Mengapa Bahasa Tubuh dan Intonasi Penting Dalam Penjualan?

Written by ronnyfr on 11 January 2007 – 7:50 pm - 3,945 kali dibaca.

Dalam pelatihan yang saya bawakan, bagi peserta yang datang awal dan menunggu acara dibuka biasanya akan saya putarkan film GAG Only Joking atau film Mr. Bean. Tentunya Anda semua pernah menonton semacam itu, lucu sekali adahal nyaris tanpa kata-kata. Film itu mampu mengocok perut kita sekalipun hanya beisi adonan alur cerita diiringi musik dan gumaman suara yang tidak jelas.

Dari mana pesan lucu itu dikirimkan? Bagaimana kita bisa mengerti atau menangkap pesan yang mereka maksudkan? Apakah ini berarti bahwa kita bisa berkomunikasi tanpa kata-kata? Memang demikianlah, ternyata pesan dan makna bisa disampaikan tanpa menggunakan kata-kata. Inilah yang disebut bahasa tubuh yaitu gerakan tubuh, ekspresi dan lain-lain yang mengirimkan pesan pada kita tanpa menggunakan kata-kata.

Bagi yang sudah ikut pelatihan Selling Magic, pasti masih ingat pada teknik 3 V, yakni Verbal, Vocal, Visual. Yakni melipatgandakan kekuatan kata-kata dengan menggunakan 3 V sekaligus : Verbal (pilihan kata-kata yang tepat), Vocal (intonasi), dan Visual (bahasa tubuh).

Film Mr. Bean menunjukkan pada kita mengenai komponen Visual (bahasa tubuh), nah bagaimana dengan komponen Vocal (intonasi) dalam penyampaian pesan?

Coba kita ingat saat-saat kita pacaran, lantas pasangan kita kelihatan merajuk. Sebagai pacar yang baik kita berusaha memperbaiki situasi dengan bertanya padanya “Lho, kamu kenapa kok cemberut gitu say….?” Lantas pacar kita menjawab “Nggak kenapa-napa kok!!!”. Nah lu!

Secara verbal, ia mengatakan gak kenapa-napa, tapi anda menyadari bahwa ia marah dari dua hal, pertama bahasa tubuhnya kelihatan merajuk, dan intonasi suara yang dipergunakan kedengaran ketus atau judes.

Pada saat itu tanpa kita bisa menilai seberapa marah pacar kita berdasarkan judesnya intonasi yang dipakainya. Jika dalam perhitungan kita intonasinya masih wajar, maka biasanya dibiarkan saja. Di sinilah terasa bahwa intonasi amat berperan dalam membentuk makna.

BAHASA TUBUH DALAM PENJUALAN
Bagi seorang penjual / frontliner sangatlah penting untuk menguasai ilmu bahasa tubuh dalam meningkatkan jumlah penjualannya. Setidaknya ada dua kegunaan mempelajari bahasa tubuh :

  1. Perbaiki bahasa tubuh kita selaku frontliner, agar lebih persuasif.
  2. Amati bahasa tubuh calon customer untuk bisa membaca pikirannya.

Bahasa tubuh harus dipergunakan secara selaras dengan kata-kata yang digunakan. Misalnya, saat menjelaskan suatu produk tangannya bergerak-gerak tidak beraturan sama sekali. Gerakannyapun tidak ada konsistensi, kadang ia menjelaskan sesuatu dengan tangan kanan, sejurus kemudian saat menjawab pertanyaan mengenai hal sama ia mempergunakan tangan kiri. Lambat laun pembeli akan cenderung mengabaikan gerakan tangannya, karena terlihat tidak ada relevansi dengan pesan. Artinya si frontliner tengah menyia-nyiakan kegunaan dari alat komunikasi yang dahsyat ini.

 

Salah satu teknik rahasia NLP ada yang disebut sebagai subtle pointing , yang berarti menunjuk secara tidak kentara. Yakni pada saat kita bicara segala sesuatu yang baik, hebat, menarik, positif, dan seterusnya, maka gunakan salah satu jari tangan Anda untuk menunjuk objek yang dijual. Nah, cara menunjuknya harus terlihat seperti tidak sengaja (unintended) dan tidak terlalu kentara. Tekniknya dengan cara mata kita tidak melihat tangan kita yang sedang menunjuk, dan gerakan tangan seperti mengalir wajar saja.

Akibat teknik itu, pikiran bawah sadar calon pembeli akan mengenali adanya asosiasi antara kata bagus, baik, hebat dan seterusnya itu dengan produk kita. Ingat di sini kita menggunakan komunikasi bawah sadar, bukan komunikasi dengan pikiran sadar. Sebab kalau kita menggunakan komunikasi sadar, maka pembeli akan mikir “… terang aja Lu bilang bagus, lha yang jual juga Lu sendiri”. Kalau kita memakai komunikasi sadar, maka yang dilakukan sebaliknya, tangan kita akan menunjuk dengan jelas pada produk yang kita jual sambil mengatakan Produk yang ini bagus pak, keren…, dan seterusnya….

INTONASI DALAM PENJUALAN
Semua dari kita pernah mengalami peristiwa yang mengesankan, yang membuat antusias untuk bercerita pada orang lain. Nah, coba diingat-ingat bagaimana cara kita menceritakan peristiwa yang berkesan dan membuat antusias? Ciri termudah yang kita kenali adalah dari intonasi yang kita gunakan, biasanya kitapun akan menceritakan dengan nada bersemangat, antusias, meledak-ledak penuh penekanan di sana sini.

Kadang saya merasa aneh saat melihat seorang frontliner yang tengah menjelaskan suatu produk secara monoton, suara lemah dan datar. Entah ia sudah capek jualan, mungkin dia cuman karyawan yang bekerja terpaksa daripada nganggur, atau yang lagi kesal ama bossnya. Namun saya sering ketemu sikap seperti itu juga yang dilakukan oleh penjaga yang sebenarnya adalah pemilik toko itu sendiri. Aduh kasian deh, saya jadi ingat pepatah China kuno Jika nggak bisa senyum jangan buka toko.

Saat seorang pembeli minta informasi produk pada frontliner, dan dijawab dengan datar, lemah, monoton, maka pembeli akan menangkap pesan bahwa penjual sendiri juga punya perasaan datar, bosan dan tidak tertarik pada produk itu. Ingat suatu motto dalam NLP: We go first! , yang artinya Kita yang lakukan lebih dulu, baru orang lain akan mengikuti. Jika kita ingin pelanggan semangat dan antusias pada produk, tunjukkan bahwa kita antusias pada produk.

Intonasi yang kita gunakan saat mempromosikan suatu produk haruslah mencerminkan situasi bahwa produk ini bagus, menarik untuk dimiliki, rugi jika nggak membeli. Proyeksikan kesan itu dalam intonasi suara anda. Berlatih mengenali seperti apa intonasi suara yang akan membuat pendengar Anda berpikir kata-kata itu penting, intonasi yang membuat pelanggan lebih percaya dan seterusnya.

Sebagai penutup, sejarah mencatat, Bung Karno tokoh kharismatis dan diangggap memiliki bakat berbicara, ternyata saat masih muda di Bandung berlatih berpidato di depan cermin. Jadi tidak ada orang dilahirkan langsung bisa menjual, rajin berlatih akan menjadikan kita mendekati kesempurnaan. (Ronny FR)

*) Artikel saya ini pernah dimuat di koran internal FMC (Indosat Frontliner).

Catatan
Kawan…, mari berbagi manfaat!
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…

Ronny F. Ronodirdjo.


Beritahu teman Anda tentang artikel ini
Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Posted in NLP |

13 Comments to “Mengapa Bahasa Tubuh dan Intonasi Penting Dalam Penjualan?”

  1. Arianto Says:

    Hello Pak ronny,
    Senang sekali saya bisa melihat web anda.

    Saya telah membaca artikel yang anda tulis disini, WOW ternyata manfaatnya besar sekali.

    Seandainya semua orang mau mengunjungi web anda, mereka pasti dapat tambahan [MODAL].

    Rekan-rekan, ayo “curi” bareng-bareng ilmunya pak roni yuks :).
    Mengapa Bahasa Tubuh dan Intonasi Penting Dalam Penjualan?
    Keren banget khan headlinenya, baru baca aja sudah menarik…. bikin pengin baca lanjutanya

    Buat para pakar Online [PR] Public Relationship artikel2 pak Rony pasti sangat bermanfaat,

    Tinggal di modif aja dikit ….
    Kalo kita mau terbang ya jangan tanggung tanggung, superman bisa terbang namun bukan sekedar terbang ….

    Kalo aku sih udah dapet manfaatnya …
    1. Optimalkan fungsi customer service, sebagai front liner.
    2. Kenali mereka lewat gaya bahasa, dalam hal ini e-mail mereka, apakah mereka Type ROBOTIC, atau RESPONDER atau bahkan ATTACKER
    3. Cantumkan bahasa tubuh anda dalam SIG email anda :) :))
    :((
    4. Perlukah kita mempromosikan produk kita dengan sejuta kata [sihir] kita ? bila kita bisa membuat mereka melakukan ini untuk perusahaan kita [2]

    Masih banyak deh manfaatnya …
    Mau tahu yang lebih WOW ?
    Belajar bareng yuks :)

    Trims,
    Arianto [ temenya Pak Joko yang katanya lagi sibuk dengan bisnis MLM ]
    modesarianto@yahoo.com

  2. andityo Says:

    Salam Pak Ronny,
    Saya sangat senang dengan blog Bapak ini. Kalu bisa mohon diperbanyak ulasannya mengenai NLP, kalau bisa yang dalam dataran praktis dan dapat dipraktekkan untuk sehari-hari. Ada yang mau saya tanyakan ke Bapak :
    Bagaimana cara NLP atau hipnotis membuat perasaan loyo atau tidak semangat menjadi semangat dan mengebu-ngebu ?
    Kalau bisa sertakan juga ya Pak artikel yang relevan dengan hal ini.
    Salam hangat

  3. trijoko Says:

    Ini ilmu aplikatif banget! Beruntung sekali saya melihat sendiri Pak Ronny mempraktekkan teknik ini. Cara penyampainnya juga “kemripik”, enak dikunyahnya!
    Yang pasti, saya akan segera mempraktekkan ilmu ini.

  4. Ronny FR Says:

    Halo Mas-mas semua…
    Terima kasih atas komentarnya. Senang rasanya bisa memberi manfaat bagi kawan-kawan. Moga-moga tipsnya mau dicoba lho…

    RFR

  5. rezky Says:

    selamat sore pak, perkenalkan, saya Rezky saya mahasiswa fakultas ilmu komunikasi universitas padjadjaran, saat ini saya sedang membuat skripsi dengan judul, komunikasi nonverbal frontliner, ada beberapa pertanyaan yang akan saya sampaikan kepada bapak,untuk bahan trianggulasi, jika bapak berkenan saya sangat mengucapkan banyak terimaksih…

  6. Ronny F R Says:

    Mas Rezki,
    Silahkan…

    Hubungi saya lewat email saja…

    Saya tunggu.
    Semoga sukses dengan skripsinya

    Amien

  7. rezky Says:

    Selamat siang pak rony, sebelumnya saya ingin mengucapkan banyak terima kasih,karena disela-sela kesibukan bapak, bapak masih sempat membalas e mail saya. Adapun pertanyaan yang akan saya ajukan adalah seputar penggunaan komunikasi nonverbal kinesik pada saat penjualan.
    1. Bagaimana ekspresi yang baik yang seharusnya digunakan oleh frontliner pada saat pertama kali bertemu dengan calon pelanggan nya?
    2. Kenapa harus menampilkan ekspresi tersebut?
    3. Apa maksud penggunaan senyuman oleh frontliner pada saat bertemu dengan calon pelanggannya ?
    4. Menurut anda sejauhmana pentinggnya bagi seorang frontliner menggunkan senyuman pada saat berinteraksi dengan calon konsumennya?
    5. Pandangan mata yang seharusnya digunakan oleh frontliner pada saat mereka berinteraksi dengan calon konsumenya seperti apa? Kenapa?
    6. Bagaimana cara menunjuk yang baik yang seharusnya dilakukan oleh seorang frontliner?
    7. Bagaimana gerak anggota tubuh yang baik, yang seharusnya dikeluarkan oleh seorang frontliner pada saat mereka berinteraksi?
    8. Seberapa penting frontliner menjabat tangan calon konsumennya pada saat berinteraksi?
    9. Postur tubuh yang baik yang seharusnya ditampilkan oleh seorang frontliner seperti apa?
    10. Dalam personal selling apakah ada gerakan – gerakan tertentu untuk mempersuasi calon pelanggannya?jika ada seperti apa?

    Sekali lagi, Saya akan sangat berterima kasih kepada bapak, apabila berkenan menjawab pertanyaan yang saya ajukan.
    Salam, REzky

  8. Ronny F R Says:

    Mas Rezki,
    Thanks atas kepercayaannya.

    Sudah saya jawab melalui email siang tadi. Semoga berguna..

    Sukses dengan Skripsinya

    Amien

    Ronny FR

  9. rezky Says:

    terima kasih pak ronny,,mohon maaf sebelumnya, saya sudah cek ke email saya, belum sampai pak, maaf sekali ya pak jadi merepotkan bapak,,
    email saya :abung_disini@yahoo.com.
    untuk kesekian kalinya saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak atas perhatiannya.
    Sukses untuk bapak…
    salam REzky..

  10. Ronny F R Says:

    Sudah saya kirim ulang Mas Rezki,

    Muga-muga kali ini sampai…
    :-)

    Terima kasih juga…

    Ronny

  11. nea Says:

    wah, ilmunya bermanfaat sekali, buat calon sukses hrs bnyak belajar dr tulisan di blog ini!
    buat pak ronny, sy jg sdg mngerjakan skripsi ttg bahasa tubuh/gesture spt mz rezki. Yg ingin sy tnyakan, judul literatur apa yg mnurut bapak paling bagus berkenaan dg bahasa tubuh? Mohon ptunjuknya… trima ksih bnyak sblumny :)

  12. Ronny F R Says:

    Halo Nea…
    Bener,
    Memang untuk sukses harus banyak belajar dan terutama ber praktek…

    Literatur paling seru untuk Body Language adalah karya-karya Allan Pease, ada banyak : Body Language, Subtext, Easy Peasy, dll.

    Allan lebih memfokuskan pada sisi praktikal.

    Namun untuk yang lebih akademis ahlinya beda, kalau Nea adalah dari Psi UGM, silahan nanya ke Prof Menuk. Dia dulu pernah meneliti ama orarng amerika. Saya lupa namanya.

    Kalau secara NLP, bbody language tidak boleh dipukul rata, namun setiap individu bisa berbeda dan unik. Sekalipun mungkin ada beberapa yang sama.

  13. Feri DS Says:

    Mas, boleh gak kalo saya pengen tahu jawaban mas Ronny dari pertanyaan mas Rezky…………
    Penasaran nih, mas gak mau khan penasaran saya ini saya bawa sampai mati.
    Semua orang akan bilang mas Ronny jahat dan tidak peduli sama saudara. Bahkan semuanya bakal bilang “masak sama fansnya gitu-gitu amat sih”. Gitu katanya mas!
    Mas ga mau dibilang gitu khan? Setelah membaca comment saya ini dengan senang hati mohon kirimkan jawabannya ke imel saya ato dengan cara apapun yang mas sukai asal saya bisa baca….
    heheheheh

Tulis Pendapat Anda Di Sini



  • ShoutBox

    1745 spams blocked
    Last Message 4 days, 11 hours ago
    • Info : Mohon jawab soal matematika dibawah ini sebelum kirim pesan, anti spam nih...
    • Ronny F R : Amien dan thanks Mas Bhina..., sukses selalu juga untuk Mas...
    • bhina : mas selamat ulang tahun ngih, semoga panjang umur sukses selalu :D
    • Ronny fr : Mantap analisanya! 8O
    • Guest_4419 : ngomongin soal motto mas Obama sama om Mc Cain boleh dong? Change we need vs Country first keduanyya pasti dipasang besar2 bersamaan dg capresnya masing2. shg bwh sadar bisa saja menangkap: Obama we need vs Mc Cain First. Bener g si tebakan saya mas ron? :wink:
    • Guest_1609 : Pak Ronny,
    • Ronny fr : Turut berduka cita atas wafatnya Ayahanda Fitra Faturahman. Semoga arwah beliau mendapatkan tempat yang terbaik disisiNya, diampuni kesalahannya, dan dilipatgandakan pahala atas amalnya. Amein
    • Ida MK : NLP Pract Bacth 2: 24-31 Januari 2008 !!! Hubungi kami segera, kursi terbatas tas tas .... :idea:
    • Guest_734 : Adakah Jadwal untul pelatihan NLP Practitioner untuk bulan Januari?
    • windy : Mas Ronny,selamat suksesnya Training Pract.Oh ya yang Batch kedua apa masih di jkt juga? gak ada yang di sby?hehehe
    • Hasbi : Hullo semua.... Mas Ronny untuk portal NLP for Indonesia, bisakah saya memposting terjemahan karya-karya sekitar NLP?
    • Ida MK : NLP Pract Bacth 2: 24 -31 Januari 2008 !!! Hubungi kami segera, kursi terbatas tas tas .... :idea:
    • Ronny F R : Thank Pak... Semua merasakan manfaat yang baik dari pelatihan ini... Bahkan saya juga merasa banyak belajar...
    • Guest_4362 : NLP Prac bersama Pak Ronny, WOW....LUAR BIASA!!! :D
    • Ida Mk : Udah Pak Hasbi... Untung saya masih online... hehehe. Selamat kembali ke ranah minang... :D
    • Hasbi : Pro Buk Ida... Email buk Ida tentang perubahan agreement masuk ke spam dan tanpa sengaja saya delete. Bisa dikirimkan lagi? Hari ini saya baru sampai di Padang. :smile:
    • Ronny FR : Halo Astri... Sip, sudah ada tuh artikelnya, dan kisah-kisah kawan-kawan di sana...
    • ronnyfr : Halo Mas Nano... kalau minggu terakhir Desember (pas Natal) bagaimana? Apakah teman-teman Surabaya setuju?
    • narastri_oke : wah sibuk bgt ya mas,ma acr Licensed NLP Practitioner nya?? ehm, ditunggu tulisan pengalamannya ya mas..^_^
    • Wuryanano : Apa kabar nih, Mas Ronny? Kapan diselenggarakan di Surabaya, Licensed NLP Practitioner nya?
    • Guest_4005 : lam kenal mas...
    • Henry : Wah jadi grogi.. kayak pertama kali mau menyatakan cinta :D
    • Ida MK : Halo semua peserta NLP Pract! Kita bertemu besok pagi, jam 8.00 (pendaftaran). Pesan pak Ronny, tidak perlu persiapan apa-apa.. yang penting : Have Fun!!!
    • Tony : To all the trainees...wish you all good luck and see you on 25 o October 8O
    • Tony : 2 more days...
    • ferry0331@yahoo.co : :D
  • PENDAPAT TERBARU

  • SPAM TERTANGKAP