Manfaat hipnotis bagi praktisi Direct Selling / MLM
Written by ronnyfr on 4 January 2007 – 1:33 am - 4,098 kali dibaca.Belakangan soal hipnotis banyak diperbincangkan oleh praktisi pemasaran dan penjualan. Banyak workshop, seminar, atau pelatihan diadakan untuk membekali para praktisi mengembangkan kemampuan mereka. Adakah relevansi ilmu yang sedang ngetop ini dengan dunia direct selling.
Sebenarnya apa pengertian hipnotis?
Hipnotis berasal dari kata hypnos yang artinya tidur, namun hipnotis itu sendiri bukanlah tidur. Secara sederhana, yaitu fenomena yang mirip tidur, di mana alam bawah sadar lebih mengambil peranan dan alam sadar berkurang peranannya. Pada kondisi ini seseorang menjadi sangat sugestif (mudah dipengaruhi), karena alam bawah sadar yang seharusnya menjadi filter logic sudah tidak lagi mengambil peranan. Seseorang yang terhipnotis sebetulnya pada kondisi sangat terkonsentrasi yang sangat fokus.
Hipnotis sering diidentikkan dengan kejahatan gendam. Apa bedanya?
Pada prinsipnya untuk mengakses alam bawah sadar seseorang bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik. Semisal teknik verbal (sugesti), teknik relaksasi progresif, teknik penggunaan energi, teknik visualisasi, dan teknik mistik (supranatural, baik ilmu hitam maupun putih). Semua teknik diatas disebut sebagai teknik hipnotis.
Pada umumnya kesuksesan penggunaan teknik hipnotis memerlukan kerjasama antara penghinotis dan yang dihipnotis. Artinya seseorang bisa saja menolak untuk dihipnotis dengan cara ini. Sebenarnya tidak ada yang namanya orang menghipnotis orang lain. Yang sebenarnya adalah seseorang menghipnosis diri sendiri dengan dibantu oleh orang lain (penghipnotis) sebagai fasilitatornya. Semua proses hipnotis adalah self hypnosis, yang dipandu (difasilitasi) oleh seorang penghipnotis.
Sedangkan untuk teknik mistik, tidak diperlukan kerjasama antara penghipnotis dengan yang dihipnotis. Di sini pelaku menggunakan kekuatan supranaturalnya untuk mengakses alam bawah sadar orang lain. Umumnya teknik ini dikenal sebagai ilmu mejikcdan lain-lain yaitu menggunakan azimat dan mantra tertentu yang diperoleh melalui laku (ritual atau prosesi mistis) tertentu.
Memang ada juga kejahatan yang menggunakan hipnotis dan tidak menggunakan ilmu mistik, namun menggunakan kekuatan kata-kata. Biasanya ini dilakukan pada orang yang mudah dibuat bingung, saat di terminal, dan keramaian.
Apakah ilmu hipnotis ini ada dasar ilmiahnya? Jelaskan!
Sejak tahun 1815, Abbe Jose Castodi de Faria, sudah melakukan penelitian hipnotis secara ilmiah. Dilanjutkan berbagai tokoh semacam Emile Coue, Dr. James Braid (1848), Milton Erickson, MD dan sebagainya. Tahun 1955, British Medical Association (sekarang disebut BHA atau British Hypnotherapy Association) mengesahkan hypnotherapy sebagai “valid medical treatment. Tahun 1958, American Medical Association (AMA) men-support hypnotherapy untuk keperluan medis. Setelah 1950, banyak berdiri asosiasi profesional di berbagai negara.
Belakangan hipnotis dimanfaatkan sebagai salah satu teknik pengembangan diri. Apakah hal itu mungkin?
Ya, jelas bisa. Pada umumnya, program pengembangan diri terkadang gagal karena individu tidak berhasil meyakinkan diri sendiri untuk berubah karena mengalami yang namanya “self-sabotageâ€Â. Proses self sabotage adalah proses di mana alam sadar menyabot proses mental yang tengah dilakukan seseorang pada saat ia ingin melakukan perubahan diri.
Misal: seseorang melakukan afirmasi di depan kaca dan mengatakan “Saya orang yang suksesâ€Â sebanyak 100 kali, namun setiap kali ia mengatakan itu, di sisi pikirannya terbersit suatu keraguan, kesangsian, “Masak sih, selama ini saya toh gagal”. Nah, pikiran ini berasal dari fungsi alam sadar yang terus-menerus mengontrol dan mengkritisi segala sesuatu yang masuk ke pikiran.
Jadi di sini, alam sadar justru mensabotase kehendak kita untuk berubah, dengan cara menyajikan berbagai realitas dan fakta lampau bahwa kita bukanlah orang yang sukses.
Saat ini sejumlah trainer atau coach menawarkan hipnotis untuk membantu para pemasar atau penjual. Apakah bisa?
Bisa!
Hipnotis bisa dimanfaatkan dalam dua aspek; pertama, menghipnotis si sales person untuk self improvement, dan kedua menghipnotis orang lain (customer) agar lebih percaya dengan si penjual.
Pertama, dalam pelatihan yang saya lakukan, misalnya saya menghipnotis trainee agar tidak fobia menelepon atau fobia prospecting. Hipnotis juga bisa membuatnya lebih percaya diri saat presentasi, lebih percaya akan goal pribadinya, lebih berenergi, dst.
Kedua, hipnotis verbal atau yang dikenal dengan teknik sugesti (indirect communication). Secara sederhana, teknik ini menggunakan pola-pola bahasa tertentu (hypnotic language pattern ) untuk mengakses pikiran bawah sadar lawan bicara sehingga bisa dipengaruhi. Di sini seorang sales belajar menggunakan pola-pola kata yang berkekuatan sugesti untuk mempengaruhi prospek agar membeli.
Contoh yang sering dipakai didunia DS/MLM atau asuransi adalah yang disebut dengan double binding , yaitu mengarahkan pikiran prospek untuk memilih A atau B yang keduanya berarti membeli, dan jangan sampai berpikir tidak membeli. Misalnya, penjual bertanya: “Mau beli berapa kilo?, Mau dibawa sendiri atau diantar, Anda mau mengambil produk paket yang ada diskon tambahan atau memilih kombinasi produk sendiri?”, dan seterusnya.
Apakah hal itu tidak bertentangan dengan moral dan etika bisnis?
Dengan menggunakan pola kata hipnotis, maka seseorang prospek akan menjadi lebih lunak dan sugestif sehingga ia mau menbeli produk atau jasa itu. Pada saat ia tahu bahwa produk atau jasa tadi ternyata memang dia sangat perlukan, maka ia akan berterima kasih. Disini jelas terlihat bahwa apabila seorang salesperson menjual produk atau jasa yang kualitasnya buruk, namun ia menggunakan bahasa hipnotis, maka ini tidak beda dengan bunuh diri. Karena cepat atau lambat kastemernya akan menyadari bahwa ia tidak mendapatkan janji seperti yang disampaikan si salesperson. Jadi penggunaan bahsa hipnotis untuk marketing atau sales seharusnya dalam batas koridor untuk membantu seseorang supaya berani dan siap untuk segera mengambil keputusan membeli.
Menurut anda, apakah hipnotis ini bisa benar-benar dimanfaatkan secara sehat dan maksimal dalam pengembangan bisnis seseorang?
Bisa! Gunakanlah hipnotis untuk menghipnotis diri Anda sendiri. Terutama untuk meng-install berbagai sikap positif, perilaku asertif, percaya diri, dll.
Hal apa yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku DS/MLM?
Dalam dunia direct selling, beberapa tantangan terbesar seorang salesperson adalah;
- Self motivating (selalu bisa memotivasi diri) dan self determination (punya goal yang jelas);
- State management (selalu bisa mengelola kondisi pikiran dan mentalnya, yang akan menghadapi penolakan, keberatan, pelecehan, penghinaan dan ditinggalkan oleh grup).
- Positive self image (selalu bisa melihat diri sendiri positif dan tidak melakukan self depreciation, atau self blaming, dst).
- Positive Belief System (selalu percaya bahwa apa yang dijualnya adalah sesuatu yang positif, berguna, dan dalam rangka menolong orang lain supaya lebih baik, lebih mudah, lebih sukses kehidupannya – bukannya menjebak orang supaya membeli agar dirinya mendapat komisi.
- Rapport Skill (selalu bisa memiliki kemampuan membina hubungan yang baik dengan mitra kerja dan prospek).
- Persuasion skill dan handling objection.
Bisa dilihat, dari seluruh poin di atas, kita menggunakan hipnotis justru ditujukan pada diri si salesperson. Sedangkan hanya dua poin terakhir kita memanfaatkan pola bahasa hipnotis untuk mempengaruhi orang lain (dengan tujuan baik).
Saran anda bagi para penjual langsung yang ingin mencoba teknik hipnotis ini?
Ikuti pelatihan atau dapatkan bimbingan dari coach atau trainer yang berlisensi jelas. Gunakan hipnotis untuk memperbaiki kualitas diri, jauh lebih penting dari pada untuk mempengaruhi prospek. Ingat pameo yang mengatakan Prospect buy you, not your products.
Hindari membohongi prospek dengan cara apa pun, baik cara hipnotis maupun non hipnotis. Juallah produk yang memang berkualitas, sehingga tidak menjadi bumerang bagi Anda.
(Artikel ini adalah wawancara Ronny FR oleh Edy Z, pernah dimuat di Buletin “Info APLI Edisi XXX/Oktober-Desember 2005)
Catatan
Kawan…, mari berbagi manfaat!
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda……….., mengapa tidak
tuliskan pendapat Anda di sini! Sekarang juga…, kami semua akan segera mendapat manfaat dari pendapat Anda! Apapun itu…, ya khan?
Pendapat Anda akan menambah perspektif bagi kami semua.
Terima kasih sudah bersedia berbagi di sini…
Ronny F. Ronodirdjo.
Cetak Artikel Ini
Posted in Hypnosis/therapy |







August 28th, 2007 at 3:16 am
salam dahsyat,
Pak Ronny saya ingin nanya kepada bapak,
saya belum bisa membuat goal atau tujuan,
tolong pak ronny gaimana caranya membuat goal!
September 3rd, 2007 at 11:25 pm
Hallo Hepi,
Dalam NLP cara membuat goal disebut sebagai welformed outcome.
Tunggu ya ulasannya agak panjang.
Saya akan tuliskan artikelnya
September 30th, 2007 at 4:56 am
tolong beritau cara menggunakan hipnotis
September 30th, 2007 at 2:37 pm
Pak Danny,
Silahkan di baca di artikel lain dalam blog ini, banyak pembahasannya kok….
January 8th, 2008 at 3:51 am
Mas Ronny;
Setelah Kalo terapi hipnotis, nantinya jadi gampang kena hipnotis orang lain nggak?
January 8th, 2008 at 5:08 pm
Bisa ya bisa tidak Mas.
Secara prinsip, seseorang yang pernah masuk ke hypnotic state akan lebih mudah me-recall pengalamannya terhipnotis. Dan biasanya hypnotherapist akan menciptakan anchor yang spesifik agar proses hypnosis berikutnya akan lebih mudah dilakukan karena sudah di set anchor (pemicu) untuk mempermudah masuk ke hypno-state itu.
Namun, biasanya hypnotherapist juga akan melindungi si klien supaya ia bisa terhindar dari upaya hipnotis yang tidak diinginkannya, dengan cara membuat program di pikirannya dan menjelaskan bagaimana menghindari upaya hipnosis yang tidak diinginkan…
February 23rd, 2008 at 4:22 am
NLP sudah menghasilkan bagi kehidupan saya, keluarga dan staf yang saya bangun dari nol, sejak dimulai dg dreamn, beive dan brand image, maka saya bangun trust invensment, dengan zerro capital selama kurang dari 10 tahun, saat ini telah mampu menghimpun tenaga kerja 500 an dengan kantor 40 unit dan asset puluhan milyar, mohon support saya agar lebih bermanfaat di kalimantan timur
May 2nd, 2008 at 12:04 pm
pak Roni yang terhormat..
saya adalh seorang networker dari salah satu MLM terbesar diIndonesia..
tapi sudah 3 tahun lebih saya belum bs mendapatkan perubahan hidup saya, untuk masalah pengalaman, sy sudah makan garam di usaha ini. grup sy hampir hancur semuanya, up line diatas saya meninggalkan saya begitu saja.. jd kira2 sy harus dengan cara apa agar bs bangkit dan bs sukses dengan cepat serta membawa grup saya juga bs merasakan sukses di dunia MLM. & apa yang harus saya lakukan.. apa ada training yang bs membuat sy sukses dalamwaktu yang sesingkta mungkin? krn sy sdh memakan waktu yang sangat lama yaitu sudah lebih dari 3 thn.
trims sy butuh masukan dari orang yang luar biasa seperti anda..
June 3rd, 2008 at 11:35 pm
Thanks ya mas
NLP menambah keyakinan saya untuk menatap hidup ini, dengan segala kemudahan hidup yang ditawarkan NLP.
Saya tunggu ya mas Ronny artikel selanjutnya.
June 4th, 2008 at 3:02 am
Syukurlah Mas Handy,
Saya ikut senang.
Mari kita pilih peran menjadi “sebab”, bukan berperan sebagai “akibat”.
SUkses untuk Anda!
June 4th, 2008 at 8:04 am
pak ronny fr saya mau jadi trainer nlp ada enggak pelatihannya, kalau ada berapa hari, dimana saya ikut, dan biayanya berapa thnak’s
June 7th, 2008 at 1:14 am
Halo Mas Sodik,
Untuk menjadi trainer NLP jenjangnya adalah sbb :
1. NLP Practitioner
2. NLP Master Practitioner
3. NLP Trainer
4. NLP Master Trainer
Nah, jadi untuk jadi yang nomer tiga, musti lewat nomer satu dan nomer 2 dulu…
Di Indonesia, setahu saya belum ada yang bisa nyetak level 3, karena belum ada yang level 4. Yang boleh nyetak level 3 adalah level 4.
Untuk menjadi yang level 1 dan 2, di Indonesia sudah ada cukup banyak pelatih. Tinggal milih saja…
Kelas NLP Pract saya insya Alloh sekitar Agustus nanti.
Semoga menjawab pertanyaan Anda…
September 11th, 2008 at 7:18 am
Assalamu Alaikum Pak Ronny
Mohon info jadual training yang akan Bapak selenggarakan setelah lebaran ini (Bulan Oktober 2008 ke atas). Saya berniat untuk ikut dalam salah satu training yang akan Bapak selenggarakan.
Terimakasih sebelumnya atas info tsb.
Wassalam
September 11th, 2008 at 7:44 am
Oke Mas, kami kirimkan ke email Anda…
Thanks sudah mampir, dan salam kenal…