Blitz-Reading : Membaca Secepat Kilat
Written by ronnyfr on 22 February 2007 – 5:58 pm - 8,432 kali dibaca.Saya tidak tahu, apakah Anda termasuk orang yang ingin bisa membaca dengan kecepatan fantastik dalam hitungan selembar buku kurang dari sedetik, laiknya seperti memotret atau memfotocopy? Sebagai catatan, tentunya yang saya maksudkan ini berbeda dan jauh lebih cepat dari speed reading. Benar-benar mirip melakukan fotokopi atau memotret halaman bacaan. Dalam cara speed reading, kita masih membaca, dalam arti huruf / kata / kalimat masih dibaca, hanya saja dengan kecepatan cepat. Sedangkan yang saya maksud di sini adalah bukan lagi membaca, namun semacam mendownload, memfotokopi ke pikiran.
![]()
Inilah Blitz-Reading (BR), teknik mendownload informasi yang melibatkan pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconsious mind) secara simultan. Berbeda dengan membaca cara biasa, termasuk speed reading, yang cenderung hanya melibatkan pikiran sadar saja.
Tidak terlalu banyak orang yang tahu bahwa pikiran bawah sadar memiliki potensi yang amat besar dalam hal meng-akuisisi suatu pengetahuan dan ketrampilan, bahkan jauh besar daripada kemampuan pikiran sadar. Perlu dicatat bahwa hampir-hampir semua ketrampilan yang kita miliki sebenarnya selalu pada dataran unconsious competence (kompetensi bawah sadar). Semisal saat menyetir mobil, tentunya kita tidak berminat kalau setiap menyetir harus terus menerus mengingat apakah pedal kopling sudah diinjak dengan kaki kiri dan seterusnya. Kita lebih senang melakukan semuanya secara otomatis alias unconsious competence. Capek sekali rasanya jika seluruh ketrampilan berada di level conscious competence, alias kompetensi di pikiran sadar.
Blitz-Reading memanfaatkan kehebatan pikiran bawah sadar ini dalam hal membaca, dilakukan dengan cara memby-pass proses masuknya informasi yang masuk ke mata agar langsung menuju ke bawah sadar, tanpa melewati pikiran sadar yang penuh dengan filter. Melalui Blitz-Reading informasi di download secara mental-fotografis, bukan dibaca. Seperti kerja sebuah alat scanner atau mesin fotokopi yang mencopy bahan langsung selembar, bukan kata perkata. Beberapa orang mengira teknik ini dilakukan dengan cara memfokuskan / mengkaburkan fokus mata seperti melihat gambar stereogram, bukan seperti itu cara kerjanya.
Blitz-Reading memerlukan 3 tahap sebagai berikut :
1. Persiapan
2. Blitz-Reading
3. Konversi
TAHAP 1 : PERSIAPAN
a. Accelerated Learning dan Anchoring
Proses BR juga harus dilakukan dalam kondisi accelerated learning (percepatan belajar), yakni kondisi ideal untuk membaca karena tubuh fisik kita rileks namun pikiran kita siaga. Pada kondisi pikiran ini, kita akan mudah untuk memahami secara keseluruhan, lebih mengingat, dan memanggil kembali yang pernah dibaca. Latihannya sangat mudah, prinsipnya adalah menurunkan gelombang otak pada kondisi alpha/theta, yakni gelombang pikiran yang lebih rendah dari kondisi biasa kita sehari-hari.
Ada berbagai cara menurunkan gelombang itak, yang paling mudah, murah dan meriah adalah dengan cara relaksasi progresif, yakni mengendorkan/merilekskan seluruh otot tubuh, lakukan dengan tersenyum, damai dan bernafas panjang namun santai (tidak dipaksakan panjang). Berlatih selama beberapa saat, akan membuat Anda mencapai titik seperti mengambang atau memasuki dimensi lain (silahkan dicoba saja, anda akan mengerti sendiri). Setelah bisa mencapai kondisi ini, buatlah anchor sehingga mudah diakses lagi.
Beberapa orang memilih menggunakan cara brain entrainment , yakni stimulasi gelombang otak secara langsung dengan menggunakan suara-suara tertentu melalui telinga kanan dankiri secara berbeda frekuensi. Ada berbagai software semacam ini yang tersedia di pasar, mulai yang berformat khusus dan harus diputar di komputer, ada juga yang menjual alat khusus langsung siap pakai, sedangkan yang paling praktis (dan murah) adalah yang berformat mp3. Dengan format mp3, maka anda bisa memutarnya melalui mp3 player biasa.
Saran saya, berhati-hati dalammemilih software semacam ini, karena anda bermain-main dengan gelombang otak. Baca review dan komentar pemakai lain, cri sertifikat keamanannya. Yang terpenting, jika saat memakai terasa pusing, segera berhenti. Salah satu software yang sangat terkenal karena merupakan pelopor adalah brainwave generator, temukan di www.bwgen.com, silahkan baca review-nya sebelum memutuskan menggunakan. Ada edisi gratisnya, dan banyak ‘preset’ ciptaan para penggemarnya, hati-hati dalam memilih. Jika Anda sukses dengan cara ini, dan berhasil memasuki level accelerated learning, segeralah buat anchor agar lebih mudah diakses lagi.
Saat hendak menggunakan untuk Blitz-Reading, piculah anchor tersebut sehingga anda memasuki tahap ‘accelerated learning’. Lantas secara perlahan bayangkan/rasakan mata Anda berpindah ke atas telinga anda. Caranya dengan menyentuh kepala anda menggunakan jari tangan, tepat di kepala bagian atas telinga (bagian yang biasanya diimajinasikan ada tanduk, hehehe). Lihatlah dari atas seolah mata anda ada disana, jika anda lakukan hal ini dengan benar akan merasakan suatu pergeseran medan penglihatan. Anda akan melihat dengan pheripheral viewing (PV), dengan suatu sensasi meluasnya bidang pandangan anda.
Kondisi ini akan mempermudah Anda mengelola informasi jauh lebih banyak dari biasanya, karena kedua jenis pikiran kita terlibat. Saat Anda gunakan untuk membaca buku, maka anda akan bisa melihat tangan yang memegangi buku itu, karena luasnya medan penglihatan Anda.
b. Menentukan tujuan, dan gunakan afirmasi
Tahap ini begitu sederhana kelihatannya namun sangat penting, karena pikiran bawah sadar perlu diberi arah, sebab jika tidak ia akan berjalan sendiri. Memberi arah pada pikiran dilakukan dengan Menyatakan Tujuan secara Jelas dan Spesifik (dalam NLP disebut sebagai welformed outcome). Tujuan spesifik ini sebaiknya diucapkan sebagai suatu afirmasi. Ada dua buah afirmasi penting dalam BR ini, afirmasi pertama adalah mengenai tujuan, afirmasi kedua adalah mengenai Keyakinan Sukses dalam menjalani proses BR. Ingat afirmasi ini akan sukses jika pikiran anda berada pada kondisi alpha / theta, sehingga tidak direcoki alam sadar yang kritis.
Saya berikan beberapa contoh dari 2 jenis afirmasi ini, silahkan pilih, dan palingbaik afirmasinya adalah buatan anda sendiri.
Afirmasi Goal :
- Setelah selesai melakukan BR, saya ingin mengerti bacaan ini terutama dalam hal logika berpikir penulisnya
- Saya ingin melakukan BR agar mengerti dan mengingat fakta spesifik dari ilmu fisika ini.
- Dan sebagainya.
Afirmasi Keyakinan Sukses :
- Saat melakukan Blitz-Reading, saya yakin dapat berkonsentrasi dengan baik dan stabil.
- Semua yang saya Blitz-Reading akan masuk ke ingatan jangka panjang pada pikiran bawah sadar saya, sehingga siap dipergunakan kapanpun.
c. Mendapatkan Kerangka Pikiran
Pikiran bawah sadar sangat familier dengan pola (pattern), dengan demikian anda perlu memberikan kerangka pikiran buku tersebut pada pikiran bawah sadar, agar struktur/pola informasinya jelas. Kerangka pikiran diperoleh paling mudah dengan cara mencerna beberapa bagian dari buku secara cepat (2-5 menit), sekedar dibaca dan mendapatkan perasaan mengerti atas susunan pokok pikiran buku tersebut.
- Judul dan sub judul
- Tulisan di sampul dan punggung belakang buku
- Daftar isi (kerangka)
- Halaman pertama dan akhir
- Kata / konsep kunci biasanya dicetak dalam kotak
- Teks yang dicetak tebal atau italic)
- Gambar, ilustrasi, tabel atau grafik
- Indeks, terutama pada kata yang sering muncul di banyak halaman
- Kesimpulan
TAHAP 2 BLITZ-READING
a. Masuki kondisi pikiran fotografis-mental
Kondisi fotografis-mental berguna untuk menyiapkan hubungan langsung dengan pikiran bawah sadar bagi masuknya informasi visual. Dilakukan bukan dengan cara memfokuskan mata secara tajam atau mengkaburkannya. Juga bukan dengan cara membaca ide kalimat, ataupun membaca sekelompok kata sekaligus seperti speed reading. Perlu digaris bawahi, fotografis-mental bukanlah membaca, boleh diulangi sekali lagi bukanlah membaca. Jadi Anda tidak membaca apa-apa dari sebuah buku pada tahap ke 2 ini. Sebab kalau kita memfokuskan diri pada kata-kata, justru akan berurusan dengan pikiran sadar, padahal yang kita butuhkan adalah kemampuan pikiran bawah sadar.
Caranya adalah dengan melihat keseluruhan dari sebuah buku terbuka, laiknya anda memotretnya. Pandanglah pada keseluruhan halaman putihnya dengan pandangan yang santai dan meluas, hindari melihat pada kata-katanya. Lakukan dengan pandangan yang lembut, maka anda akan melihat halaman secara lebih jernih dan lebih dalam, seolah-olah 3 dimensi.
Ada berbagai cara dalam mengakses fotografis-mental ini, saya hanya akan mengulas satu saja yang paling mudah yakni sistem X. Perhatikan buku yang terbuka tepat di tengah lipatannya, secara santai perluas medan penglihatan sehingga dapat melihat ke empat sudut buku sekaligus. Perlembut pandangan anda sehingga huruf cetakan tidak dalam fokus yang tajam. Perhatikan tepian kosong dan ruangan putih di antara paragraf dan bayangkan ada sebuah garis silang (X) imajiner yang menghubungkan ke empat sudut buku.
Jika dilakukan dengan benar, maka di tengah lipatan buku (batas ke 2 halaman), akan muncul sebuah halaman sempit yang berujung bundar (seperti gulungan kertas ditengah buku). Jika pada awal tidak terlihat, hal itu biasa saja. Hal yang terpenting adalah tetap memperhatikan ke empat sudut buku dan garis silang (X) penghubung imajinernya, serta menghidari membaca kata-katanya. Ingat melihat gulungan kertas imajiner bukanlah ukuransukses, itu hanya salah satu side effect saja.
b. Ritme dan Postur Tubuh
Lakukan proses membalik halaman secara cukup cepat dan stabil, dengan cara tangan kiri memegangi buku, sementara tangan kanan membalik halamannya. Jangan cemas dengan halaman yang tidak terbuka (halaman dobel), toh anda akan bisa mengulanginya lagi nanti. Serahkan dan percayakan saja pada alam bawah sadar, meminjam kata Anthony Robbins : “trust your unconscious mind”.
Lihat langsung kedua halaman dengan pandangan lembut, selama satu detik atau kurang. Pandangan anda memperhatikan empat sudut buku dan garis imajinernya (X) serta ruangan putih dan bukan kata-katanya. Beberapa orang bahkan melakukannya dengan buku terbalik, agar tidak tergoda membacanya.
Postur ideal dalam Blitz-Reading adalah duduk tegak, letakkan buku bersudut miring sehingga terlihat tegak lurus dari mata anda. Tempelkan ujung lidah di belakang gigi atas (sepert mengucapkan huruf ‘L’), dan tarik sedikit dagu anda ke dalam. Tulang belakang usahakan lurus agar energi mengalir lebih baik ke otak anda. Usahakan kedua kaki menapak di lantai dan tidak bersilangan. Jaga nafas anda agar tetap dalam dan rata (jangan dipaksa, atu agar alami).
c. Akhiri dengan Perasaan ‘berhasil’
Kecenderungan kritis dari pikiran sadar -secara alami- akan mempertanyakan apa hasil Blitz-Reading? Kok seperti nggak terasa apa-apa, nggak jadi ngerti , dan seterusnya…. Hindari mengikuti pemikiran ini agar informasi yang sudah anda download tidak tersabotase secara percuma.
Hal terbaik yang bisa anda lakukan pada alam sadar adalah, memintanya untuk mengakhiri proses in dengan suatu rasa ‘berhasil dengan baik’. Hal ini akan memberikan suatu jalur neurologis awal bagi otak anda agar memiliki akses ke informasi yang sudah di Blitz-Reading. Gunakan afirmasi berikut (jaga tetap dalam alpha), atau anda buat afirmasi Anda sendiri :
“Saya yakin sudah berhasil memasukkan informasi ke alam bawah sadar saya dengan baik. Sekarang silahkan tubuh dan pikiran saya memproses pemikiran ini dan akan saya gunakan dengan baik setelahnya.”
TAHAP 3 KONVERSI
Konversi dalam Blitz-Reading adalah memindahkan dan mengubah (konversi) pemahaman bawah sadar Anda ke level sadar. Proses Konversi setelah Blitz-Reading berbeda dengan proses ‘memanggil ulang’ (recall) apa yang sudah anda pernah baca dengan cara biasa (cara normal). Teknik Konversi didisain untuk merangsang ulang dan memperkuat hubungan sirkuit syaraf yang baru saja terbentuk setelah Blitz-Reading .
Beberapa orang dikaruniai pengalaman suatu konversi spontan, suatu proses konversi yang terjadi dengan sendirinya tanpa stimulasi khusus. Jadi semacam efek ‘Aha!’, pengalaman secara tiba-tiba mendapatkan solusi dari problem yang sudah menghantui berhari-hari. Konversi spontan bisa terjadi karena kita sudah memiliki pola syaraf efektif dalam otak yang kita rekam saat Blitz-Reading. Dan karena suatu pemicu (alami) yang pas, maka pola itu muncul ke permukaan secara spontan.
Perlu dicatat, sekalipun terasa bak mukjizat dan sangat menggairahkan, namun mengalami Konversi secara spontan tidak menunjukkan bahwa orangnya memiliki suatu ‘bakat’ tertentu atau ‘keunggulan’ tertentu dibanding orang yang tidak mengalaminya. Ingat semangat NLP, jika ada orang yang bisa melakukan sesuatu, maka kita juga bisa melakukannya. Kita semua sudah punya semua sumberdaya, tinggal mengakses, memperkuat dan mengurutkannya.
Nah, penjelasan berikut adalah mengenai Konversi manual. Yakni suatu cara sengaja untuk mempercepat perangsangan ulang otak, mengkonversi informasi yang ada di pikiran bawah sadar untuk dipindahkan ke pikiran sadar.
a. Lakukan Pengendapan
Kita perlu memberikan kesempatan pada alam bawah sadar untuk melakukan sistematisasi / pembuatan pola dan jalur sirkuit saraf. Secara sederhana sebut saja sebagai pengendapan di pikiran bawah sadar. Setidaknya 15 - 30 menit cukup bagi yang terlatih, namun yang paling baik adalah mengendap dalam tidur, khususnya tidur di malam hari. Saat pengendapan, kita memberikan waktu pada otak untuk mengintegrasikan informasi baru dengan jalur sirkuit syaraf yang sudah ada. Lakukan juga afirmasi sebelum anda melakukan pengendapan ini, ingat selalu melakukan afirmasi dalam kondisi alpha / theta.
b. Memberikan rangsangan pada pikiran
Perangsangan pada pikiran, akan berefek seperti kita menowel-nowel agar pikiran menggeliat dan terpicu. Cara terbaik memberikan rangsangan pikiran adalah dengan cara pengajuan pertanyaan pada diri sendiri, sambil membangkitkan rasa ingin tahu :
- Hmmm, apa yang akan terjadi jika saya menguasai buku ini sepenuhnya?
- Emmm, apa nilai pentingnya buku ini bagi saya ya?
- Akan seru jika saya ingat, apa point utamanya nih?
- Wow, apa saja manfaat dari bahan ini?
- Oke, apa yang perlu saya ketahui dari buku ini agar ujian saya berhasil?
Pertanyaan-pertanyaan semacam ini menstimulasi rasa ingin tahu dan mengirimkan rangsangan pada sistem penyimpanan bawah sadar yang terdalam. Membuka sumbat saluran-saluran informasi dan menyalurkan jawabannya kepada anda. Stimulasi ini akan membuat ujung-ujung sinaps syaraf kita memancarkan sinyal listrik untuk membuat sambungan baru.
Pada level ini jangan terlalu berharap mendapatkan jawaban seketika. Bahkan jangan sekali-kali MEMIKIRKAN DENGAN SENGAJA apa jawabannya, karena bisa membuat frustasi. Ajukan saja pertanyaan dengan penuh rasa ingin tahu, hindari memikirkan jawabannya. Jawaban yang kita harap akan muncul dengan sendirinya, bukan dengan jalan dianalisis, seperti ‘pop up’ dalam pikiran.
Sebagai variasi bisa juga minta beberapa kawan yang tertarik isi buku itu untuk berdiskusi, atau mintai beberapa kawan untuk mengetes Anda dengan berbagai pertanyaan sembari mereka membaca buku itu. Lakukan secara fun dan santai. Jangan cemas kalau belum bisa menjawab, tujuannya hanya membuat pancingan saja ke alam sadar.
c. Lakukan scanning
Buka buku perlahan, ikuti kata hati anda, jika ada halaman atau kalimat yang terasa menggerakkan hati, baca bagian itu. perlakukan secara penting. Baca satu atau dua kalimat sampai anda merasa bahwa anda sudah menerima apa yang anda inginkan dari bagian itu. Kemudian lanjutkan membuka-buka buku itu lagi sampai menemukan rasa tergerak lagi.
d. Membuat Peta Pikiran
Secara umum, kita mengenal dua jenis cara mencatat, pertama secara linear seperti di sekolah, kedua menggunakan peta pikiran ala Tony Buzan. Peta pikiran ala Tony Buzan ini amat baik untuk dipergunakan sebagai alat Konversi. Peta pikiran dibuat dengan menggunakan kerangka pikiran (kata kunci) yang sudah anda catat di bagian awal BR ini, gambarlah mulai dari tengah kertas, gunakan pena warna, dan gunakan simbol/gambar jika perlu.
Sebagai variasi, pada bagian awal saat anda memahami kerangka sebelum BR, anda bisa langsung membuat peta pikiran ini dulu. Setelah selesai dan sudah melalui pengendapan, gambarlah ulang peta pikiran itu lantas bandingkan untuk saling melengkapi.
PENUTUP
Nah, komplit sudah ulasan mengenai Blitz-Reading, untuk lebih puas Anda bisa mengikuti pelatihannya. Sebenarnya ada satu hal yang saya khawatirkan, akan banyak penulis dan toko buku mengeluh karena bukunya tidak laku. Kita akan melihat orang-orang berjongkok di toko buku melakukan BR setiap hari.
Satu ide yang penting di akhir tulisan ini, beberapa kali lakukan BR pada kitab suci dari agama Anda. Jangan ditunda, setiap ada waktu kosong atau menjelang tidur, BR-lah kitab suci Anda. Pilih kitab suci yang ada terjemahan dalam bahasa Indonesia. Nah, pada suatu saat Anda tengah dirundung masalah, ambil kitab suci itu. Tentukan niat ingin mendapat jawaban persoalan apa, lantas lakukan scanning (membuka cepat) dengan cara rileks. Hasilnya? Silahkan dipraktekkan dan sharing pada bagian komentar di bawah ini.
Catatan
Kawan…, mari berbagi manfaat!
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…
Ronny F. Ronodirdjo.
Cetak Artikel Ini
Posted in Education, Hypnosis/therapy, Mind-Power, NLP |







February 23rd, 2007 at 8:45 am
ilmu yg sangat luar biasa, so mumpung masih muda, jangan lewatkan untuk belajar ilmu ini krn sgt2 berguna utk kehidupan kita.
February 23rd, 2007 at 10:56 am
Betul Mas, selagi punya umur, selagi punya waktu , selagi masih sehat.
Ayo, belajar sampai ke negeri China…
February 24th, 2007 at 11:21 am
Wah udah lama kenal Bapak yg satu ini….dengan baik hatinya selalu berbagi ilmu pada siapa saja…
February 25th, 2007 at 1:58 am
Bravo Pak.
Aku minta ijin untuk print buat aku ama istri.
Dia punya bakat photograpic memory. Biar tambah diasah.May God bless U, always.
February 25th, 2007 at 5:23 am
Silahkan Pak Joko, memang boleh di print kok. Ntar hasilnya dishare disini ya…
February 27th, 2007 at 11:31 am
Pak Ronny,
Apa perbedaannya BR dengan photoreading?
February 28th, 2007 at 4:18 am
Dear Lee, thanks atas responsenya…
Secara prinsip, protokol Photoreading lebuh rumit, dan bertele-tele.
BR menghilangkan berbagai langkah yang tidak perlu, dan di blend dengan teknik mental photograhic (ini adalah ilmu induknya PR).
Sedangkan keduanya memiliki esensi yang sama :
1. Kondisi pikiran harus menunjang (acelerated learning, alpha-tetha)
2. Penggunakan shortcut dari mata ke alam bawah sadar.
Thanks
Semoga membantu
March 2nd, 2007 at 4:30 am
Wah….bung Rony….artikelmu membuat semua pertanyaan tentang ilmu nlp yang selama ini aku pelajari semakin jelas……LUAR BIASA…….Jarang ada penulis yang memberikan tulisan dan membuka teknik nlp secara sederhana sehingga bisa dipraktekkan…….Aku tunggu artikel selanjutnya….yang pasti selalu penuh kejutan….
March 2nd, 2007 at 5:30 am
Terima kasih atas tanggapannya.
Saya berharap bung Daniel, bisa sharing juga mengenai pengetahuan dan pengalaman menggunakan NLP.
March 5th, 2007 at 5:34 am
Bung Rony dimana saya bisa belajar BR and berapa biayanya
March 8th, 2007 at 5:36 am
wah pak ronny… artikel bp sangat bangus….
ni saya copy tuk tambahan input saya di bisnis saya, tx banget ya pak…..
March 8th, 2007 at 5:38 am
o ya… gmn klo kita gabungkan antara bisnis bp yang ini dengan saya punya…. klo bp s7 bp bs kbri saya…. tx
March 11th, 2007 at 1:13 am
mau tanya tentang pelatihan blitz reading
March 13th, 2007 at 5:48 am
Mas Ronny yg baik hati, sy udah praktekin BR yg sesperti tertulis diartikel mas Ronny, namun ada yg membuat sy bingung mengenai tahap persiapan seperti ini “bayangkan/rasakan mata Anda berpindah ke atas telinga anda. Lihatlah buku dari arah belakang atas diri anda, jika anda lakukan hal ini, anda akan merasakan suatu pergeseran medan penglihatan. Anda akan melihat dengan pheripheral viewing, dengan suatu sensasi meluasnya bidang pandangan anda, dan bahkan anda akan bisa melihat tangan yang memegangi buku itu.” dlm hal ini kt terlebih dahulu membayangkan kita memegang buku dl ya mas? terus utk visualisasinya itu bth waktu brp lama? apakah bila sdh masuk kondisi alfa/teta kita terus membuka mata dan langsung melakukan anchoring? bukankah pas membuka mata kita sdh dlm kondisi dasar (concsious), trs pas sy melihat buku, mata ini selalu melihat tulisan dibuku dan sedikit terbaca, walau sy sdh memakai metode dgn buku terbalik. Mohon kiranya mas Ronny dpt menjelaskannya ya, terima kasih
March 16th, 2007 at 8:20 am
Luar biasa kalau bisa menguasai teknik BR ini…. terima kasih informasinya.
BTW, Seperti pertanyaan mas isetiadhi, dimana bisa belajar BR dengan bimbingan langsung ? berapa biayanya ?
March 16th, 2007 at 8:39 am
Sangat menarik dan saya akan coba.
Untuk artikel hipnotis yang paling sederhana yang cukup untuk hiburan diantara keluarga atau kawan kawan kapan akan Mas Ronny tulis. Ini akan sangat berguna untuk menghidupkan suasan saat pertemuan keluarga, lebaran, reuni dll.
Terima kasih atas kebaikan Mas Ronny berbagi ilmu.
Salam
March 16th, 2007 at 2:47 pm
Jawaban borongan untuk teman-teman.
Moga-moga tetap semangat!
1. Di Indonesia, setahu saya belum ada yang membuat training sejenis ini. Paling yang ada speed reading.
2. Muga-muga sekitar Juni, kita bisa buat kelas publik untuk ini di Jakarta, soal biaya kita atur nanti. Muga-muga tim manajemen saya agak murah hati.
3. Bingung mempraktekkan persiapan BR?
a. Menurut ilmu NLP, “bingung†adalah state of mind yang baik, pertanda adanya percobaan intergrasi dalam neuro-circuit di otak kita. Dendrit dan neurit sedang berusaha mengintegrasikan jalan-jalan syaraf yang tidak konek dan tabrakan satu sama lain, agar ketemu harmoni dalam circuit yang baru. Jadi terimalah kebingungan sebagai pertanda baik. Lain halnya dengan “frustasiâ€, tandanya percobaan integrasi neuro-circuit susah dan berakhir di kebuntuan dalam usahanya menciptakan jalur baru yang harmonis.
b. Kita tidak perlu membayangkan (visualisasi) bahwa kita sedang memegang buku. Bahkan kita tidak membayangkan apa-apa kok, cuma mengaktifkan peripheral viewing saja.
c. Begini lho tahap persiapan itu:
i. Latih masuk deep alpha/tetha dengan cara apa saja, termasuk bisa menggunakan cara relaksasi /energi / meditasi / dzikir atau cara lain apapun. Saat suah masuk ke deep alpha/tetha, segera buat anchor (lihat artikel tentang anchor), supaya state deep alpha/tetha ini bisa diakses kapanpun.
ii. Berlatih mengaktifkan peripheral viewing (PV), dengan cara membayangkan/merasakan mata kita berada diatas kepala (diatas telinga). Gunakan perasaan/visualisasi, seolah mata anda ada disana. Atau boleh juga anda membayangkan/merasakan keluar dari tubuh, dan kepala anda ada di atas kepala riil anda. Atau bayangkan/rasakan anda menggendong seseorang, dan anda melihat dunia melalui mata orang yang anda gendong itu. Atau bayangkan/rasakan seolah anda meletakkan kacamata diatas kepala (seperti yang sering dilakukan orang jika meletakkan rayben, diatas rambut seperti pakai bando), terus bayangkan/rasakan seolah anda melihat dari kacamata itu. Ingat disini selalu saya tulis bayangkan / rasakan. Jika anda bisa bayangkan, bayangkanlah, jika nggak bisa , rasakan saja.
iii. Latihlah poin diatas ini PV ini setiap hari dimana saja. Misal saat anda sedang di toko buku, dan mencari judul buku tertentu. Caranya, set goal bukunya bertopik (berjudul) apa, kemudian “pindahkan†mata anda keatas. Berjalanlah diantara rak-rak buku, ikuti feeling/kata hati anda. Jika ada semacam bisikan hati/kehendak/dorongan kearah tertentu, ikuti saja. Biasanya anda dituntun alam bawah sadar menuju arah yang benar. Ini bisa dipakai juga mencari barang yang hilang dirumah. Dipakai juga saat lihat pameran , misal pameran rumah, goalnya pengen nyari rumah yang begini dll.
iv. Nah jika sudah terbiasa, anda akan merasakan perluasan medan penglihatan itu. Jk kita ‘paksakan’ dengan penjelasan logika, begini lho. Lebih luas mana medan penglihatan orang dibawah dan orang diatas apabila bergendongan? Pastinya lebih luas yang diatas. Hanya saja, mata yang kita gunakan adalah mata imajiner. Perlu dicatat disini, penggunaan “mata imajiner†ini hanya dipakai saat persiapan (mereview isi buku,melihat struktur dan sebagainya), jadi ya di sini tulisan emang masih terbaca. Karena kita memang harus membaca, belum melakukan BR. Kita disini membaca dalam kondisi accelerated learning. Nah ini akan berbeda dengan saat melakukan BR, kita tidak lagi menggunakan PV ini, tapi menggunakan “mental-photograp stateâ€.
v. Semoga jelas
4. Percobaan hipnotis?
a. Nanti kita tulis di artikel khusus saja ya Mas Agus. Apakah ini Mas Agus Sudarmadji?
March 20th, 2007 at 2:11 am
Terima kasih tanggapannya Mas Ronny. Kebetulan ada beberapa hal tentang anak saya dan adaik ipar saya yang mungkin solusinya adalah melalui terapi mas Ronny.
Maaf saya Agus Sudarmawan dan tinggal di Cimahi Bandung.
Salam saja dan kalau main ke Bandung silakan mampir.
Agus S
March 21st, 2007 at 4:22 am
Simple, sederhana dan mudah diterapkan. Semalam saya mencari botol susu anak yang tidak tahu diletakkan dimana-mana. Pake unconcious, pv tentunya nggak berapa lama dikasih tahu bahwa botol tersebut tempatnya agak tersembunyi. Benar 1 menit kemudian botol tersebut ditemukan dibawah sprei.
Kuncinya praktek aja….coba terus….percaya sama uc kamu pokoknya beres.
March 21st, 2007 at 1:39 pm
Bravo,
Benar Mas Daniel, aplikasinya seperti itu. Trust your UC.
Saya sering nyari buku di toko Buku atau pameran dengan cara seperti itu dan dapat. Yang penting UC kita tahu goalnya dengan jelas.
April 28th, 2007 at 2:37 pm
Selamat Malam,
Sori Bung, ingin memastikan kembali. Apakah kelas Blitz Reading yang anda rencanakan ingin dibuka pada bulan Juni hendak direalisasikan ?
Saya tunggu jawabannya. Thanks
May 5th, 2007 at 6:38 am
Selamat sore, Mas Ronny
Waktu traning canvassing skill di indosat Bandung . saya tdk sempat tanya mengenai cara menghipnotis orang secara singkat dan efektif, tentunya untuk tujuan positif. Tolong dong kasih ilmunya. terima kasih ( Edi dealer Indosat Sakalaguna Jabar )
May 18th, 2007 at 6:44 am
good day….:)
May 21st, 2007 at 12:57 am
Pak Ronny, artikelnya bermanfaat sekali nih, saya diharuskan banyak baca, trutama buku2 textbook…karena utk meningkatkan pekerjaan saya juga…btw di artikel khan disebut kita liat dari 4 sudut buku dan bayangkan garis imajiner…nah bagaimana jika yg kita baca itu lembaran, misal hasil print out, brosur ataupun blog dan artikel2 di internet, atau juga ebooks…mohon pencerahannya nih…many thanx
oh yah, saya minat ikut jika ada training BR pak
May 24th, 2007 at 6:04 am
Yth. Pak Ronny yang luar biasa.
Saya ikutan kalau bulan Juni nanti Bapak jadi mengadakan training BR. Semoga saya berkelimpahan dan bisa mengikuti BR yang akan Bapak adakan. Berapapun biaya yang harus saya keluarkan. Soalnya saya punya masalah, kelihatannya alam bawah sadar saya sudah terprogram. Kalau saya sudah mulai membaca, paling 4 s/d 6 halaman mata saya mulai mengantuk, kadang-kadang baru 2 halaman sudah mengantuk. Saya berharap dengan teknik BR ini masalah tersebut bisa diatasi. Tapi ngomong-ngomong, apa benar pikiran bawah sadar saya terprogram dengan sendirinya bahwa setelah membaca 4 s/d 6 halaman mata saya akan mengantuk ? Mohon pencerahannya. Terima kasih.
May 26th, 2007 at 4:06 am
mantapp mas
June 2nd, 2007 at 11:49 pm
Salam kenal, saya secara gak sengaja ketemu milis ini di google, sangat menarik,saya pernah ikut hipnosis tapi ini ada NLP dan BR luarbiasa.teman2 bisa kasih info kemana kalau mau belajar NLP atau BR? Di indo sudah ada? makasih
June 14th, 2007 at 3:11 am
mas Rony, tehnik ini bisa untuk membantu menghafal kitab suci Al Qur’an gak?
thanks
July 3rd, 2007 at 5:15 am
Mas Abdullah,
Teknik ini bisa banget dipakai untuk membantu menghapal Al Qurán. Bahkan, jika kita tahu maknanya, bisa dijadikan cara kita mencari solusi jika sedang dapat masalah kehidupan.
Atau bisa kita belum terlalu tahu makna Al Qurán maka bisa juga dengan cara sring-sering mem-BR Qurán yang ada terjemahan dan arinya. Nah, pas saat ada masalah, lakukan flipping (buka cepat Al Qurán), ikuti kata hati. Bagian yang menimbulkan rasa ingin mampir, langsung dibaca. Insya ’Alloh disitulah ada jawaban dari masalah kita. Pastikan saat menscanning dengan niat yang tepat (niat mencari solusi atas masalah X).
Semoga membantu
July 7th, 2007 at 1:05 am
Sugeng enjang Mas Roni…..
Dos pundi kawilujenganipun… sae to???
Mas Roni taseh imut dumateng basa jawi nggih..badhe anchoring kemaleh kalian dalem , Mas Roni dalem ngaturaken matur sembahnuwun ingkang agung..bilih menopo ingkang dalem fahami tentang Islam meniko tambah saged mbika’ pengetahuan dalem..Wow ruar biasa.. mas.. Sa’sampunipun wangsul meniko dalem langsung di cobi kalian gusti Allah..yuga sakit puanaas, dalem tenang terus ngambil posisi LOA kalian keyakinan ingkang kuat dalem percados sanget saged maringi energi Positif.. Alhamdulillah Mas saged saras…Leres Mungguhe Gusti ALLah ..menawi Panjenenganipun persis menopo ingkang dados penggalihipun hambaNe…
Matur Suwun..Mugi mugi Mas Roni Sukses..lan ugi Emut lho dumateng ingkang damel kuoso….hi hi..
Salam basa jawi malangan,,,, Dalem ASLI AREMA MAS…!!!
July 12th, 2007 at 4:34 pm
Sugeng Mas Slamet…
Matur Suwun sampun mampir.
Mugi-mugi tansah sluman slumun slamet saklawase.
Monggo silahkan gabung wonten milis LingkarLOA@yahoogroups.com.
Sami-sami maju ngupayakke lan ngamalaken ngilmu supados dadhos kesae-nan kagem sesami.
Salam sukses
Ronny FR
July 13th, 2007 at 7:13 am
Sangat menarik + menantang mas. Perlu latihan untuk “melanyah”-kan tool yang ada di NLP. Secara ngak langsung kita sudah pernah melakuken, tapi ilmunya baru sekarang …. Alhamdulillah
Matur nuwun yo Mas.
July 13th, 2007 at 7:30 am
Dear Mas Joenoes,
Thanks sudah mampir kesini…
Muga-muga segera “lanyah” ya….
Sharing dong apa saja yang sudah dilakukan…
September 25th, 2007 at 1:34 pm
PAk Ronny ini merupakan artikel yang benar2 menarik sekali, dan sebagai mahasiswa saya sangat tertarik untuk mempraktekkan BR ini, Sebelumnya ada yg ingin saya tanyakan untuk mempraktekan BR ini apakah harus orang yg mengerti dasar2 selfhypnosis seperti merubah gel ke alpha/ theta, anchorin, dll, bagaimana untuk yg orang awam masuk ke tahap itu dan patokannya bahwa seseorang sudah berada di state gel alpa/teta itu apa ?
September 26th, 2007 at 12:33 am
Pak Martono,
Mengerti dasar self hipnosis akan lebih baik, namun tidak mengerti pun tidak apa-apa. Ikuti saja petunjuk yang ada diartikel, dengan relaksasi progresif.
Ciri-ciri ke tahap Alpha/ Tetha adalah adanya suatu perasaan yang fokus, tenang, dan senang…
November 19th, 2007 at 7:33 am
Mas Ronny yang istimewa,
Saya sedang searching “ericssonian” di web, ternyata mendarat di halaman yang luar biasa ini. Saya pernah ikutan pelatihan Hypnoteraphy tahun ini dan salah satu alasannya adalah mengenai pemanfaatan sub-conscious mind untuk membantu “menghapal”. Bingo! saya salut deh. Mas Ronny saya mau tanya, bagaimana cara yang paling ampuh untuk masuk ke state theta dan mempertahankannya? Btw, kalau pelatihan BR ini sudah ada saya dikhabari ya. Trims.
November 19th, 2007 at 7:56 am
Luar biasa, saya benar-benar terperangah dari dulu ingin menguasai membaca cepat belum bisa-bisa sekarang baru tahu ada ilmu membaca yang lebih advance. Saya yang masih awam tentang hypnosis bagaimana bisa mempelajarinya. Mas Ronny.
November 19th, 2007 at 10:14 am
Mas Iwan DS,
Inilah tandanya kita mengalami Law of Attraction (LoA), vibrasi yang sama saling tarik menarik…
BTW, cara masuk theta bisa macem-macem, lewat musik (brain entrainment), lewat visualisasi, lewat meditasi, lewat nafas, lewat relaksasi, lewat hypnosis, tergantung mana yang paling cocok untuk Anda, itulah cara terbaik…
March 9th, 2008 at 7:01 am
halo mas Ronny,
kapan dibuka pelatihan BR dalam waktu dekat ini? Kalau ada saya ingin ikut serta. Tolong kabari via email saya..
terima kasih..
March 10th, 2008 at 12:33 am
Oke Mas Rian, pasti kita umumkan…
March 27th, 2008 at 5:05 pm
pak…
saya ingin bertanya, apakah benar seseorang bisa dibangkitkan motivasinya hanya dengan hypno theraphy??? sejauh mana motivasi itu bisa dibangkitkan?? apakah sejauh motivasi yang dia miliki saja atau bisa lebih dimaksimalkan dari yang sudah ada sebelumnya??
kalo phobia di bantu dengan hypno saya masih bisa percaya dan yakin..tapi kalo motivasi saya masih bisa ragu,, tolong ya pak dijabarkan sehingga bisa diterima dengan logika saya…
saya masih tabu dengan hypnoteraphy pak..
terimakasih ya pak ronny atas jabarannya…
March 31st, 2008 at 12:04 am
Hypnosis adalah komunikasi dengan bawah sadar.
Dengan demikian, jika seseorang memiliki masalah di bawah sadar, maka cara berkomunikasi dan mengatasi masalah itu perlu masuk ke bawah sadar orang itu.
Nah, sekarang pertanyaannya adalah apakah persoalan motivasi itu di bawah sadar atau di alam sadar? Bagaimana menurt Anda?
Kalau persoalan motivasi itu letaknya dia alam sadar, cara menyelesaikannya menggunakan nasehat dan pengertian, bukan hipnosis.
Sayangnya kita tahu, bahwa persoalan motivasi memang lebih banyak di bawah sadar…. Sudah menjadi pola / kecenderungan yang tersimpan rapi di bawah sadar kita…
Nah, secara sederhana demikian penjelasannyta Mas/Mbak Adek…
Banyak ornag tabu dengan hypnosis hany akarena miskonsepsi, karna di pikirannya hypnosis adlah alat untuk menipu, atau mengerjai orang… Itu hanya salah satu sisi hypnosis saja, seperti pedang bermata dua.
Nah, jika hyponosis sedemikian manjurnya bisa dipakai untuk menipu dan mengerjai orang, artinya betapa kuat efek sugesti yang ditanamkan dengan menggunakan hipnosis.
Dan….,
Yang namanya memotivias orang lain / diri sendiri adalah sebenarnya merupakan proses melakukan sugesti juga. Ya khan?
Jadi?
May 4th, 2008 at 2:59 pm
tuan rony ulasan anda sangat menakjubkan.
bisa minta no telp bapak Ronny F. Ronodhirjo.
May 5th, 2008 at 2:29 am
Waduh Pak Joko, saya kok di panggil tuan?
Hehehe, jadi ingat bahasa jaman dulu deh…
Panggil saja saya Ronny…
Silahkan menghubungi tim saya, Ibu Aulia di 021-321-19176
beliau yang mengatur kegiatan saya.
Salam sukses untuk Anda!
May 8th, 2008 at 10:43 am
Wah, mas Ronny, pertanyaan tentang adanya training untuk bisa pake teknik ini kok belum dijawab ya? Saya nanya lagi deh, mas Ronny tau tempat trainingnya gak?
May 8th, 2008 at 12:24 pm
Mas Halberdian,
Kalau untuk Blitz Reading, khan racikan saya sendiri dari penggabungan berbagai teknik. Jadi ya saya rasa nggak ada orang lain yang punya training ini, kecuali tanpa sengaja kita memberi nama yang sama.
Untuk training saya, muga-muga akhir tahun ini bisa kita jadualkan.
Untuk training sejenis BR, bisa diikuti Photo Reading atau Photograph Reading, adanya di luar negeri. Tinggal googling pasti dapat… Sip!
June 1st, 2008 at 5:43 am
Mas Ronny,
Saya terus terang senang dengan tulisan mas Ronny diatas, karena saya lagi menggali bagaimana caranya bisa belajar dalam tempo waktu cepat. Sampai2 saya membayangkan diri saya menjadi Naruto (Karakter kartun) bisa berubah menjadi 1000 bayangan dan setiap 1000 bayangan bisa belajar semua. jadi pada saat bersatu, ilmu saya menjadi 1000 kali dalam waktu singkat. hehehehe
o ya mas, saya punya kendala, mata saya hanya 1 karena yang sebelah kanan sudah buta. na apakah untuk PV dan membayangkan mata diatas kepala bisa dilakukan? lah wong matanya tinggal 1. jadi blank disisi kanan. Need your advise dan setuju bila mau mengadakan acara dijakarta. pasti saya sangat tertarik.
Salam
June 3rd, 2008 at 5:50 am
Halo Antonius Naruto Arif…
Luar bisa…
Bayangkan dengan sepenuh hati deh, libatkan ke lima indra internalmu (Mata, Telinga, Hidung, Lidah dan Kulit). Rasakan hasilnya…
Untuk yang mata satu, jangan gunakan cara cross (X), tapi gunakan cara pembayangan burung di atas kepala aja…
June 3rd, 2008 at 6:18 am
Assalamu’alaikum Mas Ronny, gimana nih ceritanya di Kanada. Trus trang saya excited banget pingin mempelajari NLP, Hypnosis, or BR dengan cara yang benar sampai saya bisa trampil menggunakan untuk diri sendiri, membantu memotivasi anak, keluarga, dan orang yang membutuhkan.Pertanyaannya, supaya pemahaman dan ketrampilan saya terstruktur dan sistematis dalam arti mempermudah saya untuk mempelajarinya dan mempraktekkannya, tahap2an apa dulu yang harus saya ikuti ya? Maklum, saya belum pernah mengikuti training semacam ini sebelumnya, tetapi saya sangat tertarik mempelajarinya. Saya punya pengalaman dalam memotivasi putri saya yang karena penyakitnya yang dialami pada waktu usia 3,5 th dan berlangsung selama lebih kurang 1 tahun (sampai masuk ICU 3,5 bulan dan dirawat 6 bln di RS, dan alhamdulillah akhirnya sembuh setelah berobat di Singapura), membuat putri saya mengalami masalah dalam hal keberanian dan PD, padahal sebelum sakit ia anak yang sangat aktif, berani, dan terkesan tanpa rasa takut. Masalah ini berlanjut saat putri saya masuk sekolah. Sebetulnya ia mampu dan cerdas (terbukti dari hasil rapor dan penjelasan gurunya putri saya cepat menyerap pelajaran), namun karena rasa takut, malu, dan kurang pede, membuat ia kesulitan beradaptasi dan bersosialisasi di lingkungan yang baru. Saya hampir2 desperado menghadapinya. Tapi alhamdulillah saya merasa cukup berhasil memotivasi putri saya dengan metode hypnosis. Saya mensugesti putri saya terus menerus pada saat (kata terapisnya) dalam kondisi Alpha / tetha. Sat ini putri saya terlihat lebih ceria, lebih pede, dan yang menyenangkan hati saya ia sekarang punya banyak teman, terbukti dari banyaknya teman2 yang datang ke rumah sepulang sekolah, padahal sebelumnya ia tidak punya teman seorangpun. Subhanallah, ternyata begitu besarnya kekuatan bawah sadar kita. Saya yakin bila kita optimalkan dengan cara yang benar InsyaAllah kita dapat mencapai kesuksesan tidak hanya di dunia, tetapi InsyaAllah juga di akhirat. Hanya saja saya perlu bantuan mas Roni nih, dari manakah saya memulainya? Bravo mas Ronny, thanks a lot u insightnya. Kabar2i yah.. Wassalam,
June 3rd, 2008 at 8:35 am
Dear Hilda yang baik..
Wah luar biasa sekali kisahmu dalam membantu anakmu melewati masa sulit… Alhamdulillah semua sudahterlewati dengan baik, semoga seterusnya senantiasa sehat selalu. Amien.
Bagus sekali apa yang telah Hilda lakukan, dan sebaiknya dipertahankan terus…
Selain itu, jika mengalami masalah lagi, lakukan refrming dengan cara mengubah makna maslah menjadi sesuatu yang lebih positif bagi si anak.
Ada kok tulisannya di artikel lain di blog ini.
Oke,
Nanti sepulang ke Jakarta, kita ketemuan deh..
Salam kenal untuk suami dan anakmu…
June 5th, 2008 at 4:11 am
Sesuatu pengalaman yang luar biasa.
Karena untuk tahu harus mampu membaca, bukan sekedar kata tapi juga makna.
Sampai jumpa.
June 7th, 2008 at 1:19 am
Benar sekali Mas Ali…
Makanya dianjurkan untuk melakukan BR pada kamus, ensiklopedia, thesaurus, dan lain-lain.
Sehingga memperkaya pemahaman makna kita.
June 9th, 2008 at 12:14 am
Mas Rony, Kapan ada pelatihan Blitz Reading ?
September 8th, 2008 at 9:09 am
Terima kasih pak Ronny artikelnya sangat membantu saya.
September 8th, 2008 at 9:23 am
Halo Mas Santoso dan Mas Priatna,
Thanks udah berkunjung…
Tunggu info lebih jauh, dan tetap stay tune di blog ini…
September 8th, 2008 at 1:28 pm
saya agak terla,bat tahu artikel ini. tapi saya pikir masih sangat relevan. yang ingin saya tanyakan sama mas rony. apa benar tekhnik ini bisa digunakan untuk menghapal Al Quran. Kalau ya wah saya senang sekali karena masih ada harapan bagi saya untuk menghapal Al Quran dengan cepat
trims jazakaAllah
September 8th, 2008 at 2:28 pm
Teknik ini bisa dipakai untuk meningkatkan pemahaman kita pada bahan bacaan apa saja.
Untuk kebutuhan Al Qur’an, agar pada proses aktivasi berjalan lancar, maka Anda perlu mengenal sulu semua huruf arab dan mampu membaca juga. Sehingga alam bawah sadar mengenali karakter-karakter huruf arab tersebut
September 11th, 2008 at 1:35 am
Alhamdulillah ktemu ilmu baru lagi,,,
pengen segera mencoba,, tuk menghapal Al-Quran,Hadist,buku kuliah,dan buku yang bermanfaat lainya.
doakan saya yah
terimkasih pak Ronny FR
September 11th, 2008 at 3:39 am
Hao Pak Amier,
Silahkan dimanfaatkan dengan baik…
Salam kenal
September 21st, 2008 at 11:50 pm
Ass wr wb
Wadduh mas Ronny ..bagus banget artikelnya. Saya baru tahu kalau selama ini saya telah menggunakan metode BR ini dalam menghafal ayat Qur’an. Memang tentunya kita harus sudah mengenal huruf Arab dan latin. Alhamdulillah dengan metode ini saya bisa hafal ayat Qur’an berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Saya baru tahu metode BR dari membaca artikel mas ini. Ternyata selama ini saya menghafal Qur’an dan terjemahan dengan cara seperti yang mas jelaskan pada artikel ini. Dalam menghafal secara BR memang yang banyak berperan adalah unconsius mind .
Dalam membaca ayat yang sudah dihafal juga yang memiliki peran utama adalah unconsius mind, persis seperti kalau mengemudi mobil. Kita tidak pernah melibatkan consius mind dimana kita memegang tuas kopling, nginjak persneling dan lain sebagainya. Hafalan yang dibaca terus mengalir bagai air sungai tanpa melibatkan consius mind. Lucunya bacaan akan terputus ..bahkan bisa nyasar ke surat lain kalau kita melibatkan consius mind.
Karena unconsius mind bekerjanya secara otomatis , maka ayat Qur’an yang sudah dihafal berikut terjemahannya tersebut harus sering dibaca dan ditadabburi…wah sungguh asyik. Saya sangat mendukung cara BR sangat ampuh untuk menghafal ayat Qur’an berikut terjemahannya. Ayat Qur’an yang sudah dihafal kalau dibaca dan ditadabburi akan membentuk pola pikir dan sikap hidup yang tangguh.
salam buat mas Ronny
September 22nd, 2008 at 3:31 am
Waduh luarbiasa!
Monggo diceritakan bagaimana proses Pak Fadhil dalam mempelajari / mengKaji Al Qur’an dengan metode yanag sejenis.
Menarik sekali untuk kita diskusikan di sini Pak…
Saya tunggu detailnya.
Salam luar biasa
September 22nd, 2008 at 11:55 pm
Ass wr wb
Mudah mudahan pengalaman saya ini bisa membantu rekan yang ingin menghafal Qur’an berikut terjemahannya. Cara nya memang mirip dengan BR. Saya sudah coba untuk menghafal surat Yasin (83 ayat)berikut terjemahannya butuh waktu 2 bulan…cukup lama maklum saya saat ini sudah termasuk sepuh. Bagi yang masih muda mungkin bisa lebih cepat.
Ambil Al Qur’an yang ada terjemahannya, biasanya halaman sebelah kanan tulisan arab dan halaman kiri tulisan latin bahasa indonesia. Hafalkan 1 ayat disebelah kanan berikut terjemahannya yang disebelah kiri. Pandang seluruh halam kiri dan kanan, endapkan tulisan yang tertera dalam ingatan.
Ucapkan ayat yang dihafal berulang ulang, lisan membaca dalam bahasa arab, fikiran menterjemahkan dalam bahasa indonesia.Mulanya akan sering tersendat karena belum masuk unconsius mind. Gambar mental halaman berisi tulisan yang sudah terekam diotak sangat membantu , tatkala membaca kembali ayat yang dihafal.
Satu persatu ayat Qur’an tersebut dihafal dan terus dirangkai, mungkin sehari 2 atau 3 ayat. Gambar mental halaman Qur’an yang berisi tulisan arab berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia sangat membantu.
Alhamdulillah cara ini sangat membantu saya dalam menghafal Al Qur’an, dan memilih ayat dipertengahan surat yang ingin di baca atau ditampilkan. Biasanya orang yang hafal Qur’an tanpa terjemahannya , agak sulit menampilkan ayat dipertengahan surat kalau tidak dibaca dari awal surat.
Insya Allah dengan memiliki gambar mental tentang halaman yang kita hafal kita bisa menampilkan dan membaca ayat yang kita pilih dari surat yang sudah dihafal. Misalnya surat yasin 83 ayat, kita bisa memilih menampilkan ayat 51 atau ayat 40 saja tanpa harus urut dari permulaan.
Metode ini juga sangat membantu menghafal ayat ayat tematik, yang bisa jadi pegangan hidup. Misalnya surat ali Imran ayat 26-27 tentang silih berganti kekuasan didunia. Ali Imran ayat 14-15 tentang kehidupan dunia. Ayat tematik yang hanya satu atau dua ayat merupakan kalimat presuposisi yang dapat membentuk state dan perilaku kita. Kita bisa menghafal ayat ayat pilihan yang kita butuhkan dengan cepat dan mudah.
Demikian pengalaman saya menghafal Qur’an dengan cara mirip BR yang disampaikan mas Ronny. Mungkin bisa membantu rekan yang berminat menghafal qur’an untuk pegangan hidup.
September 24th, 2008 at 12:06 am
Luar biasa!
Matur nuwun atas sharingnya! Saya ayakin bakal berguna bagi kawan-kawan semua.
Bahasan menganai ayat tematik yang dapat diperlakakan sebagai Presuposisi, amat menark perhatian untuk dilakukan.
Wow!
Matur Nuwun, terima kasih
October 9th, 2008 at 8:32 am
Ass wr wb.
Mas saya sedikit cerita, tentang pengalaman istri saya. Dan pengalaman saya sendiri mendidik anak saya
setelah saya ceritakan ilmu baru ini (NLP) kepada istri saya. Istri saya malah balik cerita ke saya tentang pengalamannya, bahwa selama ini dia telah menjalankan NLP tanpa ia sadari. Ia menceritakan bahwa seringkali ketika belajar (menghafalkan)sesuatu istri saya sampai tertidur, Anehnya ketika ia bengun seringkali ia sudah hafal seakan-akan telah menghafalkan materi itu sejak lama. Pertanyaan saya Apakah ini dapat diterangkan melalui teori “By Pas” dari pikiran consius ke unconsius pada waktu memasuki gelombang (keadaan) delta / diambang tidur? perlu diketahui istri saya ini lulus dengan predikat Cumlaud, usia termuda, dan waktu kuliah tercepat seangkatannya.
Yang ke dua sering kali saya menanamkan pola jiwa (karakter) ke anak-anak saya dengan cara mendongeng sebelum tidur dengan cerita tokoh-tokoh yang baik hati dan kisah kepahlawanan (misal: cerita Nabi Muhammad SAW, dan nabi-nabi yang lain, cerita Para orang sholeh dan para Mujahidin) dengan harapan apa yang ingin saya tanamkan kepada mereka segera masuk ke pikiran unconsius mereka. Dan hasilnya sekarang saya tidak terlalu repot mengarahkan perilaku anak saya. kadang bila mereka “NAKAL” saya hanya mengingatkan mereka tentang Anak sholeh, misalnya “lho gitu kok namanya anak sholeh! Anak sholeh itu kan tidak begitu?!” biasanya mereka langsung ingat dan menurut tanpa saya harus “dipukul” agar nurut. Pertanyaan saya apakah cara seperti ini tidak akan memunculkan efek negatif kelak dikemudian hari?
Thanx JazakAllah
October 11th, 2008 at 10:28 am
Wa’alaikum salam
Mas Winsyah…
Benar sekali, pengalaman istri Anda kemungkinan besar berhubungan dengan pergeseran kesadaran ke kondisi alpha/theta. Pada kondisi ini, pikiran masuk dalam kondisi mirip/sama dengan hypnotic, yang sangat receptif sekali.
Yang kedua, mengenai dongeng sebelum tidur itu juga bagus sekali. Yang terpentig adalah masalah intonasi kata-kata, dan gesture Anda saat bercerita .
Pastikan Anda mengubah intonasi menjadi nada perintah, saat menasehatkan hal positif kepada anak. Misal begini : “Kemudian Sang Nabi berkata pada sahabatnya : ‘Jadi orang harus berbakti pada orang tua, dan banyak beribadah pada Alloh SWT!’….”
Nah, saat mengatakan ‘Jadi orang harus berbakti pada orang tua, dan banyak beribadah pada Alloh SWT!’ gantilah intonasi Anda menjadi intonasi perintah, seolah memang Anda memerintahkan paa anak Anda sendiri. Dalam NLP ini disebut sebagai embedded command.
Selain itu, biasakan menunjuk ke arah lain saat Anda mencertitakan seorang tokoh yang negatif/nakal/jahat. Sedangkan pas menceritakan anak yang baik/berbbakti, tunjukkan sikap secara tidak kentara bahwa seolaah anak itu berada di posisi anak Anda.
Semoga bermanfaat
October 16th, 2008 at 12:57 pm
Kenapa setelah saya mencoba mem BR sebuah buku, saya seakan hanya melihat halaman buku tersebut, tidak mengerti dan tidak ingat apa-apa tentang buku tersebut. Apakah ada yang salah dengan cara mem BR saya? Saya membaca artikel ini 2 hari yang lalu. Saya coba mem BR beberapa halaman buku lalu tidur. Ternyata tidak berhasil. Lalu kemarin mencoba lagi dengan bantuan musik. Tetapi kenapa masih tidak tahu apa-apa?
October 19th, 2008 at 4:55 pm
Dear Mas Hermawan,
Peranan niat amat penting dalam langkah preparation suatu BR. Ini akan menentukan bagaimana kinerja alam bawah sadar kita.
Jika niat kita mencoba-coba, jarang akan berhasil baik.. Niatkan untuk lebih bersungguh-sungguh dan mantap.
Tidak diperlukan musik dalam BR ini, yang penting state of mind kita pas!.
Berlatihlah dahulu untuk masuk accelerated learning. Jika merasa sudah mantap, baru mulai mem BR.
Selamat melatih mas…
October 22nd, 2008 at 5:28 am
“Ketemu” Mas Ronny, saya yakin adalah sebagian dari Jawaban Allah atas harapn-harapan saya untuk menjadi manusia unggul. Semakin yakin saya dengan LoA.
InsyaAllah BR adalah salah satu jawaban dari pencarian itu.
Mas Ronny, hati saya memohon kejujuran njenengan (ga ada maksud apa-apa, cuman ngikuti
October 22nd, 2008 at 5:32 am
“Ketemu” Mas Ronny, saya yakin adalah sebagian dari Jawaban Allah atas harapn-harapan saya untuk menjadi manusia unggul. Semakin yakin saya dengan LoA.
InsyaAllah BR adalah salah satu jawaban dari pencarian itu.
Mas Ronny, hati saya memohon kejujuran njenengan (ga ada maksud apa-apa, cuman ngikuti unconscious saya saja) apa njenengan ada maksud untuk memperkaya diri dengan ini semua? (ngapunten sanget kalau terkesan ngelunjak)
alasannya begini, saya jg trainer dan masih memikirkan “uang” untuk setiap apa yang saya lakukan, salahkah?
saya menuliskan ini sambil dengan perasaan teraduk-aduk lho mas, suwun tanggapannya.
Kenal njenengan adalah Anugerah Luar Biasa dari Allah kang moho inggil
November 18th, 2008 at 12:21 pm
Mas Ron artikelnya bagus banget cuman saya teh belum ngerti istilah2nya tolong jelaskan sejelas2nya ya ya
November 18th, 2008 at 5:05 pm
Mas Feri DS yang baik…
Maaf agak terlambat membalas pertanyaannya. Terkubur dalam komentar lain, jadi nggak terbaca. Baru setelah ada pertanyaan lain, jadi muncul lagi di atas.
Saya dapat mengerti pertanyaan Anda ,
Bagi saya sederhana saja :
- Saat berbagi, pikirkan berbagi.
- Saat berbisnis, pikirkan berbisnis.
Saya menghindari mencampur adukkan ke duanya…
Salam sukses
November 18th, 2008 at 5:07 pm
Kang Deden yang baik,
Jawaban dan arti istilah-istilah semuanya ada kok tersebar di seluruh web ini.
Jika bersabar, pasti akan mudah memahami semuanya…