Winning Poker Using NLP: Memenangkan Poker menggunakan NLP
Written by ronnyfr on 16 February 2007 – 8:00 am - 2,523 kali dibaca.Permainan Poker atau permainan kartu lain seperti remi, domino dan sebagainya memiliki kemiripan, pemenangnya adalah orang yang memiliki kartu bagus dan bisa mengolah kartu bagus itu menjadi kombinasi yang mematikan (killer). Ada dua ketrampilan penting yang dibutuhkan dalam memenangkan permainan ini yakni : mengolah kartu, dan membaca tanda-tanda bahasa tubuh lawan main apakah mereka memiliki kartu bagus / tidak. Tulisan ini akan membahas mengenai hal yang kedua : cara membaca tanda-tanda bahasa tubuh dari lawan main. Namun bukan sekedar ilmu bahasa tubuh yang pasaran.
Dasar pemikirannya adalah, mind-body connections, yang artinya ada korelasi/koneksi antara pikiran dan sistem tubuh. Apa yang dipikirkan seseorang akan terlihat di dalam bahasa tubuhnya dan sebaliknya bahasa tubuh seseorang akan mempengaruhi pikirannya.
Di luar banyak beredar buku-buku mengenai bahasa tubuh, misalkan seseorang yang tangannya menggaruk-garuk seputar mata artinya adalah begini, dan seseorang yang bersandar sambil tangannya membentuk semacam piramida artinya demikian. Apakah tanda-tanda seperti ini berlaku universal? Bagaimana jika lawan bicara memiliki kebiasaan bahasa tubuh tertentu?
Menjawab pertanyaan diatas NLP mengembangkan disiplin yang disebut callibration (kalibrasi). Idenya adalah mengukur secara langsung bahasa tubuh seseorang, dengan terutama memperhatikan micro behavior. Yang dimaksud dengan micro behavior adalah bahasa tubuh yang cenderung subtle (nyaris tidak observable). Sejumlah diantaranya adalah yang disebut sebagai involuntary muscle movement (gerakan otot tak sadar).
Dalam bermain kartu, kita tidak boleh begitu saja percaya pada kata-kata lawan main mengenai kondisi kartunya. Kemampuan verbal adalah kemampuan yang biasanya paling berkembang selaras dengan usia seseorang. Bahasa pada galibnya hanyalah salah satu doorway bagi seorang manusia dalam mengemukakan apa yang ada di benak pikiran atau perasaannya. Ada pintu-pintu lain yang akan me-release keluar apa-apa yang kita pikir atau rasakan, yakni bahasa non verbal dan khususnya involuntary muscle movement tadi. Jadi sesungguhnya dalam setiap saat, seluruh tubuh kita mengirimkan sinyal-sinyal informasi.
Proses Kalibrasi
Kalibrasi adalah pengukuran mengenai fisiologis seseorang sehingga kita bisa tahu mengenai state nya. Cara mengkalibrasi seseorang adalah dengan cara senantiasa mengamati tanda-tanda tertentu yang selalu muncul saat lawan main sedang senang, sedang netral dan sedang susah.
Tentunya pengukuran awal dilakukan sebelum main kartu, supaya lawan main tidak memanipulasi fisiologisnya. Ajak mengobrol lawan Anda sebelum main, tanyakan situasi-situasi yang akan membangkitkan perasaan senang dari lawan main. Misalkan : “Minggu lalu katanya kamu menang main lawan si Anto, gimana ceritanya tuh?”.
Ditanya demikian, maka ia akan mengakses memorinya, dengan demikian emosi memori itu akan terakses pula. Teraksesnya emosi itu akan membawanya pada kondisi fisiologis tertentu yang harus Anda amati dan dicatat baik-baik dalam kepala Anda.
Ingat, Anda juga harus menanyakan suatu situasi yang menyedihkan, seperti saat ia kalah main, atau saat ia sedang sial dan sebagainya. Amati fisiologisnya. Tentunya Anda kemudian juga memiliki pembanding fisiologisnya saat sedang netral saja.
Dari ketiga kondisi itu diulang beberapa kali secara halus, maka kita bisa mengukur (mengkalibrasi) fisiologis seseorang ketika senang, dan tidak senang dan netral. Sekali lagi, jangan tertipu dengan bahasa verbalnya, karena bahasa verbal adalah proses terakhir dalam komunikasi seseorang, yang pertama adalah non verbalnya (dalam hitungan detik) dan seseorang belum bisa berbohong saat berbahasa non verbal. Inilah dasar kalibrasi.
Apa yang dikalibrasi ?
- Nafas : terutama dimana lokasi nafas, kecepatan dan jeda
- Perubahan suara : kecepatan, penggunaan VAK (representational system), volume, dll
- Gerakan akses mata ke otak : Eye Accessing Cues
- Penebalan atau penipisan bibir bawah
- Perubahan postur
- Perubahan tegangan otot (leher, dekat mata, dll)
- Perubahan besarnya Pupil mata
- Perubahan ekspresi muka
- Perubahan warna kulit
- Dan lain-lan
Maksud dari mengkalibrasi gerakan akses mata ke otak (eye accessing cues) adalah, jika seseorang sedang mengingat suatu peristiwa, fakta, berfikir kritis, maka manusia pada umumnya akan melirik ke kiri atas atau kiri samping. Sedangkan pada saat ia mengimajinasikan sesuatu (sedang meng-create suatu gambaran/suara) biasanya akan melirik ke kanan. Jika sedang melakukan self talk, maka ia akan melirik ke kiri bawah. Untuk memahami ada baiknya mengambil training NLP, atau membaca buku NLP yang membahas hal ini secara panjang lebar.
Jadi amati bagaimana lawan-main saat senang secara spesifik akan bernafas dengan cara tertentu, posturnya bagaimana, ketebalan bibir bawah, tegangan otot tertentu, perubahan warna kulitnya, gerakan mata dan seterusnya. Catat dalam hati, lakukan juga saat lawan bicara sedang tidak senang, dan tentunya saat ia sedang netral.
Demikianlah, kejelian dan frekuensi dalam anda berlatih akan membuat anda menjadi mind-reader (pembaca pikiran). Bukan sekedar membaca bahasa tubuh yang sifatnya universal, bahkan anda bisa melakukannya secara spesifik pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki micro behavior yang berbeda, jadi harus dikalibrasi tersendiri.
Ilmu ini tentunya tidak hanya bermanfaat untuk main kartu, namun dalam membina hubungan dengan seseorang, keluarga, bisnis, sales. Bahkan kepolisian USA menggunakan eye accesing cues untuk mengetahui kebohongan seseorang pada saat di interogasi. Inilah yang disebut dengan ketrampilan dalam reading people mind like a reading book.
Catatan
Kawan…, mari berbagi manfaat!
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…
Ronny F. Ronodirdjo.
Cetak Artikel Ini
Posted in Business and Career, NLP |







August 7th, 2007 at 8:05 am
saya ingat betul pelajaran ini di kelas dahulu!
December 30th, 2007 at 3:17 am
Bagaimana caranya untuk memenangkan permainan poker secara on-line ? Adakah cara tertentu ?
December 30th, 2007 at 6:31 pm
Wah Pak Jimmy, ide Anda kreatif sekali.
Saya rasa kita tidak bisa kalibrasi orang menggunakan cara online.
Jadi saya belum punya ide.
Apalagi jika ini maksudnya poker online untuk berjudi, wah saya jadi kesulitan untuk mendapat ide…
Salam sukses untuk Anda
January 12th, 2008 at 5:48 am
saya baru menemukan situs menarik ini, kebetulan sama dengan yg saya kuasai.
mungkin nlp juga bisa diterapkan untuk mengetahui pikiran orang lain dan mempengaruhinya.
salah satu cara untuk mengetahui kejujuran seseorang :
1. tanyakan pada dia apa yg ingin anda tes kejujurannya.
2. lihat reaksi dia
3. anda bisa tahu apakah dia jujur atau tidak.
misal anda ingin tahu apakah teman andaatau pasangan anda itu selingkuh atau tidak.
( maaf ini hanya contoh, anda bisa gunakan yg lain)
pertama : tanyakan langsung pada dia , apakah dia selingkuh.
kedua, lihat reaksi jawaban dia, apakah dia menjawabnya dengan nada marah, gugup, atau bl lainnya,,
jika reaksinya demikian berarti kemungkinan besar dia selingkuh.
sebenarnya masih ada cara lainnnya, yaitu cara mengetahui pikiran dan sesuatu yg dirahasiakan orang tanpa dia menyadarinya.
ada banyak ilmu mengenai ini, kita juga bisa memanfaatkan pertanyaan.
lemparkan saja pertanyaan, kemudian lihat apa reaksinya.
atau gunakan suatu pernyataan, kemudian lihat reaksinya.
sebenarnya jika anda menyadari, saya juga sedang mengetes lewat posting saya ini. hehe…
salam ninjfar
bersatu akan lebih baik menuju sukses dan kebahagiaan
January 12th, 2008 at 2:45 pm
Dear MasterFa,
Thanks atas kontribusinya di blog ini…
Wah, masih sempat ngetes pula…., luar biasa!
BTW, saya setuju :
Bersatu memang lebih baik dalam menuju sukses dan kebahagiaan…
January 22nd, 2008 at 3:10 pm
[…] tindakan, termasuk tindakan diam, adalah mengkomunikasikan sesuatu. Jadilah seorang calibrator yang memiliki sensory acuity yang baik., dengan demikian Anda akan menjadi pembaca fisiologi […]
January 22nd, 2008 at 4:34 pm
[…] Tulisan ini memang lebih bersifat inspiratif, dan tidak dimaksudkan untuk menukik terlalu dalam pada penjelasan milton model, meta model, kalibrasi dan lainnya. Tulisan mengenai hal itu dapat anda temukan dalam artikel yang lain secara lebih mendalam. Misalkan tulisan mengenai kalibrasi bisa anda temukan di artikel mengenai Menang Poker Dengan NLP. […]