi, ke Alam Astral, maka jiwa memperoleh pembungkus kedua berupa tubuh Astral dan Pikiran Astral. Ketika jiwa turun lagi, jiwa memperoleh pembungkus ketiga berupa tubuh phisik dan pikiran phisik.

    Kondisi saat ini, karena kita sudah terbiasa dan terlatih dengan dunia phisik ini (karena dilatih di sekolah sejak TK sampai universitas secara ilmiah, bahwa yang ada hanya alam phisik), mata kita hanya terlatih untuk bisa melihat dunia phisik ini dan berpikir secara phisik. Sementara itu, kita tidak pernah dilatih untuk menggunakan tubuh + pikiran astral, dan tubuh + pikiran kausal, karena tidak ada sekolahnya. Menurut informasi yang saya baca, anak berumur sampai 4 tahun masih bisa melihat dan menyadari alam yang lebih tinggi. Tetapi karena tidak dilatih (maklum, orang tuanya juga menganggap ini hanya khayalan anak kecil), kemampuan ini hilang setelah berumur di atas 4 tahun.

    Mungkin ada beberapa orang tertentu yang tetap mempertahankan kemampuan ini, sehingga tetap mempunyai kemampuan menggunakan tubuh + pikiran yang lebih tinggi.

    Logikanya, bila kita terbiasa dan terlatih menggunakan tubuh astral + pikiran astral, dan tubuh kausal + pikiran kausal, maka seharusnya kita bisa berkomunikasi secara telepati, bisa menyadari dan melihat dimensi yang lebih tinggi dan lebih indah dari dimensi phisik ini, atau dengan kata lain, melihat proyeksi hologram yang lebih indah.

    Mudah-mudahan di masa yad. kesempatan ini akan semakin terbuka untuk dipelajari.

    Salam.

  19. Ronny FR Says:

    Woooow, pak Aleysius terima kasih atas tanggapannya!
    Saya suka tanggapan yang panjang semacam ini…
    Yang Bapak uraikan saya setuju, tubuh kita ini memang memiliki dengan lapisan kesadaran kita.
    Dulu waktu remaja saya belajar kejawen, terus yoga, setelah menikah belajar reiki dan sambhalla. Ternyata, semua uraiannya memang mendukung mengenai dunia holografis ini, sekalipun dengan istilah yang berbeda-beda.

    Sekali lagi terima kasih, saya tunggu kontribusinya terus…

  20. Fuad Muftie Says:

    Pak Ronny, urain ttg otak di atas, mungkin bisa menjawab kenapa orang yg otaknya tinggal separuh (dioperasi sebelah) masih bisa hidup normal. Sama seperti pelat foto hologram tadi, meskipun dibelah dua masih bisa berfungsi sama seperti semula.

    Mempelajari otak, manusia, dan kehidupan / universe, sama seperti merangkai kembali keping-keping puzle. Belajar di sini dapat satu keping, belajar sama ustadz dapat satu keping, belajar dari sekolah dapat keping yang lain, belajar dari pengalaman sendiri dapat satu keping lainnya, begitu mungkin analoginya. Karena semakin belajar koq ya nggak ada puasnya, semakin dalam saja sumurnya.

    Tapi memang begitu ya.. bahwa ilmu yg diturunkan di muka bumi baru setetes air dari luasnya samudra.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  21. Ronny FR Says:

    Sepakat Pak Fuad,
    Sekeping demi sekeping kita kumpulkan dan rangkai.
    Memang ilmu Alloh SWT luar biasa luas dan pualing hebat. Kita nggak ada apa-apanya….

    Salam sukses, dan terus beajar bersama

  22. Melihat Law Of Attraction dari sisi Quantum Ikhlas | NLP, Hypnosis & Law Of Attraction Says:

    […] cepat pula segera terlintas artikel Alam Semesta Sebagai Hologram yang pernah saya muat di blog ini. Sejajar, mirip, berhubungan. Sifat kuanta yang berhubungan satu […]

Tulis Pendapat Anda Di Sini

RSS

  • TRAINER SAYA


    Kiri : John Grinder
    (Co-Founder NLP - USA)

    Kiri : Steve Boyley
    (The Performance Institute of NLP - Canada)

    Kiri : Michael Losier
    (Author : Law Of Attraction Book)

    Kiri : Dr. Will Horton
    (NF-NLP - USA)

    Kanan : Andrew Bryant
    (NS-NLP Self-Leadership Australia)

    Kiri : Lee Sheng Wah (AsiaNLP - Taiwan)

    Kiri : Allan Pease
    (US Body Language Master Trainer)
  • ShoutBox

    1264 spams blocked
    Last Message 7 hours, 4 minutes ago
    • Info : Mohon jawab soal matematika dibawah ini sebelum kirim pesan, anti spam nih...
    • midi : topbgt :smile:
    • Guest_1815 : :P :P
    • rio_cell : thx uda bagi ilmu di seminar unstopable, ilmunya TOP BGT. klo ada lg tlg diundang ye...tak tunggu info2nya... :D :D
    • tubbies : salam kenal
    • Guest_1138 : Sorry..belum semapt nulis nama saya bang..Iyung :D
    • Guest_1138 : Ass..Bang Ronny, mat kenal..wah,aku jadi malu..sdh 2 hari buka blog ini, baru sekarang bekenalan..asyik banget Bang,untuk seorang motivator. Saya mau belajar banyak dengan Bang Ronny,sekalian minta ijin nich, artikelnya saya cetak.
    • Guest_1754 : C'est bon, j'aime votre blog. j'espere que il y aura bcp de personne d'etre succes
    • Agus Supriyanto : Salam kenal mas Roni, wah. rupanya Mas Roni TDa juga toh.. Kapan-kapan kita ketemu di Forum Jum'at Sore mas :)
    • muhib_puter : kenapa bahasa indonesia blm ad undang2x ? :cry:
    • Guest_2485 : NPL it ap ?
    • Ronny R F : Mas Zenu, untuk kuliah di Fakultas Psikologi sejauh ini belum ada jurusan NLP. Namun beberapa Perguruan Tinggi yang ada Fak Psikologi memang sudah membuka diri pada disiplin ini, bbrp diantaranya dari Psi UGM dan UI. Mungkin di masa yad, akan ada NLP di Fapsi.
    • zenu : assalamualaikum, pak ronny, bulan-bulan ini kan saya mau daftar kuliah, dan ingin masuk jurusan psikologi,(ya karena saya demen banget sama psikologi) tapi saya sekarang bingung?? soalnya bidang psikologi cakupanya sangat luas sekali, yang psikologi islam lah, psikologi perkembangan lah, saya jadi bingung! tapi yang saya inginkan psikologi yang ada kaitanya dengan nlp itu kira-kira apa ya??? mohon bantuanya,??? dan terima kasih sebelumnya, sukses selalu buat anda! 8-)
    • zenu : assalamualaikum,
    • Ronny F R : Maksud Mas Zenu Bukunya Ibrahim Elfikry? Menurut saya bagus juga sebagai dasar..., memang agak disayangkan terjemahannya banyak yang istilahnya menjadi tidak tepat. Kalau sekolah/kuliah khusus NLP belum ada di Indonesia Mas. Kursus sih ada banyak..., tinggal browse internet khan..
    • zenu : mas ronny mau nanya nih? tanggapan anda tentang Dr. Ibrahim elfiky tu gmn ? dan juga kalau mau sekolah atau kuliah yang khusus nlp di indonesia kira-kira ada nggak? makasih sebelumna!javasc ript:appendSmile y(':smile:') :smile: :smile:
    • Ronny F R : Halo Mas Hardy, tunggu ya BUku saya lagi di susun nih.. wah masih kebanyakan pergi terus nihhh
    • Guest_3896 : :lol:
    • Guest_3796 : saya hardi, saya sangat senang dgn nlp, hypnosys dan hal2 yg berhubungan dengan psikologi. pak ronny apakah anda menulis buku, dan apa namanya agar saya bisa membandingkannya dgn buku DR. IBRAHIM ELFIKY DAN PAK ADIWGUNAWAN. THANK'S
    • Guest_2041 : :lol:
    • Ronny F.R. : Buat bukan siapa2, silahkan memperkenalkan diri dengan nama asli...
    • Ronny F.R. : Halo Ferry, prinsipnya bisa saja belajar hypnotis lewat buku atau lewat apapun, yang terpenting Anda mengerti dan berani praktek, kemudian meningkatkan kemampuan berdasarkan hasil praktek (behavior flexibility)
    • Bukan sapa2 : Diajarin juga donk antivirus program hipnosys yang berisi perintah jahat buat kita
    • ferry : halo om , salam kenal, kalo saya mau belajar hipnotis lewat buku, bisa tidak ? :D
    • Ronny F.R. : Halo Dwi, silahkan mendaftar milis di bagian atas
    • Ronny F.R. : Helo Inaz, silahkan bergabung
  • 10 ARTIKEL POPULER

  • PENDAPAT TERBARU

  • SPAM TERTANGKAP