NLP Untuk membantu Anak Menghadapi U.A.N. (Repost)

(Artikel ini ditulis 24 Maret 2009, di post ulang agar mudah dicari)

Saat Anda mengikuti Pelatihan Licensed NLP Practitioner, Anda akan kami kenalkan dengan para alumni yang sudah mengikuti  di batch sebelumnya. Minggu lalu saat batch 3, beberapa alumni juga banyak yang datang berkunjung. Menarik sekali, beberapa dari mereka menceritakan mengenai pengalamannya diminta menjadi trainer oleh sekolah SMA/SMP dimana mereka dahulu sekolah. Meka diminta memberi pelatihan motivasi untuk membantu adik-adik kelasnya agar dapat efektif dalam menghadapi UAN.

Tentu saja, kami semua senang sekali mendapati cerita itu dan merasa bersyukur, betapa alumni Sinergy Lintas Batas rajin berbagi dan membantu orang lain dengan ilmu NLP yang dimilikinya. Bukankah membuat kebaikan 1 kali dalam 1 hari adalah niat yang baik dari setiap alumni Sinergy Lintas Batas?

 SUGESTI NEGATIF

Dari berbagai cerita yang saya dengar, termasuk pengalaman waktu kecil dulu, tanpa disengaja guru-guru sekolah terkadang menekankan pentingnya belajar menghadapi ujian. Sayangnya cara menekankan itu dilakukan dengan cara yang keliru. Mereka sering menggambarkan betapa sulit dan mengerikannya UAN, dan ditambah dengan menakut-nakuti dengan berbagai cara. Tujuannya siiiiiih baik, agar anak mau belajar dengan bersungguh-sungguh…

 

Namun sayangnya yang terjadi justru adalah si Anak seperti mendapat pemrograman dalam pikiran (future pacing) yang benar-benar akan terpicu saat ujian nanti. Sehingga ketika tiba saat ujian nanti ia akan benar-benar ketakutan luar biasa.

Salah satu alumni bahkan cerita, di salah satu sekolah ada kejadian beberapa orang pingsan saat UAN, karena sedemikian takutnya di ruang ujian. Beberapa siswa juga seperti tertekan dan menjadi blank otaknya seolah tidak bisa mengerjakan apa-apa, karena sedemikian tegangnya.

Well…

Tulisan ini tidak berniat membahas siapa yang salah… Kita mau bicara solosinya saja…

 JADI APA YANG BISA KITA LAKUKAN?

Saya akan tuliskan teknik yang powerful dan dapat secara mudah Anda praktekkan sendiri kepada anak Anda.

Di latihan ini saya tuliskan beberapa istilah teknis yang boleh Anda abaikan, kecuali jika Anda kebingungan, maka Anda dapat bertanya pada praktisi NLP mengenai hal itu dengan cara menyebutkan istilah teknis itu. Hal in akan mempermudah mereka membantu Anda.

Ada 4 teknik yang perlu Anda kuasai. Lakukan semuanya.

1.       Percaya Diri – Anchor

2.       Pikiran Jernih dan Mudah Mengingat – Anchor

3.       Instant Break State

4.       Time Line

 

Untuk dapat membantu Anak Anda sukses, maka Anda dapat melatih dulu untuk diri Anda. Kemudian baru diterapkan ke Anak Anda. Melatih terlebih dahulu, selain membuat Anda merasa menguasai juga akan membuat Anda lebih mudah mengajarkan karena sudah melakukannya.

Sikap terbaik dalam membimbing anak dalam menghadapi UAN adalah: bangun komunikasi dengan Anak, menggunakan bahasa yang positif, hindari menakut-nakuti dan mencela. Orang tua memiliki andil yang sangat besar pada kesuksesan anaknya menghadapi UAN ini.

Sikap yang perlu dihindarkan adalah : memarahi, menjuluki malas, bodoh, nggak nurut dan lain-lain. Berbagai julukan ini hanya akan membuatnya makin percaya bahwa “dirinya memang seperti itu”. Sayangi anak Anda, kalau perlu Anda cuti dari kantor dulu untuk membantu anak Anda mempersiapkan diri.

Menghadapi UAN bukan hanya urusan si anak dan guru-guru sekolah atau les-nya. Ini juga merupakan tanggungjawab Anda sebagai orang tua. Orang tua adalah pendidik yang sebenarnya, guru dan guru les, hanya membantu saja.

 A.      MEMBANGUN PERCAYA DIRI DAN MENCIPTAKAN TOMBOL PERCAYA DIRI.

1.       Bangun hubungan dengan anak, katakan dengan lembut bahwa latihan ini untuk kebaikan dia.

2.       Ajak anak berdo’a mohon ijin pada Yang Maha Kuasa.

3.       Minta anak Anda rileks, dan duduk di tempat yang nyaman.

4.       Kemudian minta dia mencari dari pengalamannya, di mana ia pernah memiliki pengalaman “amat percaya diri” yang pernah dialami sebelumnya. Misal ia pernah juara basket ball, juara karate, sukses dalam sebuah acara. Pastikan Anda bersabar di sini, bantu anak Anda mengingat-ingat dengan baik peristiwa semacam itu. Cari suatu pengalaman yang benar-benar merupakan pengalaman yang sangat amat percaya diri saat mengalaminya.

5.       Apabila setelah Anda bantu mengingat-ingat dan diberikan waktu yang cukup, ternyata dia kesulitan mencari pengalaman yang pernah percaya diri itu.  Maka Anda bisa memintanya mengganti dengan mencari sosok idolanya yang menurutnya sangat percaya diri. Bisa teman, bisa orang lain, bahkan bisa saja Anda sendiri sebagai orang tua. Ingat, nomer 4 dan 5 bukan Anda yang menetukan ia percaya diri atau tidak, tapi anak Anda. Jangan Anda paksakan pikiran Anda pada anak Anda mengenai rasa percaya diri.

6.       Setelah ketemu, minta ia untuk “kembali ke pengalaman itu” dengan cara meniatkan mengalami kembali pengalamannya. Dan masuk kembali kedalam pengalaman itu. Minta ia melakukan seriil mungkin. Ingat kata kuncinya adalah “merasakan mengalami lagi”, bukan “membayangkan” atau “memikirkan” saat mengalami lagi. Jadi minta ia melakukan hal yang sama dengan pengalamannya dulu, apakah men-dribble bola, mendapatkan piala, dan seterusnya. Minta anak Anda melakukan masuk pengalamannya lagi sebagai “orang pertama”, artinya ia tidak melihat dirinya sendiri di pengalaman itu, tapi ia “berada” di dalam pengalaman itu.

7.       Amati, jika Anak sudah terlihat mulai menampakkan tanda-tanda percaya diri, maka minta dia membuat pengalaman itu makin menguat, minta ia mengkuatkan rasa percaya diri itu 10 kali lipat dari sebelumnya, kemudian 20 kali lipat, bahkan 100 kali lipat dari sebelumnya.

·         Beberapa orang menguatkan perasaan dengan cara membuat gambaran menjadi lebih terang, lebih besar, lebih dekat, lebih berwarna-warni, menjadi bergerak, dan tiga dimensi. Beberapa orang sebaliknya lebih kuat jika gambaran lebih redup, lebih kecil, lebih jauh, menjadi hitam putih, menjadi diam dan 2 dimensi. Minta anak Anda men-tweaking (mengutak atik) sampai ketemu yang paling menguatkan perasaan percaya dirinya…

·         Beberapa orang menguatkan perasaan dengan cara membuat suara menjadi lebih keras,  lebih dekat, lebih harmonis, menjadi stereo, dan dari segala arah. Beberapa orang sebaliknya lebih kuat jika suaranya lebih pelan (lirih), lebih jauh, menjadi acak / tak beraturan, menjadi mono dan dari salah satu arah saja. Minta anak Anda men-tweaking (mengutak atik) sampai ketemu yang paling menguatkan perasaan percaya dirinya…

·         Beberapa orang menguatkan perasaan dengan cara membuat perasaan itu berputar ke arah tertentu aatau sebaliknya, menjadi lebih ke arah dalam / keluar, menjalar keseluruh tubuh atau terkonsentrasi, dan seterusnya. Minta anak Anda men-tweaking (mengutak atik) sampai ketemu yang paling menguatkan perasaan percaya dirinya…

8.       Jika hasil sudah seperti diharapkan pada puncak (atau lebih baik: saat menjelang puncak), maka secara terfokus dan mantap, mintalah Anak Anda menggenggamkan telapak tangan kirinya dengan jempol berada dalam genggaman, dan menarik nafas sekuat-kuatnya sambil berniat bulat “Setiap kali saya menggenggamkan tangan kiri saya seperti ini sambil meniatkan percaya diri, maka saya LANGSUNG percaya diri. (Hindari mengucapkan “maka saya ‘AKAN”’percaya diri”).

·         Catatan Untuk Anda : Tanda ini disebut anchor, dan sebenarnya boleh saja memilih tanda yang lain, yang penting unik dan tidak mudah terpicu, atau tidak sengaja terpicu. Saya menganjurkan penggunaan tangan kiri, karena supaya tangan kanan terbebas mengerjakan soal ujian.

9.       Kemudian Anda katakan kalimat ini “SAMBIL terus merasakan percaya diri yang luar biasa ini, maka saya minta kamu (atau ganti dengan nama Anak Anda) untuk membayangkan di depanmu ada meja ujian di ruangan UAN nanti. Bayangkan ruangannya, mejanya, soal ujiannya, dan baju yang kamu kenakan. Pada hitungan ketiga, kamu melangkah kedepan, masuk ke dalam bayangan itu dan menjadi satu dengan bayangan dirimu itu sambil terus menggenggam kedua tanganmu dan tetap merasakan percaya diri itu.

10.   Katakan “Siap-siap, 1, 2, 3! Masuk kedalam gambaran dirimu itu, dan alami seolah-olah sedang mengerjakan ujian, sambil terus merasakan percaya diri itu…” Perhatikan kondisi fisiologis anak Anda apakah Anda tanda-tanda ia mengalami seperti perasaan takut dan sebagainya, ataukah ia terlihat percaya diri?. Jika ada tanda-tanda seperti ketakutan dan sebagainya, maka secara perlahan akhiri latihan ini dulu, dengan cara minta ia melangkah mundur lagi dan membuka matanya.

·         Jika ini yang dialami, artinya rasa percaya diri yang dibangun tadi kurang kuat, ulangi beberapa kali dan semuanya di-anchor ditempat yang sama. Ini disebut sebagai menumpuk-numpuk anchor (compounding anchor).

·         Kemudian, tes, apakah jika ia diminta menggenggam tangan seperti itu dan fokus, apakah ia kembali merasakan percaya diri itu. Jika ya berarti bagus.

·         Jika belum, maka selain belum kuat, disebabkan oleh cara “mengalami ulang” yang kurang tepat. Cara mengalami ulang harus dilakukan dengan “ia masuk kembali secara terlibat, bukan dengan cara ia membayangkan dirinya sendiri”. Anak harus dibimbing mengalami perasaan ulang yang sangat riil.

11.   Setelah latihan ini berhasil, artinya si Anak sudah melakukan dua hal :

·         Membuat tombol pemicu percaya diri, yang sewaktu-waktu bisa dipicu saat membutuhkan. Misal anak dalam ujian merasa tidak percaya diri, maka ia tinggal menggenggamkan tangan kirinya sambil menarik nafas dan fokus.

·         Membuat latihan mental “mengerjakan soal ujian dengan rasa percaya diri”.

12.   Catatan :

·         Upayakan anak menggunakan pakaian yang rencananya sama dengan dipakai waktu ujian nanti.

·         Sepanjang latihan ini, hindari menyentuh Anak Anda, agar tidak menimbulkan asosiasi  neurologis yang tidak perlu, sehingga tidak sengaja tercipta anchor yang tidak perlu.

 

Latihan di atas adalah yang pertama kali dilakukan, lakukan secara sungguh-sungguh, namun tetap rileks, dan menyenangkan. Hindari memarahi anak Anda jika belum berhasil, konsultasikan dengan Praktisi NLP di sekitar Anda.

 B.      MEMBANGUN PIKIRAN JERNIH DAN MUDAH MENGINGAT   

1.       Lakukan persis seperti latihan di atas, namun dengan cara meminta si anak :

·         Mencari dan memasuki pengalamannya ketika ia merasa paling punya pikiran jernih dan merasa paling mudah dalam mengingat-ingat.

·         Jika kesulitan dapat dipisahkan dalam dua tahap : pengalaman Pikiran Jernih, dan pengalaman Mudah Mengingat.

2.       Buat anchor-nya secara berbeda dengan anchor percaya diri di atas. Misalkan dengan menyentuh kening secara tertentu.

3.       Saat melakukan masing-masing teknik harus memiliki jeda, agar masuk ke kondisi normal dulu, baru berlatih lagi.

 

Setelah kedua hal itu dilakukan, maka kita perlu melatih yang namanya Instant Break State, yang perlu dimiliki anak ketika ia sedang merasa stuck, bingung, atau kesulitan di tengah ujian. Idenya adalah, saat anak mengalami perasaan berdaya tersebut, ia harus secepatnya mampu membebaskan diri sehingga kembali ke perasaan netral secara instant.

 C.      INSTANT BREAK STATE

Prinsip terpenting dari IBS ini adalah melakukan interupsi atas kondisi saat itu yang  tidak memberdayakan diri. Caranya ada bermacam-macam, sepanjang Anak kelua dari kondisi tidak berdaya. Misal :

·         Segera ubah posisi duduk dari situasi saat itu.

·         Mencubit lengan sendiri.

·         Meluruskan punggung sambil meregangkan tulang belakang (molet)

·         Menggoyang-goyangkan kepala

·         Menghisap nafas dari mulut, sehingga bunyi ssssshhh, dan menghembuskannya keluar kuat-kuat, sambil membayangkan kepenatan dan lebingungan ikut keluar.

·         Menggosok-gosokkan kedua telapak tangan secara cepat dan ditekan, sehingga rasanya menghangat.

·         Mengejap-ngejapkan mata beberapa kali.

·         Menyanyikan lagu dalam hati sambil menggoyang-goyangkan kepala, anjuran adalah lagu berjudul “Aku bisa!” dari AFI Junior. Cari kasetnya, atau download secara legal di internet.

Break state di atas boleh dilakukan satu saja, boleh pula digabung-gabung, ataupun dilakukan berurutan. Pokoknya bebas… Yang penting terinterupsi dan dilakukan tiba-tiba. Setelah break state dilakukan, segera lakukan anchor ke dua : pikiran jernih.

Dalam melakukan IBS ini hati-hati jangan sampai dicurigai oleh guru sebagi tindakan yang mencurigakan. Lakukan secara smart, dan latih juga.

D.      TIME  LINE

1.       Mulai dengan do’a.

2.       Buatlah suatu garis di lantai dengan menggunakan tali rafia, atau potongan kertas panjang, kira-kira 4 meter atau lebih. Pastikan melekat sehingga kalu diinjak tidak terkelupas.

3.       Minta Anak berdiri di salah satu ujung garis, menghdap ke ujung yang yang lain. Minta anak membayangkan bahwa ujung garis di mana ia berdiri sebagai saat ini, dan ujung garis lainnya adalah saat ujian.

4.       Minta ia membayangkan dirinya sedang mengerjakan proses ujian DENGAN SUKSES di ujung garis tujuan. Buat gambarannya se-riil mungkin di pikiran.  

5.       Kemudian, minta Anak membayangkan garis panjangnya dibagi jumlah hari yang tersisa sebelum ujian. Misalkan kurang 5 hari, jadi bayangkan garis itu diberian 5 titik / tanda. Setiap tanda mewakili satu hari.

SAAT INI ___,___,___,___,___,___ SUKSES UJIAN

6.       Masih berdiri di ujung SAAT INI, si Anak diminta membayangkan ia melakukan belajar dengan lancar dan paham di setiap tanda tersebut (per hari). Bayangkan dengan se-riil mungkin : belajar dengan mudah, mengerti, paham, ingat dan sukses berlatih soal.

7.       Setelah gambaran / bayangan di kepala Anak menjadi jelas, minta ia melangkah (boleh tutup mata / buka mata) menyusuri garis itu. Anda boleh menuntunnya jika ia keluar jalur.

8.       Minta ia berhenti di setiap titik dan menyelami perasaan belajar itu, SAMBIL ia memicu tombol anchor 1 dan 2 secara bersamaan. Sehingga Anak akan merasakan belajar sambil percaya diri, dan merasa pikiran jernih serta daya ingat kuat.

9.       Teruskan ia melangkah setelah cukup di satu tanda, dan berhent lagi di setiap tanda dengan cara yang sama. Lakukan terus hingga ia sampai di ujung SUKSES UJIAN.

10.   Selama perasaan SUKSES UJIAN, sambil memicu kedua Anchor itu lagi secara bersamaan. Anda secara lembut boleh mengecek disetiap titik dan ujung SUKSES UJIAN ini dengan pertanyaan “Apa yang kamu rasakan?”. Jika perasaannya kurang positif, bimbing ia masuk ke kondisi Percaya Diri, Pikiran Jernih, dan Daya Ingat Bagus.

11.   Setelah merasa cukup di ujung UJIAN SUKSES, minta anak memanjatkan perasaan syukur pada Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Tahu.

12.   Kemudian minta ia melangkah lagi selangkah keluar dari garis ujung UJIAN SUKSES itu, katakan “Kamu sekarang melangkah satu langkah yang berarti sudah keluar dari ruang ujian, dan rasakan perasaan sudah menyelesaikan dengan baik dan benar!”

13.   Kemudian, minta ia membayangkan sudah dan merasakan PERASAAN SUDAH MENYELESAIKAN DENGAN BAIK. Minta ia menengok kebelakang, seperti menengok sesuatu yang TADI SUDAH TERJADI.

Demikianlah, 4 langkah yang amat mudah dan sederhana, namun AMAT POWERFULL.  Pelajari dan terapkan pada Anda dulu, kemudian setelah mantap dan mengerti hasilnya, Anda segera terapkan pada Anak Anda.

 PETUNJUK TAMBAHAN

Saat ujian, apabila Anak merasa stuck dan perasaan negatif minta ia segera melakukan IBS. Kemungkinan sih kecil anak mengalami stuck, apabila Anda bersama Anak sudah melakukan ke-empat hal tersebut di atas. Kemudian minta ia segera memicu tombol Anchor 1, diikuti tombol Anchor 2. Tombol Anchor boleh dipencet kapanpun ia memerlukan percaya diri ataupun pikiran jernih dan daya ingat tinggi.

Apabila mengalami kebingungan secara teknis, tuliskan di komentar artikel ini, atau Anda hubungi para alumni Sinergy Lintas Batas yang alamat emailnya tertera dengan jelas di www.belajarnlp.com atau orang lain yang menurut Anda mengetahui NLP.

Nah, selama anak UAN, apa yang bisa Anda lakukan? Berdo’alah pada Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Tahu. Kemudian bangun emosi dan perasaan positif pada diri Anda sendiri dan meniatkan berbagi energi positif kepada anak Anda.

Licensed Practitioner of NLP

Sinergy Lintas Batas

Comments

  1. bambang setiawan says:

    NLP memang mudah dan mempermudah, juga powerful dan menyenangkan. Makasih MAs, saya sudah mengunduh tulusantulisan yang berhubungan dengan pendidikan. Pasti bermanfaat…

  2. Terima kasih juga Mas sudah mampir dan meninggalkan tanggapan…
    Salam sukses selalu

  3. Dahsyat!!!
    Luar Biasa!!!
    Superb!!!

  4. Assalamu’alaikum
    Pak Ronny
    untuk kelas XII di SMAN 1 Nagrak,Sukabumi, yang sempat saya sharingkan ini :

    1. Anchoring :
    a. Tenang
    b. Rileks / Bahagia
    c. Yakin (berhubungan dengan menjawab
    soal)

    2. Saya menggunakan Teknik Releasing Stress dari Mas Krishnamurti, yang saya modifikasi sedikit

    Demikian Pak, sharing saya
    Dan, materi dari bapak ini memperkaya saya untuk membantu siswa-siswi dalam menghadapi ujian-2 lainnya

    Makasi banyak Pak Ronny
    Barakallah
    Wassalam

  5. @ Mas Hadi
    Terima kasih ya

  6. @ Mas Fitra
    Luar biasa, maju terus…
    Kita warnai keindahan dunia ini agar makin indah… dengan NLP

  7. Luar biasa…insyaallah membantu…
    Oh ya Mas Ronny, izin sharing ke tmn” sy ya

    terimakasih byk sebelumnya…

  8. Silahkan Mbak Emmy..
    Semakin dibagikan semakin baik, karena semakin berguna buat banyak orang…

  9. mas ron sy sangat tertarik dg NLP ini .dulu ,ilmu ini ak anggap ilmu jin.he he horor..
    tapi kalau dilht dr NLP ini trnyata semua bisa dipelajari..Saya inget dgn.Bp Nurcahyo yg dulu srg muncul di TV,beliau bisa tebak org deng menyamakan gelombang dl shg beliau bisa tebak keinginanan pikiran dan bahkan masa lalunya. Apa ini jg dipelajri degn NLP ??

  10. Ronny FR says:

    Halo Gute yang baik….
    NLP bukan ilmu untuk menjadi cenayang, namun ilmu untuk mempermudah hidup kita….

  11. selama ini saya sudah beberapa kali mengikuti psikotest (interview dan tertulis) d berbagai instansi untuk memperoleh pekerjaan, tapi selalu gagal (tidak mendapatkan pekerjaan yang saya lamar).
    Untuk tes tulis saya lambat dalam mengerjakan soal angka, tapi cepat dalam soal gambar dan kalimat. Saya sudah berlatih untuk meningkatkan kemampuan saya dalam soal angka, tetapi saat tes saya merasa saya masih kurang baik.
    Apakah NPL bisa membantu saya untuk lebih baik lagi dalam tes sehingga saya dapat memperoleh pekerjaan yang saya inginkan?
    terimakasih

  12. Mbak,

    Saat mempelajari angka, ANGGAP SAJA dan PERLAKUKAN itu sebagai sesuatu yang ISTIMEWA, yang PALING MBAK SENANGI di dunia ini.

    Pasti jadi mudah…

    Kabarin saya yah

  13. Dadang says:

    Pak Rony, secara simpel bedanya hipnosis dan NLP itu apa ya? Sepintas kelihatan dua-duanya tentang komunikasi, otak/pikiran dan programming. Pembedanya apa sih pak? Tks.

  14. Bedanya secara simple:

    NLP, adalah alat untuk modeling (proses meniru), didalamnya juga di model proses hypnosis.

  15. pak aji says:

    mas Roni, gua minta ijin ye…. mo belajar bener nih… thx.

  16. Selamat siang P Ronny,
    salam kenal p, luar biasa akhirnya saya menemukan gudangnya ilmu NLP,setelah selama ini berpetualang menemukan rempah2 dari orang2 sukses, bahwa ada satu kondisi untuk menjadi master dalam diri sendiri dengan menguasai unconscious mind.

    sekarang sedang pemanasan untuk ikut practioner maret 2010,sekarang minta ijin dl untuk ngangsu kaweruh

    Sukses

  17. Firdaus Hasyim says:

    Ass.salam kenal mas, mau nanya mas, bgmn cara kita untuk bs memodel orng lain yang kita kagumi, spy kita bisa punya pola pikr dan prilaku seperti orng trsbut?apa kita harus bercakap-cakap dengan orng tsb?kalau tidak kenal dgn orng tsb apa bisa mas?apa ckp melihat bhs tbhnya?Bisakah kita memodel orng yang sdh wafat mas?makasih banyak mas

  18. teuku tazaijun A banta says:

    mas……sy cuma pingin di ajarin hiptotis. lumayan buat beramal mas. mksh………

  19. Derny Irawati says:

    Alhamdulillah….luar biasa….terima kasih mas ronny. sekian lama gak ketemu setelah bareng di FPsi UGM, eh ketemu lagi saya dapat banyak pembelajaran jarak jauh.
    Kapan Workshop lagi 7 hari di Surabaya? yg kemarin saya ketinggalan info. saat ini sedang menyiapkan diri untuk ikut kegiatannya mas Ronny, tinggal nunggu kabar selanjutnya. sukses untuk njenengan

  20. Ronny F Ronodirdjo says:

    Pak Aji,
    Monggo, belajar bareng2…

    Pak Jarwo,
    Silahkan lihat pengumumannya di http://www.belajarnlp.com

    Pak Firdaus
    Kita bisa memodel orang yang sudah meinggal, asalkan cukup banyak domumentasi mengenainya.
    Juga bisa secara unconscious

    Mas Teuku
    Silahkan di download

    Mas / Mbak Derni
    Sementara belum ada jadual Surabaya

  21. arif mustofa habibi says:

    terimakasih mas… atas ilmu yang bermanfaat ini..

  22. Muh Saedi says:

    Luar biasa, motivasi membangkitkan percaya diri amat penting untuk ditanamkan pada generasi muda, utamanya usia sekolah. hal ini insya Allah diterapkan pada siswa saya, makasi banyak

  23. Sungguh sangat menginspirasi dan perlu disebarluaskan.

  24. Terimakasih banyak pak, ilmunya sangat bermanfaat…mohon izin Meng-copy tulisannya…

  25. Assalamualaikum,

    Mas Ronny, saya mau tanya bagaimana cara menerapkan NLP dalam pembelajaran? & bagaimana langkah-langkahnya ?

    trims :)

  26. Ayu Agus Rianti says:

    Pak Ronny yang baik, artikel tentang menyiapkan mental anak menghadapi UN ini bagus sekali. Bolehkah saya izin copas untuk keperluan penulisan buku saya? kebetulan saat ini saya sedang menulis buku tentang mewujudkan cita-cita anak. Pada salah satu bab membahas penerapan NLP untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Terima kasih sebelumnya.

Trackbacks

  1. [...] Ketika mulai terasa memuncak rasa penasaran itu, cepat-cepatlah membuat sebuah tombol asosiasi, yang disebut Anchor. Yakni penanda, pengingat, bagaikan suatu tombol otomatis,  yang Anda  buat untuk memprogram :  apabila tombol ini di akses, maka secara otomatis Anda akan langsung kembali masuk ke kondisi RASA PENASARAN. Penjelasan bisa diakses di artikel ini dan artikel ini. [...]

  2. [...] lalu saya menuliskan Cara Sukses Menghadapi UAN Dengan NLP, Anda bisa baca artikelnya di sini. Artikel luar biasa itu untuk membuang cemas, membuat anak PD dan sukses di [...]

  3. [...] lalu saya menuliskan Cara Sukses Menghadapi UAN Dengan NLP, Anda bisa baca artikelnya di sini. Artikel luar biasa itu untuk membuang cemas, membuat anak PD dan sukses di [...]

Leave a Reply